Langsung ke konten utama

Merdeka Dari Beban Hidup yang Berlebihan.

Rabu, 08 Agustus 2018.

Hai, apa kabar? Lama nggak mengisi blog ini sebenarnya apa sih kesibukan saya selama ini? He, he penasaran nggak? (Enggaaaakkk!) Ya udahlah, kalo enggak penasaran. Saya jelasin aja *emangperlu?* Oke, sebenarnya saya bulan-bulan ini kehilangan mood buat nulis *ataumoodsemuanya? Malesnya macam-macam, hiks! Intinya saya terkena males berat. *upps jangan ditiru ya! Nggak tahu kenapa tiba-tiba saya merasakan semangat hidupku ilang. Tapi aktifitas tetap jalan, kecuali nulis di blog ini. Buku diary masihlah terisi.

Bulan empat saya mulai terjun ke pelayanan doa di gereja. Nah, mulai saat itu kalo sore pasti pergi. Entah itu doa seninan, komsel, besuk dan ibadah doa. Kalo nggak ke gereja pasti kami keluar makan makan malam. FYI, kalo sore seringnya nasi & lauk udah habis. Sayanya juga sering malas masak lagi, wkwkwk.

Dan di bulan kemerdekaan ini, saya pun ambruk. Bukan karena aktifitas yang seabrek-abrek tapi lebih dikarenakan cuaca ekstrim yang melanda Yogyakarta dan Indonesia bagian selatan. Mulai bulan Juli, cuacanya dingin banget kalo pagi. Dan  makin bertambah parah di bulan Agustus ini, karena kalo siang panas banget disertai angin yang membawa debu halus, sementara di malam dan pagi hari malah dinginnya bisa mencapai 15℃.

Nggak heran kan, kalo yang kurang minum vitamin akan jatuh sakit. Umumnya flu, radang tenggorokan dan kulit kering. Hayo, siapa di sini yang kulitnya pecah-pecah? *angkattangan! Sebagai wanita, rasanya risih banget kalo udah terkena kulit pecah-pecah terutama di bagian tumit kaki. Duh, malunya di depan suami pengen nangis rasanya sama beratnya dengan beban hidup ini.

Lebay! Aku mau kok sama kamu meski tumitmu pecah-pecah kayak duren mateng, hibur suami saya sambil nyengir. Hadech! Ini menghibur atau menghina sih? *Dua-duanya, jawab suami. (Lempar guling ke segala arah!)

Bicara soal beban, pasti semua orang punya beban. Masing-masing beban tiap orang berbeda. Ada yang menikmati beban itu, ada juga yang merasakan beban hidupnya sangat berat. Yang nggak mau terbeban juga ada. Nah, kalo yang ini nggak taulah mau gimana ke depannya.

Yang dimaksud beban hidup di sini misalkan orang tua tentu bebannya adalah menyekolahkan anak, mendidik anak sehingga jadi orang yang bila dewasa kelak bisa jadi orang yang bertanggungjawab, jadi orang berguna. Seorang murid bebannya adalah belajar supaya terampil menggunakan ilmu agar kelak jika lulus, bisa buat mencari pekerjaan atau buka usaha. Beban seorang pengusaha tentu berbeda lagi, yang jelas dia harus terus terbeban agar usahanya maju, karyawannya sejahtera, konsumennya puas. Dan masih banyak contoh-contoh yang lain.

Kalo saya terbeban sama tugas-tugas ibu rumah tangga, belajar melayani suami, memasak makanan kesukaannya, menyesuaikan sama keluarga besarnya, merawat diri, bersosialisasi dengan lingkungan/budaya baru, tetap menulis, berusaha tetap memberi perhatian sama mama saya di Purwokerto dan tetap berusaha jadi pemburu kuis, haha. Berat? Mungkin bagi sebagian orang beban saya termasuk ringan, enteng belum apa-apa dibanding sama mereka yang udah punya anak, banyak utang, kena sakit parah, dsb, dsb. Tapi ya, itu tadi beban masing-masing orang kan beda. Masa beban pengusaha mau disamain dengan beban anak SD, itu namanya kemunduran. Harus bersyukur. Hidup tanpa beban itu nggak enak. Bukankah manusia itu makin kepepet malah makin kreatif? Jadi, ayo angkat beban itu, karena di Matius 11:28-30 berbunyi "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan."

Di sini sudah dituliskan kalau beban yang Tuhan taruh dalam hidup kita itu bukanlah beban yang berat, tapi jika masih terasa berat Tuhan bilang suruh datang mendekat pada-Nya. Jadi belajarlah pada Tuhan untuk menyelesaikan segala beban persoalanmu sebab Dia yang memasang kuk itu. Bersama Tuhan ada kemenangan besar, amin. 

*terinspirasi dari tema kotbah GBI KA

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jangan Jadi Cewek Cengeng

Tulisan ini pernah aku kirim ke  lomba yang diadakan Penerbit Indiva tapi nggak lolos daripada terbuang mendingan kutampilkan di sini.
Girls Talk Series : Jangan Jadi Cewek Cengeng.
Jadi Cewek Cengeng atau Tegar, Semua Tergantung Kita.Hidup adalah pilihan. Beberapa di antaranya adalah hasil dari apa yang kau kerjakan, sedangkan yang lainnya mungkin terjadi tanpa alasan. Untuk menerimanya atau tidak, semua pilihan ada padamu. The Lavender House-Joseline F. Jana.
Pilih nangis atau hadapi.
Misal nih, tadi pagi kita telat bangun, baju belum disetrika, beruntung hujan tiba-tiba turun dengan derasnya sehingga sekolah memberi kelonggaran waktu masuk jadi sepuluh menit. Namun masalah belum berhenti di situ. Karena kamu lupa tidak membawa tugas yang harus dikumpulkan hari itu. Di bayanganmu ada sosok guru yang sudah siap memberi hukuman kepadamu. 
Apakah pilihanmu? Nangis atau hadapi apa pun yang terjadi? Kalau pilihanmu nangis di depan guru dan teman-teman berarti kamu termasuk cewek cengeng. …

Wisata ke Candi Prambanan & Candi Ratu Boko.

Hai, hai, hai! Kemana saja kalian menghabiskan liburan akhir tahun? Kalau saya memilih pergi mengunjungi candi Hindu tertinggi di Indonesia yaitu Candi Prambanan dan mengunjungi situs bangunan bersejarah Keraton Ratu Boko atau yang sering disebut juga Candi Ratu Boko. Letaknya berada di perbatasan antara provinsi Jateng dan DIY yaitu di Prambanan, Sleman, DIY. 

Turun dari bus Trans Jogja, saya langsung disambut oleh para tukang becak, tukang ojek yang berpakaian tradisional menawarkan jasa mereka. Tapi saya memilih untuk berjalan kaki menuju objek wisata. Nggak jauh-jauh amat kok, hanya sekitar 300 meter saja.
Mari mengenal Candi Prambanan.
Candi Prambananmerupakan candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 Masehi oleh Rakai Pikatan disempurnakan dan diperluas oleh Raja Lokapala dan Raja Balitung Maha Sambu. Kompleks candi ini memiliki 240 bangunan yang terdiri atas 3 bangunan candi utama, 3 candi wahana, 2 candi apit, 4 candi kelir, 4 candi patok dan 224 candi perwar…

[Resensi Novel] Love in Italy-Kisah Cinta 4 Sahabat di Kota Venice dan Verona

Menyusuri Kota Venice dan Verona Melalui Novel Romantis.
Judul buku  : Love in Italy-Kisah Cinta 4 Sahabat di Kota Venice dan Verona
Penulis     : Rofie Khaliffa
Penerbit    : Sheila
Tahun terbit : 2015
ISBN      : 978-979-29-5102-8

“Dalam bentuk kata aku bicara, namun dalam bicara tidak bisa berkata. Sementara dalam cinta, aku tidak bisa keduanya. Itulah cinta di balik mentari yang tak terlihat oleh mata...”
-Juliet Capulet- (Hal 180).

Kisah dimulai dari perkenalan tokoh bernama Juliet Capulet. Seorang gadis yang sangat menyukai kisah Romeo dan Juliet, sampai bermimpi untuk tinggal di Verona tepatnya di tempat rumah Juliet berada. Ia kuliah sekaligus bekerja di sana. Suatu hari ia bertemu dengan Pethra, mahasiswa dari Indonesia. Seorang pemuda tampan yang diam-diam menaruh hati kepada sahabat sejak kecil bernama Pelangi. Namun sayang, ia tak berani mengungkapkan perasaannya. Di sisi lain, Bizar teman Pelangi sejak SMA juga menaruh hati pada Pelangi. Bedanya Bizar terang-terangan menunju…