Sebuah Renungan Hidup ini Adalah Kesempatan.


Saya sungguh terberkati dengan sebuah lirik lagu rohani yang mengatakan bahwa hidup ini adalah kesempatan untuk melayani Tuhan. Lagu ini pertama kali saya dengar di Komsel El Shadai, seperti lagu lama sih tapi sangat menginspirasi saya sehingga ingin saya bagikan di sini. Berikut lirik lagunya:

Hidup ini adalah kesempatan.
Hidup ini untuk melayani Tuhan.
Jangan sia-siakan apa yang Tuhan beri.
Hidup ini harus jadi berkat.

Reff: 
Oh, Tuhan...pakailah hidupku..
Selagi aku masih kuat.
Bila saatnya nanti,
Ku tak berdaya lagi..
Hidup ini sudah jadi berkat.


Hidup ini adalah kesempatan. 
Ada satu ayat yang sangat saya suka yaitu, Pengkhotbah 9:4 bunyinya demikian, "Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati." Intinya adalah selama kita hidup dan masih bernafas, di sanalah ada pengharapan. Kesempatan untuk berbuat baik, memperbaiki diri, selalu belajar.

Hidup ini untuk melayani Tuhan.
Sering kali orang mengartikan melayani Tuhan adalah menjadi petugas di gereja, seperti usher, singer, tamborin, main musik, khotbah, jadi pendoa padahal sebenarnya dlam kehidupan sehari-hari kita bisa melayani Tuhan. Contoh melayani keluarga, mendidik anak-anak, bekerja dengan tekun penuh pengabdian, menolong orang di jalan, memberi makan pada orang yang lapar, memberi perhatian bagi orang yang membutuhkan perhatian, dll.

Jangan sia-siakan apa yang Tuhan beri.
Di sini saya menyadari bahwa apa pun yang saya miliki adalah dari Tuhan, dari hal besar sampai yang sekecil-kecilnya, adalah pemberian Tuhan. Dalam Matius 13:12 dikatakan "Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa juga yang ada padanya akan diambil dari padanya." Awalnya saya bingung dengan ayat ini. kenapa Tuhan memberi pada orang yang mempunyai, tapi yang tidak punya akan diambil. Cukup lama saya merenungkan hal ini namun belum juga mengerti. Syukurlah, pada sebuah perbincangan dengan suami saya akhirnya saya tahu maksud dari ayat ini adalah memiliki rasa syukur dengan apa yang sudah dimiliki. dan saya berusaha menerapkan untuk mengucap syukur dengan apa yang sudah ada walau kecil dan tidak mengeluh tentang kesulitan dalam hidup ini. Walau sulit jika melihat kenyataan yang saya hadapi saat ini, tapi saya usahakan untuk selalu bersyukur dan akhirnya saya diberi Tuhan untuk mengucap syukur.

Hidup ini harus jadi berkat.
Berkat biasanya identik sama uang, iya nggak? Tapi berkat di sini bisa berarti dengan menjadi orang yang menginspirasi orang lain di sekitar kita. Bukan menjadi orang hebat. Coba renungkan apakah keberadaan kita bikin orang lain senang atau malah jadi bete terus? Kalau kita sudah bisa membuat orang lain nyaman sama kita, itu tandanya kita sudah jadi berkat. Syukur banget kalo kita bisa kasih makanan atau apa saja ke mereka.

Pada reffrain dikatakan: Oh Tuhan, pakailah hidupku selagi aku masih kuat
Ini artinya selama kita masih sehat, masih bisa berkarya ijinkan Tuhan pakai hidup kita untuk jadi tangan perpanjangan Tuhan. Percuma kalo kita lihat orang susah cuma bilang Tuhan berkati orang itu. Sementara ada berkat yang ada di tanganmu nggak diberikan kepadanya. Memang Tuhan mau nurunin uang dari langit? No! Tuhan kasih berkat pasti lewat manusia. Entah karena kerja atau apalah. Yang jelas bukan mencuri atau merampok ya!

Bila saatnya nanti kutak berdaya lagi, hidup ini sudah jadi berkat.
Lagu ini bener-bener menginspirasi hidup saya. Selain orang yang mengenalkan saya adalah ibu rohani saya. Jika dilihat sih beliau sudah nenek-nenek tapi semangatnya untuk melayani Tuhan dan menjadi inspirasi bagi sesama luar biasa. Beliau selalu bilang saya masih kuat mumpung belum tak berdaya lagi saya harus melayani Tuhan. Selagi masih ada kesempatan, selagi masih sehat, masih kuat, masih ada waktu sebelum Kristus datang kembali mari kita bersama-sama melayani Tuhan.




0 komentar:

Posting Komentar