Mengembalikan Rasa Percaya DiriKu Lewat Kegiatan Ngeblog.

Blog merupakan hal yang jadi tren di kalangan orang-orang suka nulis atau yang berkecimpung di dunia bisnis online. Banyak blogger-blogger bermunculan dengan teknik-teknik blog yang keren-keren. Walau di lingkungan keluarga saya, blog itu masih jadi hal yang asing dan nggak umum untuk dijadiin mata pencaharian. Banyak dari mereka masih saja bertanya, apa itu blog? Emang bisa dijual ya? Kalau kamu bikin blog dapat duitnya dari mana? Ya, maklum saja karena mereka hanya tahu cara dapat duit kalau nggak kerja ikut orang ya jualan. Nggak ada hubungannya sama nulis apalagi bikin blog.




Karena saya hobi membaca maka saya juga suka menulis. Cita-cita saya dari dulu memang jadi penulis, khususnya setelah tamat SMU karena tidak mau kerja ikut orang. Alasan saya nggak mau kerja ikut orang karena saya nggak bisa naik motor, takutnya kalau disuruh cari apa yang butuh naik motor nanti saya malah merepotkan rekan kerja yang lain untuk mengantar. Selain itu saya hidup di tengah-tengah masyarakat yang umumnya berdagang(buka toko) dan anggota keluarga besar mama papa juga para pengusaha UMKM yang berhasil. Maka saya ingin buka usaha saja di rumah meneruskan usaha mama. 

Menulis merupakan passion saya

Selepas SMA saya memutuskan untuk membuka usaha kue ulang tahun sambil membantu mama berjualan soto dan malam hari saya pakai untuk menulis. Di hari minggu, saat warung libur saya menyempatkan diri untuk mengetik di rental komputer dan mengirimkan lewat pos(belum ada warnet di kota itu). Satu per satu cerpen saya kirim ke majalah, satu per satu pula cerpen saya itu ditolak, he, he, he.

Kegiatan itu terus dilakukan sampai akhirnya ada satu kabar yang membahagiakan, cerpen saya akhirnya dimuat di majalah MOP. Sebuah majalah pelajar Jawa Tengah. Hati saya senang sekali walau tidak diberi bukti terbit dan honornya mau tahu berapa? (Stt, jangan bilang-bilang ya!). Honor yang saya terima lewat wesel itu sebesar lima belas ribu rupiah. Puji Tuhan bisa buat beli bakso, hehehe. Selanjutnya beberapa cerpen yang lain menyusul dimuat di majalah remaja seperti Gadis dan Kawanku. 


Awal Mula Saya Ngeblog

Waktu demi waktu pun berlalu. Saya terus menulis cerpen di kertas lalu baru diketik dan dikirim melalui warnet. Lama-kelamaan saya kurang puas jika harus pergi ke warnet, selain terbatas uang yang dikeluarkan juga tidak sedikit. Akhirnya uang yang saya dapat dari menulis dibelikan sebuah smartphone. Dengan adanya smartphone, saya bisa mengetik di HP dan langsung mengirimkan lewat e-mail. Karena bisa terhubung dengan internet tiap waktu, saya pun bergabung ke Facebook, Twitter dan Instagram. Siapa sangka inilah awal perkenalanku dengan blog. Tahun 2014 barulah saya bikin blog dan inilah blog pertama saya, yeay!

Jujur, saya nol besar dalam hal ngeblog. Yang saya lakukan cuma nulis ulang cerpen yang udah pernah dimuat trus diposting. Setelah itu coba-coba ikut lomba ngeblog dan giveaway. Belum pernah menang sih, tapi lumayan dapat hadiah hiburan macem-macem mulai dari pulsa, voucher belanja, novel, kosmetik, dll. Yang paling spesial adalah dapat hadiah hiburan berupa menginap di hotel sama suami. Hi, hi, hi, katrok ya? Maklum seumur-umur belum pernah nginep di hotel.


Motivasi Saya Jadi Blogger


Setiap orang pasti punya motivasi dalam melakukan sesuatu termasuk saya. Motivasi awal saya adalah biar saya bisa mengasah bakat menulis yang ada. Agar blog saya nggak kosong, maka saya ikut lomba blog. Tetapi sekarang motivasi saya berubah setelah mendengar ada blogger-blogger yang mendapat penghasilan dari menulis blog, memenangkan hadiah uang, laptop, bahkan jalan-jalan gratis ke luar negeri. Wah, saya makin termotivasi untuk mempelajari blog lebih dalam lagi.


Sempat Patah Semangat

Ngeblog itu nggak selamanya manis. Jika dipikir-pikir saya nggak memang nggak pernah dapat uang dari kegiatan ini. Menang lomba pun jarang hampir nggak pernah. Saya masih kalah sama blogger-blogger yang lain. Sering saya bilang sama suami, "kok blogku cuma gitu-gitu aja ya? Nggak pernah dapat duit lagi." Jujur, saya merasa jadi beban suami setelah menikah karena saya cuma menerima uang dari gaji suami. Padahal jika dihitung hidup di kota seperti Yogyakarta ini cukup mahal, cuma cukup untuk makan. Lalu bagaimana jika kami sudah punya anak dan sekolah? Belum lagi pandangan dari keluarga suami, kamu kok nggak kerja cuma mainan komputer terus, listriknya boros to?

Tapi sekali lagi saya bersyukur memiliki suami yang mau mendukung dan bilang kalau sejak saya ngeblog dan nulis dia nggak pernah beliin saya paket data. Di saat saya malas menulis dia pun menyemangati saya, kamu nggak kerja? Ayo nulis lagi. Kamu tuh kerja punya penghasilan sendiri lho! Dia juga rajin menjelaskan ke ibu dan saudara-saudaranya kalau Yus itu kerjaannya nulis, bikin blog dan ada hasilnya. Jadi bukan hanya sekedar mainan sosial media saja. Kalau suami sudah bilang gitu rasanya semangat lagi dan lega banget karena dibelain sama suami di depan keluarganya.


Harapan Saya Jadi Fulltimer Blogger

Saya menyadari bahwa kehidupan menikah dengan ketika masih lajang sangatlah berbeda. Di mana tanggungjawab istri untuk mengurus suami dan tidak lagi hidup serumah dengan orangtua. Modal saya cuma baju dan asesoris saja ketika pindah ke rumah mertua. Artinya saya tidak punya modal lagi untuk berjualan kue dan lokasi rumah yang sangat tidak strategis untuk berjualan. Satu-satunya modal saya hanyalah komputer milik suami dan kemampuan menulis saya yang belum seberapa ini. Di sinilah kemampuan untuk berjuang diuji, apakah berhenti atau justru tambah kuat.

Oya, potensi yang saya miliki lainnya adalah waktu. Di pondok mertua yang sepi ini (kecuali jika sedang ada ponakan yang datang) saya bisa memaksimalkan waktu untuk menulis, menulis dan menulis. Bila bosan menulis, saya bisa baca buku dan meresensi untuk ditulis di blog. Jadi kenapa tidak bagi saya untuk menjadi fulltimer blogger seperti mas Khoirun Nizam? Yang harus saya lakukan adalah belajar tentang blog yang bagus, nggak ngebosenin, terus ikut lomba blog sampai bisa dapat juara satu, yeah!


Cara saya biar nggak jenuh.

Saya memang tipe orang yang gampang jenuh, ini yang menyebabkan saya kurang berhasil karena cenderung cepat bosan untuk melakukan suatu hal yang sama. Supaya nggak jenuh saya selingi kegiatan ngeblog dengan menulis cerita pendek, nonton TV atau jalan-jalan. Kadang saya juga melakukan kegiatan yang nggak ada hubungannya sama sekali sama nulis dan blog. 

Kalau udah sampai jenuh total saya biasanya nggak nulis blog, tapi semangat ngeblog perlu ditingkatkan. Mencari info lomba atau menelusuri kembali catatan prestasi ngeblog yang sudah tercapai biasanya jadi cara yang ampuh untuk memulihkan semangat menulis di blog lagi. Atau menulis hal-hal pendek tentang pengalaman sehari-hari di buku diary lalu memindahkannya ke dalam blog. Pokoknya harus berjuanglah demi mencapai cita-cita untuk ngeblog. Nah, sekian dulu aja ya, ceritaku tentang pengalamanku ngeblog. Sampai jumpa lagi!

Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway Sinizam.com.

0 komentar:

Posting Komentar