Wisata ke Candi Prambanan & Candi Ratu Boko.





Hai, hai, hai! Kemana saja kalian menghabiskan liburan akhir tahun? Kalau saya memilih pergi mengunjungi candi Hindu tertinggi di Indonesia yaitu Candi Prambanan dan mengunjungi situs bangunan bersejarah Keraton Ratu Boko atau yang sering disebut juga Candi Ratu Boko. Letaknya berada di perbatasan antara provinsi Jateng dan DIY yaitu di Prambanan, Sleman, DIY. 

Terminal Giwangan, Yogyakarta.

Perjalananku dimulai dari Terminal Giwangan, Yogyakarta. Menaiki jalur 3A Trans Jogja dan berganti jalur 1A di Halte Jl. Janti depan JEC. Naik Bus Trans Jogja cukup menghemat tenaga dan biaya juga lho! Karena cukup membayar Rp. 3.500,00 saja kita sudah sampai ke Terminal Prambanan. Kita tak perlu membayar lagi untuk berganti jalur ke tempat tujuan. Trans Jogja ini merupakan kendaraan yang murah, aman, nyaman dan sangat membantu masyarakat Jogja untuk bepergian. Hanya diperlukan kesabaran jika bus sedang penuh dan agak lama menunggu bus datang di halte.


Taman Perdamaian di depan Terminal Prambanan.

Turun dari bus Trans Jogja, saya langsungt disambut oleh para tukang becak, tukang ojek yang berpakaian tradisional menawarkan jasa mereka. Tapi saya memilih untuk berjalan kaki menuju objek wisata. Nggak jauh-jauh amat kok, hanya sekitar 300 meter saja.

Mari mengenal Candi Prambanan.



Candi Prambanan merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 Masehi oleh Rakai Pikatan disempurnakan dan diperluas oleh Raja Lokapala dan Raja Balitung Maha Sambu. Kompleks candi ini memiliki 240 bangunan yang terdiri atas 3 bangunan candi utama, 3 candi wahana, 2 candi apit, 4 candi kelir, 4 candi patok dan 224 candi perwara. Ketiga candi utama adalah Candi Siwa, Candi Brahma dan Candi Wisnu. Candi Siwa terletak di bagian paling tengah dari kompleks candi Prambanan dengan tinggi 47 m serta merupakan bangunan candi tertinggi di Indonesia.


Halaman pintu masuk ke Candi Prambanan. 

Begitu tiba di depan loket, saya langsung disambut oleh para petugas customer service yang menawarkan berbagai paket wisata candi. Ada 3 paket yang ditawarkan yaitu tiket Candi Prambanan saja sebesar Rp. 40.000,00, paket wisata Candi Prambanan-Candi Plaosan Rp. 60.000,00 dan paket wisata Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko. Nah, kebetulan saya belum pernah ke Candi Ratu Boko jadi saya memilih paket wisata yang ke-3 seharga Rp. 75.000,00. Menurut keterangan petugas, saya nanti akan diantar jemput menggunakan shuttle untuk menuju ke tempat wisata Candi Ratu Boko yang letaknya sekitar 3 Km dari Candi Prambanan ke arah selatan,



Sambil beristirahat saya iseng memotret tiket masuk ke candi.

Sebelum masuk ke dalam area candi, kami harus melewati mesin detektor dulu. Tas ransel milik suami juga diperiksa, katanya tidak boleh membawa senjata tajam atau benda berbahaya ke dalam sana. Hmm, cukup ketat juga ya keamanannya. Petugasnya juga ramah-ramah, seseorang diantaranya ada yang menjelaskan tiket mana saja yang harus kami simpan dan mana yang harus di scan di pintu masuk.


Ucapan selamat datang bagi wisatawan.
Bayangan saya jika pergi ke candi pasti bakal menemukan tempat yang gersang tetapi tidak di area Candi Prambanan. Di sini saya menemukan taman yang sangat indah dan asri. Sepertinya nggak rugi deh, membayar tiket sebesar Rp. 40.000, 00 untuk sekali masuk Candi Prambanan karena benar-benar dikelola dengan baik. Petugas kebersihan pun selalu dengan sigap membersihkan area taman sehingga tidak banyak sampah betebaran di mana-mana. Tak heran jika Candi Prambanan masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO dan menjadi salah satu candi terindah di Asia Tenggara. 
Di bagian kiri atas adalah tempat informasi, jika kita ingin mengetahui tentang sejarah Candi Prambanan bisa bertanya di sini. Atau meminta guide untuk menemani kita menyusuri kawasan candi. Kalau tidak salah kita hanya akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp. 100.000,00. Di pojok kanan atas, ada petugas berpakaian prajurit. Buat kamu yang senang foto, bisa berfoto ria dengan mereka. Di bawahnya ada batu prasasti peresmian Taman Wisata Candi Prambanan oleh Bapak Presiden kedua RI, Soeharto pada tanggal 6 Juli 1989. Bagian bawah adalah taman sebelum masuk kawasan Candi. 




Saya duduk-duduk di bawah pohon berteduh sambil menikmati keindahan candi dari kejauhan. Di belakang saya ada semacam karakter film seperti aladin, transformer, sinterklas dan burung hantu. Bagi yang ingin berfoto bersama mereka bisa lho, karena di situ disediakan photo booth sederhana.





Kamu juga bisa menyewa pakaian tradisional Jawa untuk dipakai berfoto di bangunan candi. Hmm, pasti hasilnya menarik ya? Tapi saya tidak mencoba karena malas berganti kostum dalam cuaca yang cukup terik siang itu. Lagipula agak mendung jadi untuk berfoto sepertinya hasil jadi kurang baik. 

Tiga candi terbesar di kawasan Prambanan. Yang tengah adalah Candi Siwa. Waktu saya ke sana, sedang ramai-ramainya liburan Natal & Tahun Baru. Tapi tidak menyurutkan semangat saya untuk keliling candi. 


Mitos & Legenda Candi Prambanan.





Beberapa relief-relief yang ada di Candi Prambanan.

Ada mitos yang berkembang di masyarakat Prambanan, yaitu pasangan yang belum menikah akan putus setelah masuk ke dalam candi Roro Jonggrang. Dan bila ada pengunjung yang bersikap tidak sopan di dalam area candi maka akan mengalami kesurupan. Benar tidaknya mitos itu, yang penting kita harus senantiasa menjaga sikap kita saat berkunjung ke mana pun. Ibarat bertamu harus bersikap sopan dan tidak bersikap merusak supaya tidak membuat sang pemilik rumahnya marah, kan?

Bicara Candi Prambanan maka tidak akan lepas dengan cerita rakyat Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Pada jaman dahulu kala, ada seorang raja yang bernama Prabu Boko yang menjadi Raja Prambanan. Ia memiliki putri yang sangat cantik bernama Roro Jonggrang. 
Suatu hari ada Kerajaan lain bernama Pengging yang mempunyai putra bernama Bandung Bondowoso. Ayahnya memerintahkan putranya untuk menyerang kerajaan Prambanan. Pasukan Bandung Bondowoso pun berhasil mengalahkan pasukan Raja Boko bahkan membunuh Raja Boko itu sendiri. 

Bandung Bondowoso akhirnya tinggal di istana dan jatuh cinta pada Roro Jonggrang dan meminta untuk menjadi istrinya. Tentu saja Roro Jonggrang tidak mau, namun ia tidak bisa begitu saja menolak permintaan Bandung. Ia pun mengajukan syarat yang sangat mustahil untuk dilakukan yaitu membangun dua buah sumur dan 1000 candi dalam satu malam. Namun dengan kesaktian Bandung Bondowoso dan dengan dibantu oleh jin, ia bisa menyelesaikan bangunan candi dalam waktu yang sangat singkat. 

Roro Jonggrang pun gelisah, ia mencari cara untuk menggagalkan usaha Bandung Bondowoso. Akhirnya ia memanggil dayang-dayangnya untuk membakar jerami dan menabuh lesung. Api yang berasal dari jerami yang dibakar dan kegaduhan tabuhan lesung membuat para jin menjadi panik karena mengira pagi telah datang. Mereka pun pergi meninggalkan pekerjaan mereka yang belum selesai. Mengetahui bahwa usahanya digagalkan oleh Roro Jonggrang, Bandung Bondowoso menjadi marah dan mengutuk Roro Jonggrang untuk menjadi arca di dalam salah satu candinya. Arca ini dapat kita temukan di dalam salah satu ruangan dalam Candi Siwa. 



Ini adalah Monumen Gempa 27 Mei 2006. Candi Prambanan pernah mengalami kerusakan yang sangat parah saat terjadi gempa bumi berkekuatan 5,9 SR tahun 2006. Kerusakan terjadi pada runtuhnya batuan atap dan pagar pada Candi Siwa, Candi Brahma, Candi Wisnu, Candi Wahana dan Candi Apit. Untunglah para ahli geologi, ahli teknik sipil dan ahli berbagai ilmu lainnya bisa menyelamatkan dan memugar Candi Prambanan sehingga masih bisa dinikmati sampai sekarang. Kabarnya baru tahun 2014 kemarin, Candi Siwa selesai dipugar. Untuk mengingat peristiwa gempa tersebut, ada satu bangunan yang sengaja disusun tidak rapi dan sedikit miring yaitu candi Apit Utara. Bahkan batu yang jatuh atau ratna kemuncak Candi Apit Utara tidak dikembalikan ke posisinya semula untuk memberitahukan kepada kita, betapa dahsyatnya guncangan gempa sampai meluluhlantakan bangunan candi. 




   

Selesai berkeliling Candi Prambanan kita akan melewati lapangan hijau yang luas dan taman yang indah. Jika tak kuat berjalan lagi, kita bisa menaiki kereta taman seharga Rp. 10.000, 00 per orang  berkeliling menuju ke 3 candi lainnya yang masih berada di kompleks Candi Prambanan. 




Alternatif lainnya juga ada, jika mau berkeliling 3 candi dengan mobil golf, cukup membayar Rp. 20.000,00 per orang selama kurang lebih 15 menit. Atau kelas VIP dengan 4 kursi Rp. 250.000,00 dan 8 kursi Rp. 500.000,00.




Selain Candi Prambanan, ada 3 candi lain yang masih berada di kompleks obyek wisata ini yaitu Candi Sewu, Candi Bubrah dan Candi Lumbung. Sebelum melanjutkan perjalanan ada baiknya mencicipi jamu godhog di Cafe Jamu dan juga serabi solo untuk memulihkan tenaga yang terkuras setelah mengelilingi candi-candi. 


Menuju ke Candi Ratu Boko.



Mendapat nomor antrean untuk naik shuttle menuju Situs Candi Ratu Boko. Untunglah tidak menunggu lama kami langsung diangkut ke tempat tujuan. 




Inilah kendaraan yang mengantar dan menjemput kami. Tidak perlu membayar transport lagi karena sudah termasuk dalam satu paket Prambanan-Boko. Selama 15 menit perjalanan kami menikmati keindahan alam Prambanan yang mempesona. 



Kami langsung turun di depan pintu loket Candi Ratu Boko, kami tidak perlu membeli tiket lagi. Cukup menyerahkan tiket yang sudah kami beli tadi di Candi Prambanan.



Berbeda dengan Candi Prambanan, situs purbakala Candi Ratu Boko ini merupakan bekas istana yang terdiri dari beberapa bagian bangunan. Pintu yang pertama terbuat dari batuan andesit namun lantai dan tembok tangganya terbuat dari batu kapur putih halus. Jadi candi ini lebih mirip dengan keraton. Berada di perbukitan dengan ketinggian 200 meter dari permukaan laut, memungkinkan kita bisa menyaksikan pemandangan sebagian kota Jogja dan menikmati sunset yang indah dari tempat ini.



Candi Prambanan bisa terlihat jelas dari Keraton Ratu Boko yang terletak di ketinggian. 



Suasana taman yang indah di pelataran Candi Ratu Boko.Ada photo booth juga di tempat ini, kita cukup membayar Rp. 5000,00 saja untuk mengambil gambar. 





Candi Ratu Boko yang meruntuhkan imajinasi saya tentang bangunan candi-candi pada umumnya.


Sejarah Candi Ratu Boko. 



Di pelataran candi, kita akan disambut oleh kesenian dari warga sekitar. Uniknya alat musik yang mereka gunakan adalah alat pemecah padi yaitu lesung tradisional dan lagu yang mereka nyanyikan adalah tentang cerita rakyat Roro Jonggrang.  Lho apakah hubungan antara Candi Ratu Boko dengan Roro Jonggrang? Secara legenda, memang iya. Ratu Boko diyakini sebagai ayah dari Roro Jonggrang.

Tetapi jika menyelami sejarah, asal usul keberadaan Istana Ratu Boko ini masih menjadi misteri dan simpang-siur tentang siapa yang mendirikannya. Ada sebuah prasasti ditemukan di situs ini, bukti tertua dengan angka 792 masehi. Prasasti ini menyebutkan nama Tejahpurnpane Panamkorono yang diperkirakan sebagai Rakai Panangkaran, tokoh yang membangun Candi Borobudur, Candi Sewu dan Candi Kalasan. Beberapa pakar sejarah memiliki pandangan istana ini merupakan bangunan antara benteng keraton dan bukan candi tempat pemujaan dengan adanya penemuan sisa dinding benteng dan parit kering serta sisa pemukiman penduduk. 




Mulai memasuki pelataran Candi Ratu Boko.



Ini adalah gerbang utama Candi Ratu Boko. 

Bagian-bagian dari Candi Ratu Boko.

1. Candi Pembakaran & Sumur Suci.


Di sebelah kiri, kita akan menjumpai Candi Pembakaran & Sumur Suci. Menurut keterangan yang ada, candi ini terbuat dari batu andesit berukuran panjang 22,60 m, lebar 22,33 m dan tinggi 3,82 m. Disebut candi pembakaran, karena berdasarkan penemuan abu yang terdapat di sumuran candi sehingga orang-orang beranggapan bahwa bangunan ini pada masa lampau menjadi tempat pembakaran atau penyimpanan abu jenazah raja. Namun setelah diteliti kembali, abu tersebut merupakan sisa pembakaran kayu dan tidak ada indikasi sebagai bekas pembakaran tulang. 

Sumur berukuran 2,30 m x 1,80 m, kedalaman air pada musim kemarau sekitar 2 m sedangkan kedalaman sumur sekitar 5 m dari permukaan tanah. Dahulu air sumur ini digunakan dalam kegiatan upacara keagamaan di candi pembakaran. 

2. Paseban.



Terdiri dari 2 batur, paseban timur (panjang 24,6 m, lebar 13,3 m, tinggi 0,83 m). Dan bangunan paseban diperkirakan saling berhadapan, namun fungsinya belum dapat diketahui pasti. Dinamakan paseban karena berdasarkan analogi dengan bangunan kraton pada masa sekarang. Paseban adalah ruang tunggu bagi tamu yang akan menemui raja.


3. Keputren.



Terdiri dari 2 buah batur dari batu andesit yang berdampingan utara selatan dan menghadap ke barat. Batur selatan berukuran panjang 21,43 m, lebar 22,70 m dan tinggi 1,75 m. Di atas lantai terdapat umpak sebanyak 84 buah yang diduga sebagai tempat dudukan tiang kayu penyangga atap. Batur berukuran panjang 16,40 m, lebar 14,90 m terbuat dari batu andesit. lantai batur berbeda ketinggiannya, lantai yang tinggi berukuran 11,96 m x 14,90 m dengan tinggi 1,62 m, sedang lantai depan lebih rendah dengan ukuran 4,44 m x 14,90 m dan tinggi 82 m.

4. Kolam.



Kompleks kolam terbagi menjadi dua bagian, kolam utara dan kolam selatan. Kedua bagian kolam dipisahkan oleh dinding pagar dan dihubungkan dengan gapura. Kolam utara berbentuk persegi panjang, berjumlah 7 buah. 5 buah kolam berukuran besar dan dalam sedangkan 2 buah berukuran kecil dan dangkal. Kolam selatan terdapat 28 buah, 14 kolam berukuran besar berbentuk bundar, 13 buah berukuran kecil berbentuk bundar dan 1 buah berukuran kecil berbentuk segi empat. 

5. Goa.



Di situs Ratu Boko terdapat Gua Lanang dan Gua Wadon. Dinamakan gua Wadon karena terdapat semacam relief yang menggambarkan alat kelamin wanita (lambang yoni) di atas pintunya. Yoni adalah simbol kelamin wanita, biasanya dilengkapi dengan linggia yaitu simbol kelamin laki-laki, yang merupakan salah satu dewa Siwa dalam agama Hindu. Persatuan antara keduanya menyebabkan kesuburan. Diharapkan daerah di sekitar lingga dan yoni ikut menjadi subur dan makmur. Gua ini diduga berfungsi sebagai tempat untuk semedi. 


Tanpa terasa hari sudah sore, pukul 15.15 WIB. Saya harus segera menuju ke depan lagi, kalau tidak mau ketinggalan shuttle yang menjemput saya. Sayangnya saya tidak sempat menikmati sunset di Ratu Boko. Tapi apa boleh buat? Saya harus pulang ke Jogja. 

Saya pun minta diantar ke halte bus Trans Jogja, tetapi jalurnya tidak memungkinkan. Jadi saya turun di perempatan lampu merah dekat terminal Prambanan. Lumayanlah daripada saya harus jalan keluar dari Candi Prambanan ke halte. 






12 komentar:

  1. Hmmm udah bertahun-tahun nggak masuk ke candi Prambanan krn terakhir kesana kapok diputerin ke pedagang souvenir yg kayak labirin, panjang banget nggak habis2. Tapi kalau ke kompleksnya beberapa kali nonton Ramayana. Aku suka banget. Kalau ke Ratu Boko kebetulan waktu itu malah pas mau tutup jadi bisa dapet sunsetnya :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau saya kmrin lngsung keluar ke Ratu Boko, dr sana lngsung turun di dkt terminal jdnya nggak lewat ke pedagang souvenirnya. Lumayan jd ga jalan lg keluar dr dlm Candi Prambanan.
      Wow, seneng bgt bisa liat sunset di Boko.
      Btw, makasih ya udah mampir baca di sini :))

      Hapus
  2. Owalah.. Baru tahu ada paket semacam itu plus fasilitas transportasinya..
    Saia malah belum pernah ke Ratu Boko.. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tadinya sempat khawatir kalau ikut paket fasilitas nggak memuaskan tetapi ternyata semua pelayanan & fasilitas candi tu bagus semua. Ayo, kapan-kapan ke Candi Boko :))

      Hapus
  3. Belum pernah ke candi Prambanan dan candi Ratu Boko. Candi Prambanan mengingatkan saya akan cerita Roro Jonggrang & Bandung Bondowoso.

    BalasHapus
  4. Terakhir ke ratu boko pas kuliah. seruseruan bareng temen...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pasti seru ya kalo pergi rame-rame sama teman :)

      Hapus
  5. wah bagus yah tempatnya..sangat menarik.
    Salam

    BalasHapus
  6. wah bagus yah tempatnya..sangat menarik.
    Salam

    BalasHapus