Langsung ke konten utama

Ini Lho, 4 Harapanku yang Menunggu untuk Diwujudkan di Tahun 2018.


Halo, halo.
Gimana kabar teman-teman di tahun yang masih baru ini?
Nggak terasa ya, kita sudah melewati bulan Januari di tahun 2018. Rasanya masih belum basi bila ngomongin soal harapan atau target-target yang ingin kita capai. Istilah kerennya resolusi. Hmm, apakah kamu termasuk orang yang hobi nulis resolusi di tiap tahun atau bahkan bulan? Kalau aku, iya. Dibilang hobi, nggak juga. Pernah suatu kali aku maless banget nulis resolusi, karena kecewa di tahun yang dulu semua resolusiku gagal total. Akhirnya, saya melewati tahun itu dengan cara mengikuti segala apa yang ada saja. Baru setelah di akhir tahun itu aku evaluasi kembali, apa saja yang sudah aku hasilkan selama setahun. Hasilnya malah lebih buruk dari tahun sebelumnya. Sejak saat itu aku mulai belajar selalu menulis resolusi tiap akhir tahun, supaya hidupku jadi terarah.

Flashback Tahun 2017.

Image: Pixabay
Sebelum aku cerita apa aja harapanku di tahun 2018, yuk! Evaluasi dulu apa yang terjadi selama tahun 2017. Kalau kamu mau tahu apa resolusi saya tahun 2017, kamu bisa klik disini. Keberhasilan saya di tahun ini adalah bisa menikah dengan orang yang takut akan Tuhan, bertanggungjawab dan sayang keluarga. Selain itu dana yang kami perlukan pun ada dan cukup buat acara nikahnya. Jalannya pemberkatan dan acara syukuran pun lancar semua. Aku yakin hal ini karena kemurahan Tuhan sehingga semuanya berjalan baik.

Keberhasilan saya yang kedua adalah bisa mengisi blog ini dengan postingan yang yah, bisa dibilang cukup sering nge-post. Meski yang diposting hanya tulisan buat lomba blog dan nggak menang, paling banter kemarin dapat juara 3 (Yeee!). Tapi lumayanlah, nggak menang bukan berarti nggak dapat apa-apa. Mendapat hadiah hiburan saja udah bisa terhibur, termasuk salah satunya bisa nginep di hotel semalam, gratis! 

Di bidang menulis untuk dikirim ke media aku masih mlempem. Total cuma 1 resensi dan 1 cerpen remaja selama setahun. Parah banget, kan? Namun di tahun 2017 ada udara segar yang bisa mengisi kekosongan waktu yaitu dengan adanya peluang menulis di sebuah media online. 


4 HARAPAN YANG MENUNGGU DIWUJUDKAN DI TAHUN 2018.

Image: All Saint Church, Pasadena.
Jujur, memasuki tahun 2018 ini aku sedikit agak naik turun semangatnya. Gimana enggak? Sering ikut lomba blog tapi nggak pernah menang. Pengen usaha belum punya modal dan nggak punya tempat yang strategis seperti tempat mamaku di Purwokerto. Hanya kekuatan dari Tuhan yang membuatku bisa bertahan untuk tetap optimis menghadapi tahun ini. Dari Tuhan, saya punya harapan sebagai berikut:


1. Bisa jadi blogger profesional.

Awalnya saya punya blog untuk menyimpan tulisan-tulisanku yang dimuat di media, namun seiring berjalannya waktu aku justru memanfaatkan blog ini buat ikut giveaway ataupun lomba ngeblog. Sampai saat ini aku tuh masih buta soal Teknik SEO, cara bikin postingan yang bagus bahkan cara ngerapiin huruf aja masih belepotan. Maka harap maklum ya jika kalian yang baca blog ini rada pusing membacanya. 

Selain blog ini aku juga udah bikin 2 blog lain. Diharapkan 2 blog itu bisa jadi tempat belajar aku nulis, mengelola blog, belajar mendesain blog yang bagus. Siapa tahu aja dari situ aku jadi penulis atau blogger yang patut diperhitungkan. Bisa mempunyai domain berbayar dan ikut program yang bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah seperti toko online. 

2. Membuka usaha online.

Image: Pixabay
Sebenarnya sudah sejak dulu pengen belajar bisnis online, biar bisa jualan. Namun masih terkendala sama butanya teknologi yang aku miliki. Belum lagi cerita orang yang katanya jualan malah ditipu sama pembelinya. Hmm, jujur sih. Aku juga lebih merasa nyaman jika melakukan jual-beli lewat offline aja. Rasanya nggak deg-degan soalnya begitu membayar langsung dikasih barangnya. Kalau online kita mesti nunggu sampai 2-4 hari. Enaknya sih kita nggak perlu repot buat keluar cari barang sendiri di toko. Tinggal klik sana klik sini udah kayak jalan-jalan di mall. 

3. Menulis kembali untuk media cetak maupun online dan dimuat.

Pixabay
Setelah kosong di tahun 2017, saatnya mencoba kembali mengasah kemampuan untuk menulis cerpen dan resensi buku. Memang untuk awalnya, kembali menulis itu nggak mudah. Butuh penyangkalan diri buat mencapai impian yang ingin dicapai. Buat memulai aku usahain ada 1 cerpen, 1 resensi buku/film dan 1 artikel per minggu yang dibuat.

4. Bisa jadi juara 1 dalam lomba ngeblog.

Image: Pixabay.
Jadi juara 1 mungkin berat buat blogger pemula seperti aku. FYI, aku nggak pernah yang namanya kursus website apalagi kursus desain grafis. Namun tetap semangat dan optimis untuk bisa menakhlukan tantangan yang ada di setiap perlombaan. Sambil merapalkan doa yang bila yakin didoakan sangat besar kuasanya. Nggak ada yang mustahil bagi orang yang percaya termasuk buat seorang bernama Yustrini untuk menjadi juara 1 dalam lomba ngeblog, amiinnn. 


Cara untuk mewujudkan harapan itu supaya menjadi kenyataan.

Tidak ada seorang pun di dunia ini meraih kesuksesan secara instan. Semua harus dimulai dari sebuah langkah pertama untuk menggapai semua harapan itu. Salah satu faktor keberhasilan adalah dengan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan bisa diperoleh melalui banyak cara seperti bersekolah, kuliah, membaca buku, belajar otodidak dengan browsing internet ataupun kursus. Belajar sendiri tentu tidaklah mudah, karena tidak ada yang mengarahkan tahapan apa dulu yang harus dipelajari. Sebagai jalan keluar supaya mendapat ilmu yang pas adalah dengan mengikuti kursus. Apa yang diperlukan untuk menjadi blogger sekaligus pebisnis online? Tentu saja pengetahuan mengenai pembuatan website, desain grafis dan digital marketing. Nah, di sinilah lembaga kursus DUMET school bisa menjadi pilihan untuk belajar tentang pembuatan website secara lengkap. 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jangan Jadi Cewek Cengeng

Tulisan ini pernah aku kirim ke  lomba yang diadakan Penerbit Indiva tapi nggak lolos daripada terbuang mendingan kutampilkan di sini.
Girls Talk Series : Jangan Jadi Cewek Cengeng.
Jadi Cewek Cengeng atau Tegar, Semua Tergantung Kita.Hidup adalah pilihan. Beberapa di antaranya adalah hasil dari apa yang kau kerjakan, sedangkan yang lainnya mungkin terjadi tanpa alasan. Untuk menerimanya atau tidak, semua pilihan ada padamu. The Lavender House-Joseline F. Jana.
Pilih nangis atau hadapi.
Misal nih, tadi pagi kita telat bangun, baju belum disetrika, beruntung hujan tiba-tiba turun dengan derasnya sehingga sekolah memberi kelonggaran waktu masuk jadi sepuluh menit. Namun masalah belum berhenti di situ. Karena kamu lupa tidak membawa tugas yang harus dikumpulkan hari itu. Di bayanganmu ada sosok guru yang sudah siap memberi hukuman kepadamu. 
Apakah pilihanmu? Nangis atau hadapi apa pun yang terjadi? Kalau pilihanmu nangis di depan guru dan teman-teman berarti kamu termasuk cewek cengeng. …

Wisata ke Candi Prambanan & Candi Ratu Boko.

Hai, hai, hai! Kemana saja kalian menghabiskan liburan akhir tahun? Kalau saya memilih pergi mengunjungi candi Hindu tertinggi di Indonesia yaitu Candi Prambanan dan mengunjungi situs bangunan bersejarah Keraton Ratu Boko atau yang sering disebut juga Candi Ratu Boko. Letaknya berada di perbatasan antara provinsi Jateng dan DIY yaitu di Prambanan, Sleman, DIY. 

Turun dari bus Trans Jogja, saya langsung disambut oleh para tukang becak, tukang ojek yang berpakaian tradisional menawarkan jasa mereka. Tapi saya memilih untuk berjalan kaki menuju objek wisata. Nggak jauh-jauh amat kok, hanya sekitar 300 meter saja.
Mari mengenal Candi Prambanan.
Candi Prambananmerupakan candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 Masehi oleh Rakai Pikatan disempurnakan dan diperluas oleh Raja Lokapala dan Raja Balitung Maha Sambu. Kompleks candi ini memiliki 240 bangunan yang terdiri atas 3 bangunan candi utama, 3 candi wahana, 2 candi apit, 4 candi kelir, 4 candi patok dan 224 candi perwar…

[Resensi Novel] Love in Italy-Kisah Cinta 4 Sahabat di Kota Venice dan Verona

Menyusuri Kota Venice dan Verona Melalui Novel Romantis.
Judul buku  : Love in Italy-Kisah Cinta 4 Sahabat di Kota Venice dan Verona
Penulis     : Rofie Khaliffa
Penerbit    : Sheila
Tahun terbit : 2015
ISBN      : 978-979-29-5102-8

“Dalam bentuk kata aku bicara, namun dalam bicara tidak bisa berkata. Sementara dalam cinta, aku tidak bisa keduanya. Itulah cinta di balik mentari yang tak terlihat oleh mata...”
-Juliet Capulet- (Hal 180).

Kisah dimulai dari perkenalan tokoh bernama Juliet Capulet. Seorang gadis yang sangat menyukai kisah Romeo dan Juliet, sampai bermimpi untuk tinggal di Verona tepatnya di tempat rumah Juliet berada. Ia kuliah sekaligus bekerja di sana. Suatu hari ia bertemu dengan Pethra, mahasiswa dari Indonesia. Seorang pemuda tampan yang diam-diam menaruh hati kepada sahabat sejak kecil bernama Pelangi. Namun sayang, ia tak berani mengungkapkan perasaannya. Di sisi lain, Bizar teman Pelangi sejak SMA juga menaruh hati pada Pelangi. Bedanya Bizar terang-terangan menunju…