MENCOBA RESEP : Original Klappertaart.

Saya ceritanya sedang pengen menyimpan resep biar nggak hilang. Foto di bawah itu foto udah lama sekali nggak tahu kapan lupa. Kayaknya foto ini pas pertama kali nyoba resep Klappertart. Jangan lihat tampilannya. Kalo mau coba bikin lebih bagus dari saya silahkan, ada resep aslinya di bawah. Saya bukan orang yang hobi nyobain resep baru, tapi karena saya pernah pergi ke suatu toko kue dan dibelikan sebuah klappertart yang menurut saya enak pake banget tapi sayang harganya mahal dan porsinya kecil. Jadi saya mau bikin sendiri. Waktu itu nyari resepnya di internet aja. Nyari yang kira-kira nggak nguras kantong lah. Akhirnya, taraa... inilah karya saya! Maafin kalo fotonya yang enggak banget buat kalian. 

Sekedar berbagi nih, menurut saya Klappertart ini pembuatannya nggak sulit cuma dulu pernah waktu ngocok putih telur nggak bisa ngembang. Nggak tahu kenapa. Entah telurnya yang dingin atau tempatnya yang masih basah. Mungkin dua faktor itu bisa mempengaruhi hasil akhir. Jika putih telur nggak ngembang waktu dikocok, otomatis nggak akan bisa menutup adonan yang dibawahnya. 

Original Klappertaart

Bahan A :

500 ml Air kelapa
40 gr Tepung terigu
25 gr Tepung maizena
125 gr Gula pasir
75 gr mentega
½ sdt vanili
100 ml susu kental manis
3 buah kuning telur
25 gr kenari, cincang
25 gr kismis
150 gr daging kelapa muda





Bahan B :

3 putih telur
50 gr gula pasir
10 gr tepung terigu
2 sdt kayumanis bubuk


Cara Membuat:

1.      Campur 250 ml air kelapa dengan semua tepung, aduk sampai larut, sisihkan.
2.      Campur sisa air kelapa, gula pasir, mentega dan vanili masak sampai mendidih. Masukan larutan tepung, masak sampai adonan mengental.
3.      Tambahkan susu kental manis, aduk rata.
4.      Ambil sedikit adonan, campur rata dengan kuning telur. Tambahkan kenari, kismis dan kelapa muda aduk rata.
5.      Tuang adonan di pinggan tahan panas yang sudah diolesi mentega. Panggang di oven bersuhu 180`C selama 20 menit.
6.      Bahan  B: Kocok putih telur hingga mengembang, tambahkan gula pasir sedikit demi sedikit sambil dikocok hingga kaku. Tambahkan tepung terigu, aduk rata.
7.      Tuang adonan putih telur di atas adonan klappertart, taburi kayu manis bubuk. Panggang kembali di dalam oven dengan suhu 180`C selama 15 menit atau sampai klapppertart berwarna kecokelatan. Dinginkan.
8.      Simpan di dalam lemari es dan sajikan selagi dingin.



Kalau Saya Punya Laptop ASUS X555QA.





 Kegiatan Ngeblog Saya.


Sebenarnya saya bukanlah orang yang akrab bergaul sama yang namanya teknologi apalagi komputer. Bersyukur biar gaptek gini saya sudah mempunyai blog (walaupun masih ala kadarnya). Yang penting harus tetap rajin posting biar kalo ibarat rumah, jadi nggak terbengkalai sampai dipenuhi dengan sarang laba-laba. Terkadang semangat saya nulis sering turun ketimbang naiknya. Di satu waktu malah kelewat malas dan nggak pernah nulis baik di buku maupun di blog, akhirnya saya nekad harus nulis meskipun jelek. 

Salah satu siasat saya biar nulis terus adalah dengan mengikuti lomba blog, jadi lumayanlah buat latihan nulis sama menambah skill di dunia nulis sama blog. Mana mungkin saya tiba-tiba pinter sendiri tanpa belajar dan latihan, kan? Saya percaya blogger profesional yang penghasilannya udah jutaan bahkan ratusan juta nggak begitu aja jadi mahir. 

Trus, kamu pengen jadi blogger gitu, Yus?

Iya. Tapi saya butuh suatu alat yang mendukung kegiatan blogging saya. Apalagi saya tuh suka nongkrong di perpustakaan tapi jika saya di luar rumah maka kegiatan menulis saya terhenti. Pengen  deh, bisa nulis di cafe atau tempat-tempat asyik lainnya. Jadi nggak melulu mengurung diri di kamar berdua sama PC kesayangan suami, hu, hu, hu. Komputer punya suami? Hooh! Dia baik banget kan? Mau minjemin komputer selama dia pergi kerja. Iyalah, lebih ngirit gitu ketimbang membiarkan istrinya main ke Mall atau shopping, he, he.

Bicara soal laptop, saya sebenarnya udah ngidam pengen beli laptop sejak dulu kala sebelum nikah. Biar bisa ketak-ketik atau browsing di mana aja. Tapi, belum jua tercapai. Pilihannya banyak dari laptop murah, medium sampai yang super mahal. Kalau saya sih, maunya yang murah, tepat guna sama nggak berat kalo dijinjing. 


Melirik Laptop ASUS X555QA.

Pasti sudah banyak yang tahu kalo ASUS adalah merk yang cukup terkenal kualitasnya dan pernah mendapatkan penghargaan sebagai TOP Brand Award untuk kategori bisnis laptop di tahun 2017. ASUS juga merupakan produsen terbesar di Indonesia sejak 2013 lalu di bidang bisnis laptop Indonesia. Kabar baiknya, ASUS terus mengembangkan produk yang bisa dinikmati oleh kelas pemula seperti saya karena tidak perlu repot membeli dan menginstal sistem operasi pada laptop karena ASUS X555QA sudah dilengkapi dengan sistem operasi Window10. 

  
Saya nggak akan bicarain spesifikasi ala reviewer profesional atau ala orang yang kenal sama laptop, he, he. Kalo melihat dari kacamata saya, laptop ini memiliki layar yang cukup lebar yaitu sekitar 15 inci lebih. Desainnya lumayan bagus, keyboardnya juga lengkap disertai tempat yang luas buat menggerakkan tangan. 



Spesifikasi ASUS X555QA.

Main Spec.
ASUS X555QA
CPU
7th Gen AMD APU A10-9620P, 2M cache, 2.5GHz – 3.4GHz
Operating System
Windows 10 64-bit
Memory
4GB DDR4 2133MHz up to 16GB (Dual Channel Support)
Disk Drive
Super-Multi DVD-RW 8x
Storage
1.000GB SATA HDD
Display
15.6" HD 1366x768 (16:9) LED Backlit 60Hz Glare Panel with 45% NTSC
Graphics
AMD Radeon™ R5 Graphics, clock speed 720MHz
Input/Output
1 x RJ45 LAN, 1 x USB 2.0 port, 1 x VGA port, 1 x SD card reader, 2 x Type A USB3.0 (USB3.1 GEN1), 1 x COMBO audio jack, 1 x HDMI
Camera
VGA Web Camera
Connectivity
Dual-band 802.11 b/g/n or 802.11ac (optional), 10/100/1000/Gigabits Base T, Bluetooth 4.0
Audio
Built-in Stereo 2W Speakers and Microphone, ASUS SonicMaster Technology,
Support for Windows 10 Cortana
Dimension
38.2 x 25.6 x 2.58cm (WxDxH)
Weight
2.3Kg with Battery
Battery
37 Whrs Battery, up to 10 hours web browsing
MSRP
Rp6.099.000
Warranty
2 Tahun Global

Kalau Saya Punya ASUS X555QA.

Kalau ditanya kamu mau nggak dikasih ASUS X555QA? Ya, jelas maulah. Saya yakin nggak ada yang bakal nolak dikasih barang bagus kayak gitu. Dan jika seandainya saya yang beruntung nih bisa punya ASUS X555QA, saya akan berjuang buat jadi penulis yang beneran. Memang sekarang belum beneran ya? Bukan gitu maksudnya penulis yang produktif gitu, bisa nulis blog, bikin cerpen, bikin cerita FTV. Ya, walau tanpa laptop memang masih bisa pake PC desktop tapi kan nulis pake laptop itu lebih bebas di mana aja, di teras, di cafe, taman, perpustakaan atau tiduran sama laptopan juga bisa. 

Dengan ASUS X555QA ini memungkinkan saya lebih lama untuk beraktifitas karena ASUS melengkapi seri ini dengan teknologi ASUS Ice Cool yang membuat palm rest berada di kisaran suhu 28`C sampai 35`C. Jadi telapak tangan akan tetap nyaman walau sudah mengetik cukup lama. Teknologi Smart Gesture juga diterapkan supaya pemula seperti saya lebih mudah dalam mengoperasikan laptop ini. Teknologi ini mendukung berbagai perintah seperti menjepit zoom masuk keluar, gulir atau sentuh seperti zoom in atau out pinch zoom. 



Yang kedua, saya akan menonton film bersama pasangan di teras depan rumah sambil menikmati sajian teh hangat dan cemilan. Ha, ha, ha berkhayal dulu boleh, kan? 

ASUS X555QA ini dilengkapi dengan USB 3.0 yang memiliki 10x kecepatan USB 2.0 yang memungkinkan saya menyimpan foto atau file video ukuran besar dalam waktu singkat. Kabarnya nih, hanya butuh waktu 70 detik saja untuk mentransfer film berkualitas Blu ray 25 GB.  

Nggak lupa pastinya saya akan memutar musik karena laptop ini juga dibekali dengan Sonic Master Technology yang membuat suara menjadi makin jernih dan lebih hidup.

Merealisasikan cita-cita yang sejak dulu tertunda yaitu berbisnis online. Dengan laptop yang bisa dibawa kemana-mana tentu saya akan lebih leluasa mencatat dan menulis ketika sedang mengikuti seminar bisnis UMKM atau seminar menulis cerpen daripada hanya menulis di smartphone atau buku tulis. 


Artikel ini diikutsertakan pada Blog Competition ASUS AMD - Laptop For Everyone yang diselenggarakan oleh bocahrenyah.com.

Ini Lho, 4 Harapanku yang Menunggu untuk Diwujudkan di Tahun 2018.


Halo, halo.
Gimana kabar teman-teman di tahun yang masih baru ini?
Nggak terasa ya, kita sudah melewati bulan Januari di tahun 2018. Rasanya masih belum basi bila ngomongin soal harapan atau target-target yang ingin kita capai. Istilah kerennya resolusi. Hmm, apakah kamu termasuk orang yang hobi nulis resolusi di tiap tahun atau bahkan bulan? Kalau aku, iya. Dibilang hobi, nggak juga. Pernah suatu kali aku maless banget nulis resolusi, karena kecewa di tahun yang dulu semua resolusiku gagal total. Akhirnya, saya melewati tahun itu dengan cara mengikuti segala apa yang ada saja. Baru setelah di akhir tahun itu aku evaluasi kembali, apa saja yang sudah aku hasilkan selama setahun. Hasilnya malah lebih buruk dari tahun sebelumnya. Sejak saat itu aku mulai belajar selalu menulis resolusi tiap akhir tahun, supaya hidupku jadi terarah.

Flashback Tahun 2017.

Image: Pixabay
Sebelum aku cerita apa aja harapanku di tahun 2018, yuk! Evaluasi dulu apa yang terjadi selama tahun 2017. Kalau kamu mau tahu apa resolusi saya tahun 2017, kamu bisa klik disini. Keberhasilan saya di tahun ini adalah bisa menikah dengan orang yang takut akan Tuhan, bertanggungjawab dan sayang keluarga. Selain itu dana yang kami perlukan pun ada dan cukup buat acara nikahnya. Jalannya pemberkatan dan acara syukuran pun lancar semua. Aku yakin hal ini karena kemurahan Tuhan sehingga semuanya berjalan baik.

Keberhasilan saya yang kedua adalah bisa mengisi blog ini dengan postingan yang yah, bisa dibilang cukup sering nge-post. Meski yang diposting hanya tulisan buat lomba blog dan nggak menang, paling banter kemarin dapat juara 3 (Yeee!). Tapi lumayanlah, nggak menang bukan berarti nggak dapat apa-apa. Mendapat hadiah hiburan saja udah bisa terhibur, termasuk salah satunya bisa nginep di hotel semalam, gratis! 

Di bidang menulis untuk dikirim ke media aku masih mlempem. Total cuma 1 resensi dan 1 cerpen remaja selama setahun. Parah banget, kan? Namun di tahun 2017 ada udara segar yang bisa mengisi kekosongan waktu yaitu dengan adanya peluang menulis di sebuah media online. 


4 HARAPAN YANG MENUNGGU DIWUJUDKAN DI TAHUN 2018.

Image: All Saint Church, Pasadena.
Jujur, memasuki tahun 2018 ini aku sedikit agak naik turun semangatnya. Gimana enggak? Sering ikut lomba blog tapi nggak pernah menang. Pengen usaha belum punya modal dan nggak punya tempat yang strategis seperti tempat mamaku di Purwokerto. Hanya kekuatan dari Tuhan yang membuatku bisa bertahan untuk tetap optimis menghadapi tahun ini. Dari Tuhan, saya punya harapan sebagai berikut:


1. Bisa jadi blogger profesional.

Awalnya saya punya blog untuk menyimpan tulisan-tulisanku yang dimuat di media, namun seiring berjalannya waktu aku justru memanfaatkan blog ini buat ikut giveaway ataupun lomba ngeblog. Sampai saat ini aku tuh masih buta soal Teknik SEO, cara bikin postingan yang bagus bahkan cara ngerapiin huruf aja masih belepotan. Maka harap maklum ya jika kalian yang baca blog ini rada pusing membacanya. 

Selain blog ini aku juga udah bikin 2 blog lain. Diharapkan 2 blog itu bisa jadi tempat belajar aku nulis, mengelola blog, belajar mendesain blog yang bagus. Siapa tahu aja dari situ aku jadi penulis atau blogger yang patut diperhitungkan. Bisa mempunyai domain berbayar dan ikut program yang bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah seperti toko online. 

2. Membuka usaha online.

Image: Pixabay
Sebenarnya sudah sejak dulu pengen belajar bisnis online, biar bisa jualan. Namun masih terkendala sama butanya teknologi yang aku miliki. Belum lagi cerita orang yang katanya jualan malah ditipu sama pembelinya. Hmm, jujur sih. Aku juga lebih merasa nyaman jika melakukan jual-beli lewat offline aja. Rasanya nggak deg-degan soalnya begitu membayar langsung dikasih barangnya. Kalau online kita mesti nunggu sampai 2-4 hari. Enaknya sih kita nggak perlu repot buat keluar cari barang sendiri di toko. Tinggal klik sana klik sini udah kayak jalan-jalan di mall. 

3. Menulis kembali untuk media cetak maupun online dan dimuat.

Pixabay
Setelah kosong di tahun 2017, saatnya mencoba kembali mengasah kemampuan untuk menulis cerpen dan resensi buku. Memang untuk awalnya, kembali menulis itu nggak mudah. Butuh penyangkalan diri buat mencapai impian yang ingin dicapai. Buat memulai aku usahain ada 1 cerpen, 1 resensi buku/film dan 1 artikel per minggu yang dibuat.

4. Bisa jadi juara 1 dalam lomba ngeblog.

Image: Pixabay.
Jadi juara 1 mungkin berat buat blogger pemula seperti aku. FYI, aku nggak pernah yang namanya kursus website apalagi kursus desain grafis. Namun tetap semangat dan optimis untuk bisa menakhlukan tantangan yang ada di setiap perlombaan. Sambil merapalkan doa yang bila yakin didoakan sangat besar kuasanya. Nggak ada yang mustahil bagi orang yang percaya termasuk buat seorang bernama Yustrini untuk menjadi juara 1 dalam lomba ngeblog, amiinnn. 


Cara untuk mewujudkan harapan itu supaya menjadi kenyataan.

Tidak ada seorang pun di dunia ini meraih kesuksesan secara instan. Semua harus dimulai dari sebuah langkah pertama untuk menggapai semua harapan itu. Salah satu faktor keberhasilan adalah dengan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan bisa diperoleh melalui banyak cara seperti bersekolah, kuliah, membaca buku, belajar otodidak dengan browsing internet ataupun kursus. Belajar sendiri tentu tidaklah mudah, karena tidak ada yang mengarahkan tahapan apa dulu yang harus dipelajari. Sebagai jalan keluar supaya mendapat ilmu yang pas adalah dengan mengikuti kursus. Apa yang diperlukan untuk menjadi blogger sekaligus pebisnis online? Tentu saja pengetahuan mengenai pembuatan website, desain grafis dan digital marketing. Nah, di sinilah lembaga kursus DUMET school bisa menjadi pilihan untuk belajar tentang pembuatan website secara lengkap. 



Menyusuri Jejak Romantisme Para Raja Di Balik Pesona Keindahan Taman Sari (Water Castle).



Selain bangunan keraton, Yogyakarta menyimpan banyak bangunan lama lainnya seperti Taman Sari atau Water Castle/ Istana Air. Taman Sari merupakan situs bekas taman atau kebun istana Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Kebun ini dibangun pada tahun 1758-1765 pada zaman Sultan Hamengku Buwono I. Pada awalnya, bangunan ini memiliki luas lebih dari 10 hektar dengan sekitar 57 bangunan baik berupa gedung, kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air maupun danau buatan, pulau buatan serta lorong bawah air. Namun sekarang kondisinya memprihatinkan, karena danau buatan itu tidak lagi berisi air tetapi berubah menjadi pemukiman penduduk. Yang masih bisa dikunjungi sekarang adalah tempat permandian, Sumur Gumuling, reruntuhan Pulo Kenongo, lorong air dan sebagian lemari penyimpanan pakaian. 

Ada dua jalan menuju ke tempat ini, yang pertama lewat jalur wisata Taman Sari dan yang kedua adalah lewat Pasar Ngasem. 


Pintu masuk Obyek Wisata Taman Sari. Tiket masuk cukup murah hanya Rp. 5000/orang untuk wisatawan lokal dan Rp. 12.000/orang untuk wisatawan asing. Namun jika membawa kamera kita dikenakan biaya lagi dan tidak boleh memakai kamera drone di tempat ini. Di sini banyak penduduk sekitar yang menawarkan jasanya untuk menjadi pemandu wisata. Biaya yang diminta biasanya sukarela tetapi umumnya wisatawan lokal memberi sekitar 30 ribu sampai 100 ribu tergantung keikhlasan. 















Reruntuhan bangunan Taman Sari dilihat dari pintu masuk Pasar Ngasem atau Plaza Ngasem. Danau buatan yang tadinya berisi air dan mengelilingi bangunan Pulo Kenongo kini telah berubah menjadi rumah padat penduduk.




Pemandangan taman yang tersisa sekarang masih menggambarkan keindahan arsitektur bangunan Taman Sari di masa lalu. Hanya bagian ini yang sepertinya bersih dari rumah penduduk.


Pemukiman penduduk yang berubah menjadi Desa Wisata.




Seiring berjalannya waktu, maka banyak rumah yang bermunculan di sekitar Taman Sari. Kampung ini pun berbenah seiring dibukanya obyek wisata Taman Sari. Mulai dari lukisan batik, pembuat batik Taman Sari, Kaos Lukis, kerajinan tangan dan cinderamata khas Taman Sari. Sebagian penduduknya pun banyak yang menjadi guide dan penjual makanan.


Pulo Kenongo.



Bisa dilihat bahwa bangunan ini tadinya bertingkat dua. Jika naik ke bagian atas maka akan terlihat kawasan keraton dan sekitarnya. Perlu diperhatikan jika berjalan-jalan di kawasan ini karena sebagian bangunan hanyalah tinggal puing-puing tembok yang roboh.

Kolam Permandian.



Inilah bagian yang paling eksotis dari Taman Sari. Kolam pemandian atau Umbul Pasiraman yaitu tempat raja, ratu, puteri raja dan para selir mandi yang terbagi dalam 3 bagian yang masing-masing dipisahkan oleh pintu gerbang. Salah satunya ada menara yang tinggi tempat raja melihat para selirnya mandi. Sedangkan di bagian bawah kanan kirinya terdapat ruangan untuk para puteri dan selir raja berganti pakaian.



Bangunan yang tinggi bertingkat tiga adalah periuk atau tempat untuk raja bersolek. Bagian bawah adalah tempat selir dan permaisuri untuk bercermin.



Kolam permandian dilihat dari bangunan tinggi yang tadi. Mungkin ditempat inilah Raja melihat para selirnya mandi. Perlu diketahui walaupun bangunan ini bertingkat tiga, tetapi tingginya tidak seperti bangunan bertingkat tiga sekarang.

Sumur Gumuling. 


Bagian atas kanan adalah pintu masuk ke Sumur Gumuling, kita harus melewati lorong panjang seperti di sebelah kanan atas. Bagian kiri bawah adalah bangunan yang dulu digunakan sebagai Masjid. Bentuk bangunan yang melingkar berbeda dengan bentuk Masjid pada umumnya ini membuat suara yang ada menjadi bergema.

Situs Sumur Gumuling dilihat dari Situs Pulo Kenongo (bangunan yang berbentuk melingkar) hampir tertutup oleh pemukiman penduduk. 

Sekedar tips saat berwisata ke Taman Sari:

1. Pakailah topi untuk melindungi diri dari panas matahari yang sangat terik terutama saat di kawasan Pulo Kenongo.
2. Bawalah air minum saat jalan ke dalam istana.
3. Jangan mengambil atau memetik sesuatu tanaman atau benda apapun di dalam area Taman Sari, karena ada suatu kepercayaan masyarakat bahwa apa yang ada di sini dikeramatkan.
4. Selalu bersikap sopan saat bertemu dengan penduduk di sekitar tempat wisata.
5. Sebaiknya pakailah jasa guide atau membuka internet tentang bagian-bagian Taman Sari karena keterangan di tempat ini sangat minim.
6. Selalu perhatikan jika hendak melewati pintu atau lorong karena bangunan pintu di sini pendek-pendek.

Sumber bacaan: Wikipedia Indonesia, Travel Detik.com, YogYes.com
Sumber foto: dokumen pribadi, Tripadvisor.co.za (Pintu masuk Sumur Gumuling) & Jelajah Wisata Kota Jogja (Masjid Sumur Gumuling). 

Wisata ke Candi Prambanan & Candi Ratu Boko.





Hai, hai, hai! Kemana saja kalian menghabiskan liburan akhir tahun? Kalau saya memilih pergi mengunjungi candi Hindu tertinggi di Indonesia yaitu Candi Prambanan dan mengunjungi situs bangunan bersejarah Keraton Ratu Boko atau yang sering disebut juga Candi Ratu Boko. Letaknya berada di perbatasan antara provinsi Jateng dan DIY yaitu di Prambanan, Sleman, DIY. 

Terminal Giwangan, Yogyakarta.

Perjalananku dimulai dari Terminal Giwangan, Yogyakarta. Menaiki jalur 3A Trans Jogja dan berganti jalur 1A di Halte Jl. Janti depan JEC. Naik Bus Trans Jogja cukup menghemat tenaga dan biaya juga lho! Karena cukup membayar Rp. 3.500,00 saja kita sudah sampai ke Terminal Prambanan. Kita tak perlu membayar lagi untuk berganti jalur ke tempat tujuan. Trans Jogja ini merupakan kendaraan yang murah, aman, nyaman dan sangat membantu masyarakat Jogja untuk bepergian. Hanya diperlukan kesabaran jika bus sedang penuh dan agak lama menunggu bus datang di halte.


Taman Perdamaian di depan Terminal Prambanan.

Turun dari bus Trans Jogja, saya langsungt disambut oleh para tukang becak, tukang ojek yang berpakaian tradisional menawarkan jasa mereka. Tapi saya memilih untuk berjalan kaki menuju objek wisata. Nggak jauh-jauh amat kok, hanya sekitar 300 meter saja.

Mari mengenal Candi Prambanan.



Candi Prambanan merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 Masehi oleh Rakai Pikatan disempurnakan dan diperluas oleh Raja Lokapala dan Raja Balitung Maha Sambu. Kompleks candi ini memiliki 240 bangunan yang terdiri atas 3 bangunan candi utama, 3 candi wahana, 2 candi apit, 4 candi kelir, 4 candi patok dan 224 candi perwara. Ketiga candi utama adalah Candi Siwa, Candi Brahma dan Candi Wisnu. Candi Siwa terletak di bagian paling tengah dari kompleks candi Prambanan dengan tinggi 47 m serta merupakan bangunan candi tertinggi di Indonesia.


Halaman pintu masuk ke Candi Prambanan. 

Begitu tiba di depan loket, saya langsung disambut oleh para petugas customer service yang menawarkan berbagai paket wisata candi. Ada 3 paket yang ditawarkan yaitu tiket Candi Prambanan saja sebesar Rp. 40.000,00, paket wisata Candi Prambanan-Candi Plaosan Rp. 60.000,00 dan paket wisata Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko. Nah, kebetulan saya belum pernah ke Candi Ratu Boko jadi saya memilih paket wisata yang ke-3 seharga Rp. 75.000,00. Menurut keterangan petugas, saya nanti akan diantar jemput menggunakan shuttle untuk menuju ke tempat wisata Candi Ratu Boko yang letaknya sekitar 3 Km dari Candi Prambanan ke arah selatan,



Sambil beristirahat saya iseng memotret tiket masuk ke candi.

Sebelum masuk ke dalam area candi, kami harus melewati mesin detektor dulu. Tas ransel milik suami juga diperiksa, katanya tidak boleh membawa senjata tajam atau benda berbahaya ke dalam sana. Hmm, cukup ketat juga ya keamanannya. Petugasnya juga ramah-ramah, seseorang diantaranya ada yang menjelaskan tiket mana saja yang harus kami simpan dan mana yang harus di scan di pintu masuk.


Ucapan selamat datang bagi wisatawan.
Bayangan saya jika pergi ke candi pasti bakal menemukan tempat yang gersang tetapi tidak di area Candi Prambanan. Di sini saya menemukan taman yang sangat indah dan asri. Sepertinya nggak rugi deh, membayar tiket sebesar Rp. 40.000, 00 untuk sekali masuk Candi Prambanan karena benar-benar dikelola dengan baik. Petugas kebersihan pun selalu dengan sigap membersihkan area taman sehingga tidak banyak sampah betebaran di mana-mana. Tak heran jika Candi Prambanan masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO dan menjadi salah satu candi terindah di Asia Tenggara. 
Di bagian kiri atas adalah tempat informasi, jika kita ingin mengetahui tentang sejarah Candi Prambanan bisa bertanya di sini. Atau meminta guide untuk menemani kita menyusuri kawasan candi. Kalau tidak salah kita hanya akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp. 100.000,00. Di pojok kanan atas, ada petugas berpakaian prajurit. Buat kamu yang senang foto, bisa berfoto ria dengan mereka. Di bawahnya ada batu prasasti peresmian Taman Wisata Candi Prambanan oleh Bapak Presiden kedua RI, Soeharto pada tanggal 6 Juli 1989. Bagian bawah adalah taman sebelum masuk kawasan Candi. 




Saya duduk-duduk di bawah pohon berteduh sambil menikmati keindahan candi dari kejauhan. Di belakang saya ada semacam karakter film seperti aladin, transformer, sinterklas dan burung hantu. Bagi yang ingin berfoto bersama mereka bisa lho, karena di situ disediakan photo booth sederhana.





Kamu juga bisa menyewa pakaian tradisional Jawa untuk dipakai berfoto di bangunan candi. Hmm, pasti hasilnya menarik ya? Tapi saya tidak mencoba karena malas berganti kostum dalam cuaca yang cukup terik siang itu. Lagipula agak mendung jadi untuk berfoto sepertinya hasil jadi kurang baik. 

Tiga candi terbesar di kawasan Prambanan. Yang tengah adalah Candi Siwa. Waktu saya ke sana, sedang ramai-ramainya liburan Natal & Tahun Baru. Tapi tidak menyurutkan semangat saya untuk keliling candi. 


Mitos & Legenda Candi Prambanan.





Beberapa relief-relief yang ada di Candi Prambanan.

Ada mitos yang berkembang di masyarakat Prambanan, yaitu pasangan yang belum menikah akan putus setelah masuk ke dalam candi Roro Jonggrang. Dan bila ada pengunjung yang bersikap tidak sopan di dalam area candi maka akan mengalami kesurupan. Benar tidaknya mitos itu, yang penting kita harus senantiasa menjaga sikap kita saat berkunjung ke mana pun. Ibarat bertamu harus bersikap sopan dan tidak bersikap merusak supaya tidak membuat sang pemilik rumahnya marah, kan?

Bicara Candi Prambanan maka tidak akan lepas dengan cerita rakyat Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Pada jaman dahulu kala, ada seorang raja yang bernama Prabu Boko yang menjadi Raja Prambanan. Ia memiliki putri yang sangat cantik bernama Roro Jonggrang. 
Suatu hari ada Kerajaan lain bernama Pengging yang mempunyai putra bernama Bandung Bondowoso. Ayahnya memerintahkan putranya untuk menyerang kerajaan Prambanan. Pasukan Bandung Bondowoso pun berhasil mengalahkan pasukan Raja Boko bahkan membunuh Raja Boko itu sendiri. 

Bandung Bondowoso akhirnya tinggal di istana dan jatuh cinta pada Roro Jonggrang dan meminta untuk menjadi istrinya. Tentu saja Roro Jonggrang tidak mau, namun ia tidak bisa begitu saja menolak permintaan Bandung. Ia pun mengajukan syarat yang sangat mustahil untuk dilakukan yaitu membangun dua buah sumur dan 1000 candi dalam satu malam. Namun dengan kesaktian Bandung Bondowoso dan dengan dibantu oleh jin, ia bisa menyelesaikan bangunan candi dalam waktu yang sangat singkat. 

Roro Jonggrang pun gelisah, ia mencari cara untuk menggagalkan usaha Bandung Bondowoso. Akhirnya ia memanggil dayang-dayangnya untuk membakar jerami dan menabuh lesung. Api yang berasal dari jerami yang dibakar dan kegaduhan tabuhan lesung membuat para jin menjadi panik karena mengira pagi telah datang. Mereka pun pergi meninggalkan pekerjaan mereka yang belum selesai. Mengetahui bahwa usahanya digagalkan oleh Roro Jonggrang, Bandung Bondowoso menjadi marah dan mengutuk Roro Jonggrang untuk menjadi arca di dalam salah satu candinya. Arca ini dapat kita temukan di dalam salah satu ruangan dalam Candi Siwa. 



Ini adalah Monumen Gempa 27 Mei 2006. Candi Prambanan pernah mengalami kerusakan yang sangat parah saat terjadi gempa bumi berkekuatan 5,9 SR tahun 2006. Kerusakan terjadi pada runtuhnya batuan atap dan pagar pada Candi Siwa, Candi Brahma, Candi Wisnu, Candi Wahana dan Candi Apit. Untunglah para ahli geologi, ahli teknik sipil dan ahli berbagai ilmu lainnya bisa menyelamatkan dan memugar Candi Prambanan sehingga masih bisa dinikmati sampai sekarang. Kabarnya baru tahun 2014 kemarin, Candi Siwa selesai dipugar. Untuk mengingat peristiwa gempa tersebut, ada satu bangunan yang sengaja disusun tidak rapi dan sedikit miring yaitu candi Apit Utara. Bahkan batu yang jatuh atau ratna kemuncak Candi Apit Utara tidak dikembalikan ke posisinya semula untuk memberitahukan kepada kita, betapa dahsyatnya guncangan gempa sampai meluluhlantakan bangunan candi. 




   

Selesai berkeliling Candi Prambanan kita akan melewati lapangan hijau yang luas dan taman yang indah. Jika tak kuat berjalan lagi, kita bisa menaiki kereta taman seharga Rp. 10.000, 00 per orang  berkeliling menuju ke 3 candi lainnya yang masih berada di kompleks Candi Prambanan. 




Alternatif lainnya juga ada, jika mau berkeliling 3 candi dengan mobil golf, cukup membayar Rp. 20.000,00 per orang selama kurang lebih 15 menit. Atau kelas VIP dengan 4 kursi Rp. 250.000,00 dan 8 kursi Rp. 500.000,00.




Selain Candi Prambanan, ada 3 candi lain yang masih berada di kompleks obyek wisata ini yaitu Candi Sewu, Candi Bubrah dan Candi Lumbung. Sebelum melanjutkan perjalanan ada baiknya mencicipi jamu godhog di Cafe Jamu dan juga serabi solo untuk memulihkan tenaga yang terkuras setelah mengelilingi candi-candi. 


Menuju ke Candi Ratu Boko.



Mendapat nomor antrean untuk naik shuttle menuju Situs Candi Ratu Boko. Untunglah tidak menunggu lama kami langsung diangkut ke tempat tujuan. 




Inilah kendaraan yang mengantar dan menjemput kami. Tidak perlu membayar transport lagi karena sudah termasuk dalam satu paket Prambanan-Boko. Selama 15 menit perjalanan kami menikmati keindahan alam Prambanan yang mempesona. 



Kami langsung turun di depan pintu loket Candi Ratu Boko, kami tidak perlu membeli tiket lagi. Cukup menyerahkan tiket yang sudah kami beli tadi di Candi Prambanan.



Berbeda dengan Candi Prambanan, situs purbakala Candi Ratu Boko ini merupakan bekas istana yang terdiri dari beberapa bagian bangunan. Pintu yang pertama terbuat dari batuan andesit namun lantai dan tembok tangganya terbuat dari batu kapur putih halus. Jadi candi ini lebih mirip dengan keraton. Berada di perbukitan dengan ketinggian 200 meter dari permukaan laut, memungkinkan kita bisa menyaksikan pemandangan sebagian kota Jogja dan menikmati sunset yang indah dari tempat ini.



Candi Prambanan bisa terlihat jelas dari Keraton Ratu Boko yang terletak di ketinggian. 



Suasana taman yang indah di pelataran Candi Ratu Boko.Ada photo booth juga di tempat ini, kita cukup membayar Rp. 5000,00 saja untuk mengambil gambar. 





Candi Ratu Boko yang meruntuhkan imajinasi saya tentang bangunan candi-candi pada umumnya.


Sejarah Candi Ratu Boko. 



Di pelataran candi, kita akan disambut oleh kesenian dari warga sekitar. Uniknya alat musik yang mereka gunakan adalah alat pemecah padi yaitu lesung tradisional dan lagu yang mereka nyanyikan adalah tentang cerita rakyat Roro Jonggrang.  Lho apakah hubungan antara Candi Ratu Boko dengan Roro Jonggrang? Secara legenda, memang iya. Ratu Boko diyakini sebagai ayah dari Roro Jonggrang.

Tetapi jika menyelami sejarah, asal usul keberadaan Istana Ratu Boko ini masih menjadi misteri dan simpang-siur tentang siapa yang mendirikannya. Ada sebuah prasasti ditemukan di situs ini, bukti tertua dengan angka 792 masehi. Prasasti ini menyebutkan nama Tejahpurnpane Panamkorono yang diperkirakan sebagai Rakai Panangkaran, tokoh yang membangun Candi Borobudur, Candi Sewu dan Candi Kalasan. Beberapa pakar sejarah memiliki pandangan istana ini merupakan bangunan antara benteng keraton dan bukan candi tempat pemujaan dengan adanya penemuan sisa dinding benteng dan parit kering serta sisa pemukiman penduduk. 




Mulai memasuki pelataran Candi Ratu Boko.



Ini adalah gerbang utama Candi Ratu Boko. 

Bagian-bagian dari Candi Ratu Boko.

1. Candi Pembakaran & Sumur Suci.


Di sebelah kiri, kita akan menjumpai Candi Pembakaran & Sumur Suci. Menurut keterangan yang ada, candi ini terbuat dari batu andesit berukuran panjang 22,60 m, lebar 22,33 m dan tinggi 3,82 m. Disebut candi pembakaran, karena berdasarkan penemuan abu yang terdapat di sumuran candi sehingga orang-orang beranggapan bahwa bangunan ini pada masa lampau menjadi tempat pembakaran atau penyimpanan abu jenazah raja. Namun setelah diteliti kembali, abu tersebut merupakan sisa pembakaran kayu dan tidak ada indikasi sebagai bekas pembakaran tulang. 

Sumur berukuran 2,30 m x 1,80 m, kedalaman air pada musim kemarau sekitar 2 m sedangkan kedalaman sumur sekitar 5 m dari permukaan tanah. Dahulu air sumur ini digunakan dalam kegiatan upacara keagamaan di candi pembakaran. 

2. Paseban.



Terdiri dari 2 batur, paseban timur (panjang 24,6 m, lebar 13,3 m, tinggi 0,83 m). Dan bangunan paseban diperkirakan saling berhadapan, namun fungsinya belum dapat diketahui pasti. Dinamakan paseban karena berdasarkan analogi dengan bangunan kraton pada masa sekarang. Paseban adalah ruang tunggu bagi tamu yang akan menemui raja.


3. Keputren.



Terdiri dari 2 buah batur dari batu andesit yang berdampingan utara selatan dan menghadap ke barat. Batur selatan berukuran panjang 21,43 m, lebar 22,70 m dan tinggi 1,75 m. Di atas lantai terdapat umpak sebanyak 84 buah yang diduga sebagai tempat dudukan tiang kayu penyangga atap. Batur berukuran panjang 16,40 m, lebar 14,90 m terbuat dari batu andesit. lantai batur berbeda ketinggiannya, lantai yang tinggi berukuran 11,96 m x 14,90 m dengan tinggi 1,62 m, sedang lantai depan lebih rendah dengan ukuran 4,44 m x 14,90 m dan tinggi 82 m.

4. Kolam.



Kompleks kolam terbagi menjadi dua bagian, kolam utara dan kolam selatan. Kedua bagian kolam dipisahkan oleh dinding pagar dan dihubungkan dengan gapura. Kolam utara berbentuk persegi panjang, berjumlah 7 buah. 5 buah kolam berukuran besar dan dalam sedangkan 2 buah berukuran kecil dan dangkal. Kolam selatan terdapat 28 buah, 14 kolam berukuran besar berbentuk bundar, 13 buah berukuran kecil berbentuk bundar dan 1 buah berukuran kecil berbentuk segi empat. 

5. Goa.



Di situs Ratu Boko terdapat Gua Lanang dan Gua Wadon. Dinamakan gua Wadon karena terdapat semacam relief yang menggambarkan alat kelamin wanita (lambang yoni) di atas pintunya. Yoni adalah simbol kelamin wanita, biasanya dilengkapi dengan linggia yaitu simbol kelamin laki-laki, yang merupakan salah satu dewa Siwa dalam agama Hindu. Persatuan antara keduanya menyebabkan kesuburan. Diharapkan daerah di sekitar lingga dan yoni ikut menjadi subur dan makmur. Gua ini diduga berfungsi sebagai tempat untuk semedi. 


Tanpa terasa hari sudah sore, pukul 15.15 WIB. Saya harus segera menuju ke depan lagi, kalau tidak mau ketinggalan shuttle yang menjemput saya. Sayangnya saya tidak sempat menikmati sunset di Ratu Boko. Tapi apa boleh buat? Saya harus pulang ke Jogja. 

Saya pun minta diantar ke halte bus Trans Jogja, tetapi jalurnya tidak memungkinkan. Jadi saya turun di perempatan lampu merah dekat terminal Prambanan. Lumayanlah daripada saya harus jalan keluar dari Candi Prambanan ke halte.