Maker Fest 2018 Yogyakarta, Bentuk Apresiasi untuk Produk Kreasi Lokal Indonesia.

Acara Maker Fest 2018 di Lap. Parkir Mandala Krida, Yogyakarta.

Hai, hai, hai. Gimana kabar kalian semua? Saya selalu berdoa agar kalian tetap dalam keadaan sehat selalu biar bisa mengunjungi catatan saya ini. Makasih sebelumnya buat kamu-kamu yang udah menyempatkan diri untuk membaca blog saya yang agak berantakan.

Kali ini saya mau mengulas saat saya pergi ke Maker Fest 2018 yang telah diadakan di Yogyakarta pada tanggal 15 & 16 September 2018 kemarin. Soal Maker Fest sebenarnya saya udah secara sekilas tahu lewat iklan di IG tapi nggak tertarik juga. Sampai waktu mau datang KKR di gereja yang ada di Jogja City Mall suami saya menangkap ada booth Maker Fest 2018 karena penasaran, kami langsung aja ke sana. Sama mas-mas yang nunggu malah ditawari untuk mendapatkan merchandise gratis dari Tokopedia. Wah, pucuk dicinta ulam pun tiba. Kalo untuk yang gratis, kami berdua sih cepet. Ha, ha, ha.

Foto dulu buat diupload di IG.

Ok, kami harus melakukan syaratnya lebih dulu. Simple kok, cuma foto di booth yang sudah disediakan, upload ke Instagram dengan men-tag 10 teman (agak berat sih, karena saya sungkan buat ngasih tag ke teman IG, takut mengganggu). Trus suruh daftar di web Maker Fest 2018 Yogya, lalu men-download barcode, foto cekrek, upload. Udah deh,langsung dapat merchandise. Pilihannya ada gantungan kunci, tote-bag, kaos. Kami pilih kaos aja. Lumayan kan?

Apa Itu Maker Fest 2018?

Pintu gerbang masuk ke Maker Fest 2018. Cukup tunjukkin aplikasi Tokopedia kamu di HP untuk bisa masuk.

Sebenarnya saya juga nggak begitu ngeh sama Maker Fest 2018, tetapi jika melihat acaranya itu merupakan sebuah wadah di mana para pengusaha produk lokal atau pemilik ide usaha baru bisa memperkenalkan produknya lewat kompetisi dan festival yang diadain sama sebuah perusahaan e-commerce yaitu Tokopedia. Mereka nantinya bersaing untuk memenangkan hadiah untuk tiga merk produk kreasi lokal terbaik yaitu berupa pembinaan bisnis, pendampingan pemasaran merk dan menjadi ikon kreator bisnis untuk makers di seluruh Indonesia.

Jadwal acara.
Maker Fest 2018 ini sudah diadakan di Medan, Padang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan akan hadir di Makasar dan yang terakhir ada di Denpasar. Akan ada 30 kreator terpilih dari setiap kota. Dan para kreator inilah yang akan berjualan dan memperkenalkan produk ke pengunjung saat Rundown MakerFest 2018 berlangsung. Di sana ada workshop, talkshow, bazaar dan musik. Kalo di Jogja udah berlangsung kemarin pas tanggal 15-16 September, di Surabaya akan berlangsung tgl 29-30 September, Makasar 13 & 14 Oktober dan Denpasar tgl 3 & 4 November. Buat kamu yang berminat mau daftar kompetisi masih di buka kesempatan untuk event di Makasar dan Denpasar. Untuk lebih jelasnya buka aja di Maker Fest 2018.

Ada point reward kalo kamu ikut workshop atau memberi rating ke booth yang bertanda "Rate Me".

Trus besoknya kami pergi ke lapangan parkir Mandala Krida untuk melihat ada apa sih di sana. Acaranya sih nggak begitu menarik buat saya. Tapi saya semangat minta scan barcode di setiap booth yang bertanda "rate me" buat ngumpulin poin yang bisa ditukar sama merchandise Maker Fest 2018. Ada juga merchandise dari Tokopedia saat kita bayar produk digital di stan Tokopedia.


Creatif Talkshow sama Achmad Cliff Yusron dan Herlina Dewi dari Stiletto Books.
Suami saya nggak mau diajak muterin stan tapi dia cuma duduk di sebuah foto booth dan kejepret-jepret sama orang-orang yang selfi. Ha, ha, ha. Saya kembali saat udah capek lihat-lihat sambil minta scan. Agak gimana gitu, karena kebanyakan booth malah gadget yang buat scan lagi dibawa-bawa buat cari rate ke booth lain. 

Panggung musik yang belum begitu ramai oleh pengunjung.
O ya, untuk dapat masuk ke Maker Fest 2018 pastikan kamu sudah mendownload aplikasi Tokopedia di smartphone kamu untuk ditunjukan ke petugas. Nggak perlu khawatir, acara ini gratis kok. Ada juga permainan seru, foto booth, stan makanan, booth NET TV, workshop dan penampilan dari Sungai, Rubah di Selatan, Bravesboy, Pusakata, Gie, Tashoora, The Rain dan Mocca juga Raisa. Kegiatan Maker fest 2018 ini akan ada juga di Makasar dan Denpasar pada bulan Oktober dan November mendatang. Ikuti IG Maker Fest untuk info selanjutnya. Dah!!

Berlibur 2 Hari 1 Malam di Kaliurang, Yogyakarta (Part 2).


Part 2 (desain by Canva).

Setelah melalui malam yang amat dingin, berisik dan susah tidur sampailah kami pada hari yang kedua. Pukul 7 kami baru benar-benar terbangun dan menyadari kalo hari sudah pagi. Rasanya masih belum cukup tidur karena baru sekitar jam 4 atau jam 5 kami benar-benar bisa tertidur lelap. Makasih buat pihak vila yang memperkerjakan pegawainya sampai malam sehingga tamu keberisikan. Tapi sudahlah lupakan semuanya, kini kami harus menyiapkan fisik untuk jalan-jalan lagi. Dan yang harus kami lakukan pertama kali adalah mandi dengan air yang dingin seperti es.

Sarapan kami dari Fuji Vila Kaliurang

Suami saya yang lebih dulu mandi. Sementara saya sarapan crackers agar tidak terlalu lapar karena udara dingin membuat saya lebih cepat lapar, ha, ha, ha. Sekitar jam setengah delapan saya memberanikan untuk mandi bebek. Pokoknya asal badan terkena sabun dan dibilas air shower yang aliran airnya seakan tak berperasaan membuat badan saya gemetaran. Akhirnya saya berhasil juga melewati mandi pagi yang amat menyiksa itu (agak lebay, ya?).

*Museum Ullen Sentalu.

Pintu masuk ke Museum Ullen Sentalu.




Museum ini diresmikan tahun 1997 oleh Menparpostel, Joop Ave. 
Harga tiket masuk ke Ullen Sentalu. 

Selesai mandi akhirnya sarapan datang juga. Nasi goreng pedas, telur goreng, nugget ayam dan salak cukup membuat saya kenyang. Selesai sarapan kami jalan-jalan sebentar di sekitar Taman Kaliurang. Karena masih sepi kami memilih tidak masuk ke taman tetapi justru berjalan ke kiri bila dari arah vila.

Nggak jauh dari Wisma Kinasih (tempat retreat) terdapat sebuah Museum Ullen Sentalu. Kami berjalan terus ke sana namun seperti kisah pertama, nggak jadi masuk lagi karena waktunya mepet sementara kalau mau masuk ke museum harus pakai guide dan ikut rombongan. Padahal jam 12 siang kami harus check out dari vila, sementara itu kami harus menunggu ada pengunjung lainnya datang. Harga tiket untuk wisatawan dalam negeri 40 ribu untuk dewasa, 20 ribu untuk anak-anak. Untuk wisatawan asing 60 ribu dewasa, 40 ribu anak-anak.
Jalan-jalan pagi ke Taman Kaliurang & Museum Ullen Sentalu.
Kembali ke Fuji Villa lewat jalan kampung, ternyata di sini banyak sekali tempat penginapan ada yang sederhana, mewah, kamar sedikit sampai kamar yang banyak ada semua. Kalo yang di dalam kebanyakan rumah penduduk yang berubah fungsi 

*Menara Pandang. 

Di Menara Pandang Gunung Merapi sekitar 6 Km dari puncaknya. 

Sekitar pukul 11 kami check out dari hotel dan pergi ke Menara Pandang yang jaraknya 6 km jika ditarik garis lurus dari puncak Merapi. Hampir bisa dikatakan tidak ada pengunjung ketika kami ke sana. Tempatnya agak seperti taman bermain, ada beberapa kios dekat lokasi parkir. Tiket masuk 2000/orang dan 2000 untuk sepeda motor. Murah, kan? Saya pilih wisatanya yang murah terus ya? Pletak *tepukjidatsendiri. 


*Taman Nasional Gunung Merapi.



Taman Nasional Gunung Merapi.

Lanjut dari Menara Pandang kami ke Taman Nasional Gunung Merapi, kalo umumnya sih tempat ini disebut Kaliurang. Ciri khas tempat ini adalah Tugu Elang Jawa yang merupakan hewan paling dilindungi dan kawasan ini adalah tempat habitat bagi mereka yang kian hari makin sedikit. Mungkin sekarang jumlahnya tidak lebih dari 10 ekor.

Selain Elang Jawa, hewan yang hidup dilindungi di sini adalah kera ekor panjang atau kalo orang sana bilang monyet atau munyuk. Mereka suka beraktivitas di dekat manusia. Jangan heran jika ada kera yang tiba-tiba merebut makanan kita, mereka juga suka iseng sama pengunjung, suka bertatap mata sama orang (kemarin saya juga sempat ditatap sama monyet, naksir kali ya, wkwkwk), suka ngagetin orang dengan tiba-tiba menjatuhkan ranting atau menarik barang yang kita bawa. Biasanya mereka suka turun gunung di sore hari. Kalo siang mungkin mereka lebih suka bermain di pohon, berkutu-kutuan atau tidur siang.

Oo siapa dia? Baru makan buah lalu melemparkan kulitnya ke orang yang lagi duduk di bawahnya, ha, ha, ha.
Di dekat pintu masuk terdapat banyak kios-kios yang jualan makanan khas Kaliurang seperti Jadah Tempe, Sate Kelinci, Nasi Klenyer dan Tongseng Kelinci. Makanan umum seperti soto, mie ayam, mie instan, nasi goreng juga ada, pedagang buah juga ada. Saya tertarik untuk menengok air terjun Tlogo Muncar, sayangnya status Merapi sedang dinyatakan waspada level 2 jadi kami tidak boleh mendaki ke puncak.

Makan siang kami, Nasi Goreng Klenyer dan Sate Kelinci. 
Begitu sampai di air terjun, saya kaget karena bayangan saya air terjun itu selalu banyak air dan bawahnya ada kolam besar dengan aliran air yang deras turun dari tebing. Ternyata air terjun Muncar hampir tidak ada airnya, cuma seperti aliran air yang merembes di dinding. Kata suami saya kadang kalo lagi musim kemarau seperti sekarang, airnya nggak ada, jadi ini termasuk banyak.

Puas menikmati suasana alam hutan alami dan sedikit was-was karena kera-kera sudah mulai turun, kami pun keluar. Suami bermaksud beli oleh-oleh buat maminya, maka berjalanlah kami menuju pedagang buah yang berada tidak jauh dari pintu masuk. Mereka berteriak-teriak terus saat kami mendatangi salah satu penjual. Agak menyesal sih, beli di tempat ini. Karena talas dan salak yang kami beli ternyata banyak yang busuk, harganya juga mahal. Hal ini kami ketahui ketika sudah sampai di rumah. Lain kali kami harus lebih hati-hati beli oleh-oleh di tempat wisata.

Kami pun ke kios makanan memesan Sate Kelinci dan Nasi Klenyer. Untuk seporsi Nasi Sate Kelinci harganya 20.000 isi 5 tusuk dan Nasi Klenyer 25.000. Rasa makanan yang kami pesan ternyata tidak mengecewakan, semua enak terutama Nasi Klenyernya, ini adalah nasi goreng namun rasanya ada bumbu tongsengnya, dagingnya pakai daging kambing yang empuk. Hmm, enak banget! Penasaran? Ke Kaliurang aja!

Sebelum pulang kami menyempatkan membeli jadah tempe, satu paket berisi 10 jadah, 10 tempe seharga Rp. 22.000,- sukses kami bawa pulang buat oleh-oleh mamah mertua.


*Museum Gunung Merapi.
Museum Gunung Merapi.

Hari masih sore, kami mampir ke Museum Gunung Merapi. Harga tiket masuknya hanya 5 ribu rupiah per orang plus parkir 3 ribu. Tempatnya bagus banget. Saat memasuki museum yang pertama kali yang dilihat adalah replika Gunung Merapi yang mensimulasikan sebaran awan panas 3 letusan di tahun 1969, 1994 dan 2006. Gunung Merapi merupakan salah satu gunung paling aktif di dunia.

Replika Gunung Merapi.

Berjalan di sebelah kiri ada ruangan yang menyimpan koleksi benda-benda sisa akibat letusan merapi tahun 2010. Ada juga tulisan-tulisan yang mengharukan dari para korban bencana, ada yang kehilangan ternaknya, rumah, suami, istri dan anak tapi mereka berusaha untuk tegar dan tetap menjalani hidup. Ada juga kisah-kisah dari para relawan yang turut membantu mengevakuasi warga.

Isi MGM yang sangat informatif tentang kegunungapian.
Di bagian lain ada peta di mana gunung berapi berada tersebar di seluruh dunia, koleksi foto-foto gunung Merapi dari tahun ke tahun, informasi kegunungapian, ada batu-batu dari gunung berapi di Indonesia yang ternyata bentuk dan jenisnya bermacam-macam.

Sebenarnya berada di Museum Gunung Merapi sangat mengasyikkan karena bisa menambah pengetahuan tentang gunung Merapi, namun saya merasa lelah untuk membaca satu persatu keterangan dari alat edukasi di sana. Kebanyakan pengunjungnya adalah anak-anak, remaja dan orang tua yang membawa anak-anaknya.

Museum Gunung Merapi ini jadi tempat terakhir dari perjalanan wisata kali ini. Lain waktu mungkin kami akan ke Merapi Park, Museum Sisa Hartaku, Kali Kuning, Ullen Sentalu dan naik jeep, ha, ha, ha. Tentu untuk semua itu saya dan suami harus siapkan fisik dan juga kantong yang lebih tebal. Sekian dan trimakasih sudah membaca :).




Berlibur 2 Hari 1 Malam di Kaliurang, Yogyakarta (Part 1).


Part 1 (desain by Canva)

Halo, halo, teman semua. Nggak terasa ya, sekarang sudah mulai masuk bulan September. Waktu terasa cepat sekali berlalu, baru kemarin rasanya saya masuk ke tahun 2018, eh, sekarang sudah hampir memasuki bulan-bulan di penghujung tahun. Saya belum berhasil mengukir prestasi di tahun ini, tapi jalan terus, tetap melangkah, gapai mimpi. Yes!!! 

Kali ini saya mau menceritakan pengalaman saya di bulan Agustus ketika jalan-jalan di Kaliurang. Awalnya saya dan suami pengen pergi pas hari anniversary tanggal 23 Juli lalu sih, tapi karena ada satu dan lain hal rencana itu jadinya mundur teratur, tapi tetap keinginan untuk pergi dan menginap itu ada dan harus terlaksana entah kapan. Dan Puji Tuhan kami bisa pergi di tanggal 22 Agustus pas hari raya Idul Adha, karena di hari itu suami saya libur. Sempat agak sebel juga sama suami karena dia hampir saja lupa nggak pesan kamar buat menginap. Untung ada Traveloka, jadi urusan inap-menginap jadi beres walau cuma memesan sehari sebelumnya. Fuji Vila Kaliurang menjadi pilihan untuk tempat menginap kami.

Tibalah hari yang ditunggu untuk kami berlibur. Perbekalan seperti baju ganti, peralatan mandi, cemilan kami siapkan dalam waktu semalam. FYI, kami pergi menggunakan motor karena memang nggak punya mobil, he, he, he. Tapi lebih asyik sih karena kami bisa melewati jalan yang sempit dan menanjak tanpa kesulitan. Saya juga lebih suka berpergian naik motor atau kalau kendaraan umum ya kereta api. Bagi saya bus dan mobil itu pilihan terakhir (atau memang karena nggak punya, ya? Ha, ha, ha) kalo lagi kepepet banget sih, nggak bisa pake kereta atau terlalu jauh jaraknya untuk ditempuh dengan motor. 

Pukul 10 lebih dikit kami berangkat, agak kesiangan sih menurut saya, jadi rasanya panas banget melewati tengah kota Jogja. Untunglah arus kendaraan saat itu cukup lengang. Rencana awal kami mau mampir ke warnet untuk cari film buat hiburan kalo malam di hotel, eh, ternyata warnet tutup. Terpaksa kami melanjutkan perjalanan tanpa nge-pos dulu. Agak naik ke jalan Kaliurang kami berhenti untuk menikmati Rujak Es Krim, makanan penyemangat di kala panas terik. Ada sekitar 20 menit kami berhenti. Rute yang akan kami tempuh masih panjang dan waktu check in di hotel juga masih lama, jadi kami melacak tempat-tempat yang bisa kami kunjungi siang itu. 

* Obyek Wisata Kawasan Kaliadem.

Bunker Kaliadem
Pilihan pertama kami jatuh pada The Lost World dan Rumah Hobbit tapi setibanya di sana kami cuma numpang duduk di pintu masuknya saja, he, he, he. Terus terang saya sudah lapar, saudara-saudara tapi nggak ada tempat buat numpang makan. Saat itu kami ternyata sama-sama menahan emosi biar nggak marah. Saya kesal karena lapar tapi diajak ke tempat wisata yang panas, suami saya kesal karena sudah sampai ke tujuan tapi saya nggak mau masuk, dia sudah mengeluh (dalam hati) karena jalannya berbatu-batu dan berpasir. Tak mau berlama-lama membuang waktu di sana, kami memutuskan menyusuri jalan yang nggak tahu tembus ke mana. Kata juru parkir katanya jalan berbatu dan berpasir itu panjangnya sekitar 3 km, jika jalannya benar maka kami akan sampai di Kaliadem. Oke berarti kami nggak punya pilihan lagi. Istilahnya maju kena jalan rusak mundur juga kena. Mending maju aja, mengingat jalan pertama yang kami tempuh juga sudah cukup jauh dari jalan utama.
Ternyata apa yang dikatakan juru parkir tadi nggak sepenuhnya benar, karena nggak berapa lama kami menemukan Bunker Kaliadem. Horeee!!! Nggak usah pake acara nyasar segala, hi, hi, hi. Padahal jalannya banyak belokan tapi prinsip saya dan suami kami harus mengikuti jalan yang biasa dilewati oleh mobil jeep, kendaraan yang biasa disewa oleh wisatawan yang ingin wisata tour Merapi. Di sini kami hanya membayar biaya parkir Rp. 2.000,00. Jarak antara loket retribusi wisata dengan obyeknya lumayan jauh. Untuk masuk ke kawasan Kaliadem kami membayar Rp. 3.000/orang dan Rp. 2.000 untuk roda dua.  Cukup murah. 

Foto-foto di dekat puncak, panas matahari nggak terasa karena hawanya sejuk.

Menurut informasi di sana, Bunker Kaliadem sempat tertimbun material serta memakan 2 korban jiwa saat Gunung Merapi meletus tahun 2006 dan 2010. Bencana gunung meletus yang terjadi tahun 2010 terbilang cukup dahsyat ini juga merenggut nyawa dari juru kunci Gunung Merapi yaitu Mbah Maridjan yang waktu itu enggan untuk dievakuasi. Sayangnya saat saya di sana, Gunung Merapi tidak terlihat karena ditutupi oleh kabut tebal. Bila ditarik garis lurus, bunker ini hanya berjarak sekitar 5 Km dari puncak Merapi. Walau terlihat panas tapi berada di sini hawanya sejuk dan airnya dingin ketika saya pergi ke Toilet Kejujuran. Dinamai Toilet Kejujuran karena nggak ada yang jaga, hanya ada kotakan yang ditulisi kalo memakai toilet bayar 2000. Walau tanpa penjaga, toilet ini bersih lho! 

Akhirnya kami membuka persediaan makan kami di dekat bunker. Pengunjung nggak banyak saat itu, namun ada beberapa turis asing yang berfoto-foto di dekat puncak Merapi yang memiliki pemandangan sangat indah. Saya juga berfoto-foto ria sambil berjalan terus menyusuri jalan yang ternyata adalah tebing dari Kaliadem yang rusak akibat aliran lahar dingin dari Gunung Merapi. Walau Kali artinya sungai tapi di sana tidak ada air sama sekali. 

* Petilasan Mbah Maridjan.

Petilasan ini berada di sekitar 4 km dari puncak Merapi. 

Puas berfoto di kawasan Bunker Kaliadem, kami beranjak menyusuri jalan kecil yang menuju ke Petilasan Mbah Maridjan. Rumah ini sempat hancur karena luncuran awan panas yang menyapu Dusun Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Kec. Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. Ada beberapa bangunan di sana yang digunakan untuk menyimpan barang-barang yang hancur akibat erupsi tahun 2010 diantaranya sepeda motor milik anak Mbah Maridjan, mobil yang digunakan oleh relawan Tutur Priyanto dan Yuniawan Wahyu yang hangus. Di bagian lain terdapat lukisan Mbah Maridjan dengan latar belakang Gunung Merapi. Ada juga foto-foto korban yang sedang mengungsi dan foto-foto korban bencana membersihkan puing-puing rumahnya setelah erupsi berhenti. Sedih sekali rasanya melihat betapa keberadaan sebuah gunung api bisa jadi sumber kehidupan tapi juga bisa menjadi bencana bagi manusia. Doaku semoga Merapi tidak mengamuk lagi dan semua orang yang tinggal di lereng Merapi bisa beroleh kesejahteraan dari tempat wisata ini.


* Fuji Villa Kaliurang.

Fuji Vila yang bergaya ala-ala Jepang. 

Tak terasa waktu berlalu, pukul 14.30 kami menuju ke Fuji Villa Kaliurang yang jaraknya cukup dekat dengan Taman Kaliurang. Rencannya kami akan mandi dan beristirahat sebentar di sana lalu jalan kaki ke taman dan mencari makanan untuk makan malam. Kenyataannya setibanya kami di villa, tidak bisa langsung masuk karena kamarnya baru disiapkan. Terpaksa kami duduk menunggu di area taman kecil di halaman vila yang sayangnya kurang terawat. Untung kami sudah makan tadi kalo tidak gunung meletusnya pindah di sini, ha, ha, ha. 

Sekitar 20 menit kami menunggu akhirnya kami bisa menikmati kamar yang cukup nyaman dan luas. Saya langsung ke kamar mandi untuk cuci muka, brr, dinginnya bagaikan air es. Lantai di kamar juga sangat dingin. Kami memutuskan untuk mandi dulu dan kami kecewa lagi karena nggak ada alat untuk pemanas air baik untuk mandi maupun untuk minum. Saya malah bengong karena di udara yang sedingin itu, justru yang disediakan hotel adalah AC dan kulkas! Di meja makan disediakan teh dan kopi juga 2 cangkir gelas. Tak lama ketika kami masih bengong, mbak yang tadi membersihkan kamar, datang mengantarkan satu termos berukuran kecil yang pastinya hanya bisa untuk membuat minuman. Lain kali saya akan bawa alat pemanas air sendiri kalo mau menginap di sana, ha, ha, ha.

Taman Kaliurang.

Sorenya sekitar pukul lima lebih atau hampir setengah enam kami memutuskan untuk berjalan-jalan ke Taman Kaliurang. Jaraknya sih cukup dekat mungkin sekitar 300 meter lah tapi rasanya seperti jalan satu kilo, dikarenakan jalannya menanjak. Di sekitar taman ada orang jualan pakai gerobak, beberapa kios yang menjual sate kelinci, wedang ronde, mie ayam, bakso. Hmm, saya tertarik buat makan semangkuk bakso dan membeli satu porsi sate kelinci dengan dua porsi nasi juga untuk dibawa pulang ke hotel. Malam di Fuji Vila cukup tenang, jauh dari suara bising kendaraan, cuma agak terganggu dengan suara mesin cuci yang sepertinya ditaruh di sebelah kamar kami. Hawa dingin yang menusuk membuat kami enggan keluar kamar, duduk di sofa depan kamar juga nggak akan nyaman karena untuk lalu lalang pegawai hotel yang masih sibuk sampai malam. Menonton siaran langsung pertandingan bulutangkis menjadi satu-satunya pilihan hiburan. Wah, senang rasanya ketika melihat atlet-atlet Indonesia menang dalam bertanding melawan atlet negara lain di ASIAN Games. Terima kasih para atlet Indonesia yang sudah menghibur kami dan juga berjuang untuk mengharumkan nama bangsa di mata dunia. ☺☺

Bermalam di Fuji Villa benar-benar butuh perjuangan untuk terlelap tidur karena suara berisik dari mesin cuci, walau sebenarnya tidak keras tapi terdengar cukup bising  di malam yang sepi dan dingin. Suara langkah pegawai yang bolak-balik, suara gagang pel, suara lemari dibuka juga terdengar sangat jelas di telinga. Pokoknya semalaman bunyinya nggak berhenti sampai pagi. Menjelang pagi tinggal ribut suara piring, gelas dan sendok. Gimana mau tidur nyenyak kalo begini? 

Bersambung...

#BukaInspirasi Peluang Menjadi Pelaku UKM yang Sukses Bersama Bukalapak.

#BukaInspirasi dalam mengisi kemerdekaan lewat Bukalapak.

Desain by: Canva.

Hai, hai, hai apa kabar? Gimana kemeriahan acara tujuhbelasan di tempatmu? Pasti meriah ya! Yuhuuu! Di tempat saya juga, masyarakat sedang sibuk-sibuknya menyiapkan lomba-lomba dan serangkaian acara untuk menyambut HUT RI ke-73. Setiap tahun acara kemerdekaan pasti selalu meriah ya?! Dan tiap tahun pula saya terharu jika mengenang jasa para pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini dari jajahan Jepang dan Belanda. Berkat jasa merekalah kita bisa hidup tanpa dilingkupi rasa takut akan penindasan dari bangsa lain. 

Hari ini kita memang sudah merdeka dari penjajahan, negara kita menjadi negara yang memiliki pemerintahan sendiri dan kedaulatan negara, namun itu tidak berarti bahwa kita lantas santai-santai tidak berbuat apa-apa demi menjaga kemerdekaan yang sudah kita punya. Sadari bahwa saat ini perjuangan kita bukan lagi dalam bentuk adu kekuatan perang secara militer tetapi secara ekonomi, teknologi dan kualitas kesejahteraan. Memerangi kemiskinan dan kebodohan harus terus dilakukan demi menjaga kemerdekaan yang sudah kita miliki. Salah satu cara supaya kita merdeka dari kemiskinan adalah dengan menjadi pelaku UKM di Indonesia. Secara finansial tentu kita lebih banyak memiliki peluang lebih besar daripada ketika kita jadi pekerja. Dalam segi waktu, kita bisa berbagi antara keluarga dan bisnis. Banyak pelaku UKM justru memanfaatkan area rumah dan keluarga menjadi tempat bisnis, jadi sambil berbisnis sambil menghabiskan waktu bersama keluarga. Alangkah bahagianya jika dompet bisa terisi dan keluarga pun tetap terjaga keharmonisannya. 

Namun banyak dari kita bingung untuk memulai usaha karena minimnya modal dan terbatasnya skill dalam berwirausaha. Padahal kalo kita mau #BukaInspirasi sebenarnya ide itu ada di mana-mana, lho! Salah satunya bisa menjadi Agen Bukalapak. Di era digital seperti sekarang tentu masih ada orang-orang yang belum jeli memanfaatkan situs jual beli atau pun situs pembayaran secara online seperti situs Bukalapak.com.Mereka cenderung memilih membayar tagihan atau beli barang secara offline. Alasannya bermacam-macam, mulai dari takut salah, takut ditipu, tidak tahu caranya, tidak bisa menggunakan aplikasi, dll. Nah, sebagai pengusaha yang jeli tentu ini adalah peluang yang baik. 

Bukalapak hadir sebagai salah satu situs jual beli online yang terus memberikan semangat kewirausahaan bagi pelaku UKM untuk terus mengembangkan usahanya dengan cara memberikan fasilitas yang terus diinovasi agar penjual dan pembeli bisa sama-sama merasa nyaman dalam bertransaksi. Dengan tagline "Merdeka Belanjanya, Jaya Pelapaknya", Bukalapak memberikan wadah untuk berkarya bagi para pelaku UKM atau siapa saja yang ingin mendapatkan penghasilan dari berbisnis online. Buat pembeli Bukalapak juga menyediakan aneka promo, diskon dan event seperti Badai Uang yang telah berakhir 16 Agustus kemarin (sekarang diperpanjang) dan juga ada fitur Spin& Win yang memberi kamu saldo Buka Dompet yang bisa digunakan untuk bertransaksi di Bukalapak. Ada juga program Flash Deal yaitu program di mana para pembeli bisa mendapatkan barang dengan harga yang relatif murah dan diskonnya kebangetan murahnya.

Baca juga: Ketika Bukalapak Menjadi Lebih Menarik Ketimbang FB. 

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa saat ini bisnis online sedang menjamur di Indonesia, sayangnya tak semua orang terbiasa melakukan transaksi online. Ada beberapa orang yang kurang mengerti teknologi dan kurang paham menggunakan gadget untuk membeli barang secara online. Padahal makin hari yang namanya perkembangan teknologi makin bergerak cepat. Sekarang saja mulai dikenalkan bayar makanan tanpa uang tunai yaitu dengan menggunakan aplikasi pembayaran, dalam sekejap saja saldo kita terpotong dan pindah ke rekening penjual. Taraaa! kita pun menerima makanan yang kita inginkan. Melihat fenomena ini, Bukalapak memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi siapa saja yang mau berkarya atau ingin mendapatkan penghasilan tambahan dari usaha online namun tidak punya modal atau skill bisnis online yang mewadahi. Salah satunya dengan mengadakan lomba blog dengan tema #BukaInspirasi, di sini kamu bisa menceritakan semua pengalamanmu yang paling inspiratif.

Cara Berjualan di Bukalapak.

Image by Bukalapak.
Selain menjadi tempat belanja dan menyediakan fasilitas pembayaran tagihan, Bukalapak juga memberikan kesempatan untuk berusaha jadi Agen Bukalapak dan Dropshipper. Jadi Agen Bukalapak tidak perlu modal terlalu besar karena kamu hanya menjual barang yang ada di Bukalapak secara offline. Jadi di sini kamu sifatnya menjadi perantara antara pembeli offline dengan Bukalapak. Adapun barang yang bisa kamu jual adalah pulsa, paket data, token listrik, voucher game, tiket kereta, tiket pesawat, dsb. 


Berikut keuntungan menjadi Agen Bukalapak.


Image by Bukalapak.


1. Dapat komisi besar dari setiap transaksimu baik produk fisik maupun e-voucher.
2. Bisa dilakukan kapanpun dan di manapun, gratis tanpa perlu modal.
3. Jutaan produk yang beragam dengan harga sangat kompetitif.
4. Beragam cara pembayaran yang memudahkan kamu bertransaksi.
5. Dukungan teknologi terdepan sehingga transaksi lebih mudah dan praktis.
6. Aneka promo, informasi barang terlaris, tips dan tim layanan khusus agen.
7. Adanya komunitas Bukalapak khusus pelapak yang bisa semakin mempererat persaudaraan antar anggotanya.

Jadi kalo kamu pengen coba usaha nggak ada salahnya buat buka lapak jualanmu di Bukalapak. 


Hai Pengguna ShopBack! Persiapkan Dirimu Menyambut ShopFest, Pesta Belanja Terbesar di Akhir Tahun.


Desain by Canva.

Nggak terasa ya kita sudah berada di pertengahan Agustus dan sebentar lagi ada event tahunan yang pastinya sudah ditunggu-tunggu oleh kita semua yan akan dimulai pada bulan September hingga Desember. Apalagi kalo bukan ShopFest! Yuhuu! Ajang tahunan ini memang layak untuk dinanti karena akan ada berbagai promo dan diskon di toko-toko online kesayangan kamu. Dan bagi para pengguna ShopBack Indonesia tak perlu kuatir, karena ShopBack telah merangkum semua promo dan diskon terbaik di akhir tahun lewat ShopFest. 

Belanja Hemat Lewat ShopBack.


A. Apa itu ShopBack?


ShopBack adalah starup portal e-commerce dari Singapura yang memanfaatkan program komisi cashback. Jadi setiap pembeli online bisa mengambil kembali uangnya setelah melakukan pembelian produk di toko online kesayangan mereka. Sederhananya gini, misal saya membeli tiket kereta di sebuah toko online melalui aplikasi ShopBack, maka saya akan mendapat cashback dari ShopBack. Cashback tersebut disimpan ke dalam saldo ShopBack saya yang bisa ditarik setelah mendapat persetujuan dari toko online yang bersangkutan, tidak ada pembatalan transaksi dan berjumlah minimal 50 ribu ke rekening bank atau minimal 25 ribu jika dalam bentuk pulsa. Selain itu ShopBack selalu setia dalam memberi informasi promo, diskon, cashback, kupon, voucher dan info pulsa termurah yang diadakan di ratusan e-commerce yang telah bekerja sama dengan ShopBack. Dijamin kamu nggak bakal melewatkan informasi menarik yang dikumpulkan ShopBack buat para pecinta belanja online. 

B. Cara Kerja ShopBack.


Pasti kamu penasaran sama cara kerja ShopBack kan? 
1. Masuk ke aplikasi ShopBack, pilih barang yang kamu cari. 
2. Pilih toko online yang menawarkan promo/diskon paling menarik. Cashback dari ShopBack akan muncul setelah kamu diarahkan ke toko.
3. Belanja seperti biasa.
4. Cashback akan muncul setelah kamu selesai berbelanja dalam waktu hingga 48 jam (ada juga yang baru terlacak setelah 7-10 hari) dan masuk ke akun ShopBack kamu.
5. Cashback bisa ditarik ke rekening bank atau berupa pulsa setelah disetujui oleh ShopBack dan toko online yang bersangkutan. 



C. Pengalaman berbelanja dengan ShopBack. 


Kamu masih belum percaya kalo belanja di ShopBack bisa dapat cashback? Yuk simak pengalaman saya berbelanja pulsa dengan ShopBack. Ceritanya kemarin saya sudah kehabisan kuota dan ingin membeli pulsa senilai 25 ribu. Maka saya buka aplikasi ShopBack, langsung pilih Tokopedia karena saat itu memberikan promo cashback sebesar 9% dan 2% dari ShopBack, untungnya dua kali lipat, kan? Jangan lupa untuk selalu mengecek kode promo, kalo sampai kelewatan kamu nggak akan mendapat keuntungan cashback dari toko online. 

Namanya juga menabung, dikumpulin sedikit-sedikit lama-lama menjadi banyak. Saat membeli pulsa, saya mendapatkan cashback sebesar 2.268 dari tokonya, dari ShopBack saya mendapat 504. Kalo dihitung saya membeli pulsa senilai 25.200 dikurangi 2.772 jadinya saya hanya membeli pulsa 25ribu dengan harga 22.428 saja. Lebih hemat kan? 

Screenshoot akun ShopBack saya.

Mari mengenal ShopFest.


A. Apa itu ShopFest? 

ShopFest adalah pesta belanja tebesar di akhir tahun akan memudahkan kamu untuk mencari deals, promo, diskon, voucher dan cashback terbaik. Pastinya berbelanja lewat ShopFest ini akan jauh lebih menguntungkan. Apa saja keuntungannya? 

1. Tidak akan tertinggal promo terbaik di toko online favorit. 
Di akhir tahun akan ada banyak promo besar-besaran dari berbagai toko online. Daripada mengecek satu per satu toko online mana yang memberikan promo dan diskon terbaik, lebih baik cek Shopback saja yang pastinya memberikan rangkuman promo dari lebih dari 200 toko online. Kamu tinggal pilih promo yang sesuai dengan barang atau keperluan bayar tagihan yang kamu butuhkan.

2. Lebih hemat waktu.
Belanja lewat ShopBack jauh lebih hemat waktu karena kamu bisa tahu mana toko online yang sedang diskon atau promo. Nggak mau kan kehilangan kesempatan mendapat promo karena kebanyakan browsing ke aplikasi-aplikasi toko online?

3. Tambahan cashback yang membuat untung berkali lipat.
Belanja lewat ShopBack tentu akan memberikan keuntungan berlipat ganda, karena selain akan mendapatkan promo dari toko online tempat kita berbelanja, kita juga akan mendapat cashback dari ShopBack yang bisa dicairkan ke rekening kita.

4. Terhindar dari penipuan online.
Waspadai oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab memanfaatkan moment ini. Banyak konsumen tertipu karena promo yang dikirimkan dari media sosial, sms atau via telepon. Belanja lewat ShopBack dipastikan aman karena kita akan diarahkan langsung ke toko online yang sudah bekerja sama dengan ShopBack.

5. Promo ShopFest.
Selain promo atau diskon dari ecommerce, ShopBack juga menyediakan aneka promo spesial khusus pengguna ShopBack. 


 Jadwal Promo dari Berbagai Toko Online di Indonesia.


B. 4 Jenis Promo ShopFest yang bisa didapat:

1. Promo ShopFest Travel liburan akhir tahun lebih hemat.
Akhir tahun pasti ingin berlibur kan? Mau pergi dengan harga pesawat dan promo travel terbaru? Jangan mau kehabisan promo, pantengin ShopFest aja, di sini akan ada berbagai macam promo terbaik akan dikumpulkan, kamu tinggal pilih mana yang cocok sama kantong kamu.

2. Diskon HP dan gadget ShopFest terbaru.
Dapatkan HP dan gadget terbaik dengan promo tak kalah seru dari berbagai ecommerce kesayanganmu. Di sini kamu juga bisa dapatkan barang-barang elektronik lainnya seperti televisi, kulkas, AC dan mesin cuci. 

3. Harga spesial koleksi fashion terbaru di ShopFest.
Mau lebih hemat tapi tetap bisa tampil keren di akhir tahun? Jangan kuatir, belanja online aja lewat ShopFest dan dapatkan promo diskon terbaik buat fashion yang kamu butuhkan.

4. Belanja bulanan dan groceries ShopFest dengan harga hemat. 
Saatnya akhir tahun untuk berbelanja aneka kebutuhan sehari-hari. Belanja groceries lewat ShopBack bisa dapat cashback dan bikin jadi lebih hemat. Harga termurah bisa kamu dapatkan di sini, ayo belanja bulanan lewat ShopBack dan manfaatkan promo selama ShopFest berlangsung. 


Menengok Apa Itu Go Food Festival di Kampung Tugu, Yogyakarta.


Sebenarnya sudah sering lewat di depan Go Food Festival, Kampung Tugu, Yogyakarta. Tapi mau mampir agak-agak gimana gitu, sampai kemarin malam sepulang dari ibadah doa di gereja kami kelaparan. Maklum acara baru selesai sekitar pukul 19.30 lebih, berangkatnya jam 16.30 jadi otomatis kami belum sempat makan malam. Jadi, kami beranikan diri ke tempat ini. Eh, malah lagi ada diskon 50%. Ha, ha serasa pucuk di cinta ulam pun tiba. Kami pecinta diskon pun langsung lapar mata melihat menu-menu yang disediakan di sana. Beruntung masih ada sisa GO-PAY di akun GOJEK, kebetulan yang nggak disangka-sangka. Itu asyiknya bisa beli apa aja tanpa harus pegang uang cash atau ribet cari ATM yang kadang suka ngumpet entah di mana ☺. 

Suasana di GO FOOD Festival.
Pintu keluar dan masuk ke GO FOOD Festival, Kampung Tugu, Yogyakarta.

Ada sekitar 30 stan makanan di sini, diantaranya Bakmi Jowo Kang Bejo, Bentara Kampung Tugu, Nyi Geprek, Siomay & Batagor Tugu, Mbok Berek Garden, Dotcom Es dan Wedangan, Soto Bakso Miyago Ningrat, Ikan Kuah Kuning Pakde Joss, Nasgor Mania Tugu, Pawon Tugu, Gudeg Mercon Tugu dan masih banyak lainnya. Semua harga di sini diskon sampai 73%, tapi waktu saya ke sana diskonnya 50%. Metode pembayarannya juga unik, di sini tidak pakai uang cash tapi pakai GO-PAY. Tapi yang belum punya GO-PAY bisa membayar di stan khusus untuk membayar makanannya.                                    

Tulisan ini bikin saya terpesona.
Niatnya cuma lihat-lihat dulu, eh ada diskonan jadi pengen nyobain makan deh! Saya muter-muter ke area stan kuliner. Kalo di iklannya sih ada kegiatan seru yang bisa kamu lakukan di sini, mulai belajar menggambar sampai nyanyi. Tapi pas saya ke sana, pas nggak ada kegiatan lain selain orang datang ke stan, lihat penjualnya nyiapin makanan terus duduk makan-minum, selfie, foto makanan, ngobrol diiringi suara musik dari panggung kecil yang kosong. 

Beberapa stan makanan yang ada.

Hiasannya cukup rame ada lampion-lampion gitu. 

   
Saya memesan mie bakso dengan harga Rp. 16.000, diskon 50% jadi dapat cashback-nya 8ribu. Sebenarnya agak menyesal memesan ini, kenapa nggak pesan nasi kuning atau nasi ala-ala khas Binjai seperti yang dipesan sama suami, wkwkwk. Harga di sini rata-rata 20 ribuan sampai 40ribuan, tapi ya karena lagi promo diskon 50% jadi terasa murah. Tempatnya bersih, tapi nggak begitu luas. Kita harus cari tempat dulu sebelum makan karena kalo pengunjungnya rame, pasti susah cari tempat buat makan. Meja yang tersedia ada yang bisa buat berdua, berempat sampai berenam pun ada. Mainan buat anak seperti rumah-rumahan dan ayunan juga ada tapi nggak banyak dan saya rasa anak-anak ya kurang leluasa untuk bermain. 

Karena lagi terserang flu, saya cuma beli mie bakso.

Minuman sejenis float tapi dari jeruk asli.
Cukup puas saya pergi ke GO FOOD Festival hari ini, besok kalo lapar ke sini lagi aja. Kelihatannya festival ini berlangsung selama Agustus ini, promo 50% pada tanggal 1-16 dan 20-31 Agustus 2018. Sedangkan promo diskon 73% berlangsung di tanggal 17-19 Agustus 2018. Jangan lupa isi saldo GO-PAY dan ingat-ingat PIN, haha karena kemarin pas bayar saya sempat bikin mbaknya deg-degan gara-gara lupa PIN. Jangan-jangan gagal transaksi, haha. 

Ketika Bukalapak Jadi Lebih Menarik Ketimbang FB.

desain by Canva
Kalau akhir-akhir ini saya jarang buka FB, itu karena saya lagi beralih ke lain hati, he, he. Yuhuu! Bukalapak jadi lebih menarik ketimbang buka sosial media lain. Suami saya di kantor jadi punya kiriman paket tiap hari. Pak satpam udah hafal, kalo ada paket atas nama saya itu berarti buat Masno, wkwkwk. Kalo habis terima paket, suami saya pasti WA, Yank kamu beli apa lagi? Sampai rumah trus geleng-geleng kepala tapi akhirnya dia tersenyum juga karena barang yang saya beli itu merupakan barang kebutuhan rumah tangga seperti sabun, teh, selimut dan harganya murah pake banget. Dan suami saya juga ikut-ikut berburu Flash Deal di Bukalapak. Makin bertambahlah kiriman paket di kantor, wkwkwk.



Apa sih yang menarik dari Bukalapak?

* Badai Uang.
Kalo nggak salah Badai Uang ini dimulai sekitar tanggal 17 Juli sampai 16 Agustus 2018. Tiap jam 8.30 pagi sama malam akan ada kesempatan buat ngeshake HP dan dapat cashback yang dimasukkan ke Bukadompet. Kalo dikumpulin bisa buat beli pulsa, bayar tagihan, beli barang di Flash Deal. Asyik kan? Sayang saya kalo ngeshake cuma dapat 500, 1000, paling banyak 8000 itu pun cuma sekali. Tapi lumayan juga sampai sekarang total pulsa yang saya beli berkisar antara 50 ribuan dan sisanya saya belikan barang di Flash Deal.

* Flash Deal.
Yang bikin saya betah menelusuri Bukalapak adalah adanya Flash Deal. Apalagi yang bisa menarik seorang ibu rumah tangga untuk berbelanja online selain diskon, barang kebutuhan rumah tangga yang dijual serba 10 ribu, 20 ribu dan 40 ribu. Ganti-ganti tiap harinya. Tapi selalu ada yang harganya seribuan lho, dan itu yang paling saya tunggu-tunggu.

* Gratis Ongkir sampai 10 ribu dengan Voucher BADAIFLASH.
Kebahagiaan tak terkira jika saya bisa beli barang murah gratis ongkir lagi. Yuhuu! Bukalapak memang baik hati mau ngasih potongan ongkir sampai 10ribu tiap belanja Flash Deal. Tapi nggak semuanya dapat, mungkin untuk berapa orang pertama yang belanja. Karena saya pernah nyoba tapi voucher habis. Jadi tetep ya, cepet-cepetan untuk gratis ongkirnya dan juga barang murahnya. Beruntungnya saya bisa beli barang seribu, ongkirnya bisa gratis karena masih satu kota sama pelapaknya. Sempet geram juga karena beli barang seribu tapi ongkirnya 18ribu, akhirnya nggak jadi beli deh!

Beberapa hasil buruan saya di BUKALAPAK.
Meski kelihatannya cuma recehan tapi asyik juga ngeshake-shake, hehe. Buktinya suami sama kakak perempuan saya yang dikasih info ini terus ikut-ikutan, padahal apa sih dapat seribu, cuma duit parkir gitu loh! Eh, mereka itu menanti-nanti jam shake-shake sama Flash Deal disela-sela kesibukan mereka yang bejibun. Wkwkwk. Ya selain bisa belanja murah, juga bisa buat hiburan. Termasuk saya, udah dulu ya saya mau mantengin Bukalapak untuk season Flash Deal berikutnya. Bye! Bye!

Merdeka Dari Beban Hidup yang Berlebihan.

Rabu, 08 Agustus 2018.

Hai, apa kabar? Lama nggak mengisi blog ini sebenarnya apa sih kesibukan saya selama ini? He, he penasaran nggak? (Enggaaaakkk!) Ya udahlah, kalo enggak penasaran. Saya jelasin aja *emangperlu?* Oke, sebenarnya saya bulan-bulan ini kehilangan mood buat nulis *ataumoodsemuanya? Malesnya macam-macam, hiks! Intinya saya terkena males berat. *upps jangan ditiru ya! Nggak tahu kenapa tiba-tiba saya merasakan semangat hidupku ilang. Tapi aktifitas tetap jalan, kecuali nulis di blog ini. Buku diary masihlah terisi.

Bulan empat saya mulai terjun ke pelayanan doa di gereja. Nah, mulai saat itu kalo sore pasti pergi. Entah itu doa seninan, komsel, besuk dan ibadah doa. Kalo nggak ke gereja pasti kami keluar makan makan malam. FYI, kalo sore seringnya nasi & lauk udah habis. Sayanya juga sering malas masak lagi, wkwkwk.

Dan di bulan kemerdekaan ini, saya pun ambruk. Bukan karena aktifitas yang seabrek-abrek tapi lebih dikarenakan cuaca ekstrim yang melanda Yogyakarta dan Indonesia bagian selatan. Mulai bulan Juli, cuacanya dingin banget kalo pagi. Dan  makin bertambah parah di bulan Agustus ini, karena kalo siang panas banget disertai angin yang membawa debu halus, sementara di malam dan pagi hari malah dinginnya bisa mencapai 15℃.

Nggak heran kan, kalo yang kurang minum vitamin akan jatuh sakit. Umumnya flu, radang tenggorokan dan kulit kering. Hayo, siapa di sini yang kulitnya pecah-pecah? *angkattangan! Sebagai wanita, rasanya risih banget kalo udah terkena kulit pecah-pecah terutama di bagian tumit kaki. Duh, malunya di depan suami pengen nangis rasanya sama beratnya dengan beban hidup ini.

Lebay! Aku mau kok sama kamu meski tumitmu pecah-pecah kayak duren mateng, hibur suami saya sambil nyengir. Hadech! Ini menghibur atau menghina sih? *Dua-duanya, jawab suami. (Lempar guling ke segala arah!)

Bicara soal beban, pasti semua orang punya beban. Masing-masing beban tiap orang berbeda. Ada yang menikmati beban itu, ada juga yang merasakan beban hidupnya sangat berat. Yang nggak mau terbeban juga ada. Nah, kalo yang ini nggak taulah mau gimana ke depannya.

Yang dimaksud beban hidup di sini misalkan orang tua tentu bebannya adalah menyekolahkan anak, mendidik anak sehingga jadi orang yang bila dewasa kelak bisa jadi orang yang bertanggungjawab, jadi orang berguna. Seorang murid bebannya adalah belajar supaya terampil menggunakan ilmu agar kelak jika lulus, bisa buat mencari pekerjaan atau buka usaha. Beban seorang pengusaha tentu berbeda lagi, yang jelas dia harus terus terbeban agar usahanya maju, karyawannya sejahtera, konsumennya puas. Dan masih banyak contoh-contoh yang lain.

Kalo saya terbeban sama tugas-tugas ibu rumah tangga, belajar melayani suami, memasak makanan kesukaannya, menyesuaikan sama keluarga besarnya, merawat diri, bersosialisasi dengan lingkungan/budaya baru, tetap menulis, berusaha tetap memberi perhatian sama mama saya di Purwokerto dan tetap berusaha jadi pemburu kuis, haha. Berat? Mungkin bagi sebagian orang beban saya termasuk ringan, enteng belum apa-apa dibanding sama mereka yang udah punya anak, banyak utang, kena sakit parah, dsb, dsb. Tapi ya, itu tadi beban masing-masing orang kan beda. Masa beban pengusaha mau disamain dengan beban anak SD, itu namanya kemunduran. Harus bersyukur. Hidup tanpa beban itu nggak enak. Bukankah manusia itu makin kepepet malah makin kreatif? Jadi, ayo angkat beban itu, karena di Matius 11:28-30 berbunyi "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan."

Di sini sudah dituliskan kalau beban yang Tuhan taruh dalam hidup kita itu bukanlah beban yang berat, tapi jika masih terasa berat Tuhan bilang suruh datang mendekat pada-Nya. Jadi belajarlah pada Tuhan untuk menyelesaikan segala beban persoalanmu sebab Dia yang memasang kuk itu. Bersama Tuhan ada kemenangan besar, amin. 

*terinspirasi dari tema kotbah GBI KA

Menemukan Harta Karun di Pasar Kangen Jogja.


Halo teman-teman, gimana kabarnya? Pasti baik kan?! Yeah, bulan Juli ini saya baru baper, pengen tahu kenapa? Iya, karena saya habis ke Taman Budaya yang sedang mengadakan event Pasar Kangen mulai dari tanggal 7 Juli sampai tanggal16 Juli 2018. Di pasar ini ada jajanan dari jaman dulu seperti Sate Kere, Lempeng, Sagon, Aneka Jenang, makanan ndeso, Kipo, Es Limun, Sarparela atau minuman seperti model cola, kebanyakan yang dijual di sini itu sudah jarang banget kita jumpai. Ya, saya pun belum kenal jajanan macam itu. Mungkin hanya beberapa saja yang masih saya ingat pernah jadi jajan saya waktu saya kecil. 

Jujur saya nggak tertarik mencoba jajanan di sini karena saya sudah kenyang, ha, ha, ha. Pintar juga suami saya, mau ngajak pergi ke tempat kuliner tapi suruh makan dulu di rumah sebelum berangkat. Wkwkwk.  Alhasil di sana saya lebih tertarik sama tumpukan majalah lama seperti Bobo, komik-komik tipis Superman, Batman, buku cerita anak seperti Enid Blyton. Mata saya langsung berbinar-binar ketika menemukan novel karya Enid Blyton. Sayangnya waktu mau beli buku-buku incaran saya yang pertama ditawarkan 20 ribu/buku, kata suami saya itu mahal. Padahal untuk ukuran saya, buku itu murah karena itu novel lama yang susah dicari. Akhirnya saya berkelana menjelajah pedagang buku yang lain. Dan taraaa, dapat 2 buku Lima Sekawan dengan harga 30ribu dan 3 buku lagi seharga 20ribu. Tapi yang satu buku kecantikan. Jadi saya dapat 5 buku dengan harga 50ribu saja. 



Saya tertarik sama buku-buku ini. Ahh, tolong bawa saya pulang!!!

Majalah lawas ada di sini.

Hayoo, kamu liatin apa? Lupus, Lupus! 

Aneka barang dari jaman papa mama kita atau dari jaman kakek nenek kita ada di sini. 
Lama menjelajah aneka barang seperti perangko, kertas surat, poster, kartu mainan, membawa kita ke masa lalu waktu masih jaman remaja. Sesekali memekik, lho itu piringnya simak di sini, radionya papahku kok di sini, hahaha. Eh, ada Si Ular Putih (ketahuan deh umur saya berapa, he, he, he). Semoga di Jogja bisa sering-sering ada event kayak gini lagi. Dan harapan saya semoga tempatnya bisa diperluas lagi karena untuk masuk ke sini butuh perjuangan ekstra, belum lagi jalannya dari satu stan ke stan yang lain itu cukup sempit sehingga pengunjung harus jalan pelan-pelan. Untungnya para pengunjung di sini cukup tertib, hanya saya aja yang kadang melawan arus sehingga bikin macet, he, he, he. 

7 Kriteria Blogger Keren (Menurut Saya).

Nggak terasa saya sudah mengasuh blog ini selama kurang lebih dua tahun lebih 4 bulan. Lewat blog saya banyak belajar menulis, memposting artikel, upload foto, jadi tahu istilah SEO, coba-coba ikut lomba blog sampai bergabung dengan komunitas nge-blog bernama Warung Blogger. Di sini tentunya berisi banyak sekali blogger-blogger keren yang sudah jauh lebih lama berkecimpung di dunia blogging, pahit manis dan getirnya dunia ini. Apalah artinya saya, seorang pendatang baru di dunia blogging dibanding dengan mereka. Lewat komunitas WB saya banyak belajar dari warga WB yang lain, di sini saya juga berbagi link dan saling mengunjungi rumah (blog) masing-masing. Alangkah sempitnya dunia saya jika tidak bergabung dengan komunitas keren yang saat ini sudah memasuki usia ke-7. Yeah! Selamat ulang tahun buat Warung Blogger, sukses selalu buat semua kegiatannya dan selalu bisa mempererat jalinan persahabatan antar blogger.



Ngomong-ngomong soal blogger keren, ini dia 7 kriteria blogger keren menurut saya:

1. Rajin Posting.
Syarat pertama seorang blogger disebut keren menurut saya adalah rajin posting minimal ya, seminggu sekali. Disebut keren sekali jika ia bisa posting sampai 30 artikel sebulan, itu artinya ia posting tulisan setiap hari minimal 1. Dengan catatan tentu yang diposting itu harus bermutu, nggak sekedar tulisan satu dua paragraf tapi isinya cuma curhat-curhat nggak jelas. Menjadi blogger yang produktif sekaligus berkualitas. Untuk mencapai kriteria ini, saya mulai dengan jadwal minimal saya nulis di blog satu minggu satu artikel meskipun sedang malas menulis.

2. Sering Menang Lomba Ngeblog.
Siapa yang setuju sama saya kalau blogger keren itu harus masuk kriteria ini? Sering menang lomba ngeblog dan bukan lomba-lomba yang lain apalagi juara makan kerupuk tingkat RT. Seorang blogger disebut keren jika ia sudah sering banget menang lomba blog, dapat dipastikan karena tulisannya di blog memang bagus, berkualitas dan layak untuk menang. Kalau saya sih, baru satu dua menang lomba blog paling banter ya juara 3. Jadi saya belum pantas disebut blogger keren dalam kriteria ini.

3. Punya Ciri Khas Tersendiri.
Saya suka kagum sama blogger-blogger yang punya niche beauty, teknologi, writing dibanding sama blogger yang isinya cuma buat ngejar lomba blog (seperti saya, he, he, he). Mereka itu kuat banget niatnya berbagi review produk kosmetik, cara dandan. review gadget, review buku. Menulis dengan satu tema yang sama menurut saya sangat membosankan tapi mereka tekun dan hasilnya blog mereka banyak pengunjung sampai mendapatkan tawaran kerjasama dari berbagai pihak. Wow, bisa dibayangkan kalau rejeki justru mengejar mereka yang konsisten sama satu niche atau tema saja.

Saya percaya kalau setiap blogger pasti memiliki ciri khasnya masing-masing. Ada yang rapi banget layaknya blog edukasi, ada yang dihiasi sama ilustrasi kartun lucu, ada yang full infografis, bahasa gaul, alay, formal sampai yang full image yang kalau dibuka lamaaa banget keluarnya. Tapi nggak papa, saya suka blog yang punya ciri khas. Jadi begitu klik, kita udah tahu kalau ini blog-nya si ini, si itu tanpa harus kebingungan cari nama pemilik blog yang kadang suka ngumpet entah di mana. Dan untuk masuk kriteria ini, saya sudah komitmen untuk bikin blog lagi yang isinya cuma review film. Doakan yaaa, supaya blog ini sukses. Amiiinn.

4. Nggak Pelit untuk Berbagi Ilmu.
Pafa umumnya, orang sukses itu suka berbagi ilmu sama orang lain, nggak mau menyimpan berkat untuk diri sendiri. Ingat kalau berkat itu mengalir seperti sungai, kalau udah nggak mengalir berarti air sudah berada di suatu tempat yang datar. Artinya stagnan, tidak ada kemajuan apa-apa. Yakinlah, air yang mengalir itu akan berakhir di samudera yang luas dan pengetahuan tentang menulis semakin lebar semakin luas. Jadi buat para blogger keren, rajin bagi ilmunya di blog kalian ya! Minimal pengalaman kalian ngeblog itu apa dan bagaimana kalian jadi sukses seperti sekarang?

5. Punya Banyak Teman.
Kriteria blogger keren selanjutnya adalah dia punya banyak teman dari berbagai macam kalangan, nggak cuma teman blogger saja. Seorang blogger keren punya banyak jaringan luas untuk menopang supaya blog-nya bisa diterima oleh banyak orang, selain itu dia punya lingkungan pergaulan yang luas sehingga bisa menulis tentang banyak hal.

6. Suka Bikin Giveaway.
Kalau yang ini saya pasti belum termasuk blogger keren. Dari dulu sebenarnya saya ingin bikin giveaway, tentu tujuannya buat nambah follower saya yang cuma seiprit, hiks! Tapi, saya nggak berani melakukannya. Selain belum ada ide giveawaynya bakalan kayak apa, sponsornya juga belum ada, he, he, he. Ntar aja deh, kalau blog saya ini sudah mulai banyak yang baca dan followernya naik minimal ada 10, gitu. Jadi nggak ketara banget kalau mau naikin followers, he, he.

7. Punya Penghasilan dari Blog.
Nah, kriteria ini yang paling jadi alasan banyak orang termasuk saya untuk mengelola sebuah blog. Bagi saya keren banget orang-orang yang hidupnya cuma menggantungkan diri lewat kegiatan ngeblog. Hanya ngeblog aja, nggak nyambi kerjaan lainnya. Berarti blognya memang udah punya daya tarik tersendiri sampai difollow banyak orang dan menghasilkan jutaan tiap bulan cuma lewat blog. Kalau kriteria ini saya masih jauh, deh! Tapi saya yakin bila setiap usaha yang ditekuni dengan sungguh-sungguh pasti akan menghasilkan, amin!

Nah, itu dia tadi kriteria blogger keren versi saya. Yuk! Jadi blogger keren!


Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog Menu7uh Warung Blogger Lebih Baik: Yuk, Jadi Blogger Keren!