Tantangan Para Ibu yang Bekerja di Rumah Tanpa ART



Source: keluargaindonesia

Menjadi ibu rumah tangga merupakan sebuah pekerjaan yang nggak pernah muncul di bayangan seorang anak perempuan. Jika seorang anak perempuan ditanya waktu kecil, “besok kalo besar pengen jadi apa?” Pasti jawabannya pengen jadi dokter, jadi pramugrari, jadi wanita karir, perawat, polwan, dll. Tapi anak-anak itu nggak ada yang jawab pengen jadi ibu rumah tangga. Kenapa? Apakah ibu rumah tangga itu sebuah profesi yang tidak membanggakan sehingga tidak layak masuk ke dalam daftar cita-cita?

Tik, tok, tik, tok, tik tok.

Setelah menikah, saya banyak sekali belajar tentang kehidupan yang sesungguhnya. Jujur, jadi ibu rumah tangga itu memang tidak pernah terlintas dalam benak saya. Mungkin sudah menjadi rahasia umum, jika jadi ibu rumah tangga itu sebuah pekerjaan yang kerjaannya seabrek-abrek tapi nggak pernah dibayar, terkadang juga nggak dihargai. Bete banget kalo suami pulang dan si istri baru leyeh-leyeh menikmati istirahat setelah seharian beberes sambil bekerja mengumpulkan sesuap nasi, si suami bilang, "kamu seharian ngapain di rumah? Enak ya santai gitu, aku sibuk kerja, capek!" 

"Ini juga baru istirahat, Mas!" Abis itu diam sambil menahan airmata biar nggak meluncur bak air hujan di musim kemarau. Pedih!

Peran ibu rumah tangga kelihatan sepele, namun coba jika di dalam sebuah rumah nggak ada ibu, pasti akan kacau segalanya. Ini sebabnya, seorang anak jauh lebih merasa susah jika ditinggal oleh ibu daripada ayah. Hal ini saya sadari setelah saya ngalamin betapa pentingnya peran seorang ibu dalam rumah tangga.

Bayangkan jika seorang ayah dan 2 orang anak hidup tanpa ada ibu. Ketika bangun, nggak ada yang menyiapkan sarapan, anak-anak nggak ada yang memandikan, ayah antar jemput di sela-sela pekerjaan, siang ayah harus mencari makanan untuk makan siang, sore, pulang kerja harus memandikan anak-anak, menemani belajar, cari makan untuk makan malam. Belum lagi keuangan yang kacau tanpa managemen seorang istri, maka gaji sebulan sepertinya akan lenyap begitu saja. 

Tantangan Bekerja di Rumah Tanpa ART


Saya kenal banyak wanita yang memiliki dua peran selain jadi ibu rumah tangga, dia juga bekerja mencari duit tambahan. Bukan untuk sekedar buat uang jajan namun untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Contoh mama saya dan kakak perempuan saya. Mereka sungguh wanita yang luar biasa dalam berjuang menjadi ibu rumah tangga juga pencari nafkah untuk keluarga. Pantang menyerah dan enggan meminta bantuan kepada teman atau saudara.

Source: dpBBMLucu

Lewat warung makan dan toko kelontong mama berhasil membesarkan ketiga anaknya, kakak perempuan saya juga bekerja dari rumah, terima pesanan makanan, jual produk oleh-oleh dan menjahit. Semua dikerjakan di rumah tanpa dibantu oleh Asisten Rumah Tangga. Lha gimana mau bayar suster atau pembantu jika keuangan saja mepet? Sebagai gantinya, mereka harus pintar mengatur waktu untuk mengurus suami, anak, rumah dan usaha mereka supaya dalam waktu 24 jam bisa terselesaikan. 

Begini jadwal kakak perempuan saya ketika dua anaknya masih kecil. 

Pagi, dia harus bangun lalu membangunkan suami dan anak-anak. Merebus air, menyiapkan sarapan. Lalu memandikan anak-anak. Menyiapkan baju mereka, menyuapi dan mengantar ke sekolah sambil membawa si kecil. 

Pulang dari mengantar sekolah, dia akan mampir ke warung belanja sayur untuk makan siang. Lalu cepat-cepat membuat pesanan dari pelanggan sambil memasak makan siang. Jam pulang sekolah, ia menjemput anak pertama. Sampai rumah, ia menyuapi anak-anaknya lalu mengerjakan pesanan lagi. Selesai, ia mengantar pesanan sampai sore. 

Selesai mengantar, dia akan beres-beres rumah, memandikan anakl-anak dan mencuci baju. Menyiapkan makan malam. Usai makan malam, dia akan menyiapkan kembali bahan-bahan untuk pesanan lagi sambil sesekali membantu anak pertama mengerjakan PR lalu menidurkan si kecil. Tertidur sebentar, lalu bangun lagi melanjutkan pesanan yang belum selesai yang akan diambil pagi-pagi oleh pelanggan.

Dan yang dimaksud pesanan di sini bukan hanya pesanan makanan tapi juga jahitan. Sibuk banget ya? Iya, semua dikerjakan sendiri. Dan jangan pernah berpikir bahwa semua bisa dikerjakan tanpa jeritan, tangis dan kerewelan anak-anak yang justru selalu mencari perhatian di saat pesanan sedang banyak-banyaknya. 

Kenapa nggak pakai jasa ART saja?

Pertimbangan memakai jasa ART tentu pernah dipikirkan oleh mama dan kakak saya, tapi ya itu tadi, masalah keuangan. Belum lagi sekarang sulit cari asisten yang benar-benar bisa mengerjakan pekerjaan rumah dengan baik. Jadi ibu rumah tangga sekaligus bekerja di rumah adalah pilihan. Repot, iya! Tapi di satu sisi, anak-anak bisa tumbuh di dekat ibu yang sibuk bekerja. Mereka akan menjadi pribadi yang tidak manja, bisa mulai belajar mengerjakan pekerjaan rumah sendiri dan tidak tergantung pada orang lain.  

Gimana dengan saya?

Mungkin ke depan saya juga akan melakukan hal yang sama seperti mama dan kakak saya, bekerja di rumah, mengurus anak, blog tanpa ART. 

#HariBloggerNasional
#MoMAppreciatesBlogger
#MoMxClaris
#MotherOnMission

Beauty: 7 Cara Ampuh Menghilangkan Jerawat Biar Nggak Balik Lagi

Perang sama jerawat adalah hal yang biasa saya lakukan sejak di kelas 1 SMP, masa-masa puber pertama yang sempat bikin saya stress. Jerawat nongol di pipi satu saja rasanya sudah seperti dunia mau kiamat. Langsung mencoba berbagai cara biar si jerawat ini besoknya sudah hilang tak berbekas. Namun cara itu malah salah karena dalam waktu singkat saya mengoleskan berbagai bahan yang dikatakan cepat buat ngilangin jerawat. Jadi sepulang sekolah saya langsung mengoleskan jeruk nipis, tunggu 15 menit, cuci muka, ganti tempelin tomat biar bekasnya hilang. Selesai tomat kasih mentimun. Sore masih merah, olesin pasta gigi malah tambah merah lalu ditempelin kapas yang diberi air jeruk. Waa, bukannya hilang, besoknya malah makin parah dan membesar, kabar buruknya sekarang nongol jerawat-jerawat di lain tempat. O MY GOD! Mau ditaruh di mana muka saya? Belum lagi kalo ketemu gebetan, bisa ilfil sama saya.


He, he, he. Itu sekelumit cerita masa lalu saya sama jerawat. Sekarang apakah muka saya lebih bersih dari jerawat? Tidak juga, terkadang jika saya baru banyak kegiatan atau kepikiran sesuatu malahan muka saya jerawatan lebih parah ketimbang waktu SMP. Bedanya sekarang lebih santai dalam menghadapi jerawat karena sudah menemukan peralatan tempur yang tepat buat mengatasi jerawat yaitu Acnes Treatment Series. 

Saya naksir produk ini sudah lama, sejak masih sekolah tetapi buat mencoba masih maju mundur lalu mundur lagi. He, he. Akhirnya saya berkesempatan mencoba produk ini lewat BUKALAPAK yang berbaik hati mengadakan Flash Deal yaitu sebuah promo yang menyediakan aneka produk murah seperti kebutuhan sehari-hari dan produk lainnya. Saya dapat paket bundling Acnes Natural Care dan Acnes Pore Strip dan paket bundling Acnes Natural Care dan Acnes Sealing Jell, masing-masing dengan harga 3000 an saja plus gratis ongkir. Ck, ck, ck murahnya kebangetan ya? 

Produk pertama yang saya coba adalah Acnes Natural Care. Pada kemasannya tertulis "Dengan kandungan Natural Active Ingredient untuk 3 manfaat sekaligus mencerahkan, membersihkan dan menjaga kelembaban kulit". Cara pemakaiannya sama seperti facial foam pada umumnya yaitu digunakan tiap hari untuk membersihkan wajah dari kotoran. 

Manfaat Acnes Natural Care: 

* Kombinasi Bearberry ext, Mitracarpus Scaber ext.,& Vit. C untuk mencerahkan kulit dan menyamarkan flek serta noda jerawat.
* Membersihkan wajah dari kotoran dan membantu melawan bakteri penyebab jerawat.
* Menjaga kelembaban dan kelembutan kulit agar kulitmu tetap sehat berseri. 

Acnes Sealing Jell adalah produk kedua yang saya coba. Awalnya takut jika akan mencium bau yang kurang sedap dari produk ini seperti obat jerawat lain tapi ternyata baunya tidak terlalu tajam, nggak bau kayak obat. Mengoleskannya cukup tipis-tipis dan bisa dipakai sebelum memakai make-up karena cepat meresap dan nggak kelihatan putih seperti obat jerawat yang pernah saya pakai sebelumnya. Hasilnya lumayan jerawat jadi cepat kering dan cepat sembuh.  

Produk ketiga adalah Acnes Pore Strip. Saya belum pernah coba, karena hidung saya sedang berjerawat. Acnes Pore Strip ini merupakan skincare untuk mengangkat komedo pada daerah hidung, membantu menyamarkan noda hitam, membersihkan minyak dan pori-pori kulit sehingga terlihat lebih kecil dan lebih bersih. Cara pakainya sederhana, cukup basahi hidung yang sudah dibersihkan sebelumnya lalu lepaskan plastik pada pore strip dengan tangan yang kering, tempelkan pore strip, tekan perlahan agar menempel dengan sempurna lalu biarkan sekitar 10-15 menit sampai terasa pore strip-nya kaku kemudian buka kembali dari kedua ujungnya baru lepas bagian tengah. Digunakan 2 kali seminggu atau 3 hari sekali.

Terkesan dengan pengalaman pertama dengan Acnes saya kemudian mencari informasi tentang produk lainnya. Benar dugaan saya jika Acnes juga memiliki rangkaian produk untuk perawatan kulit yang lengkap mulai dari sabun cuci muka, masker tisu, lotion pelindung dari sinar UV, bedak, kapas bahkan ada sabun mandi juga. Buat kita-kita yang masih awam sama produk Acnes, ada seri perawatan khusus pemula 1 paket berisi 3 produk yaitu Acnes Creamy Wash, Acnes Powder Lotion dan Acnes Sealing Jell. Untuk ukuran yang kecil bisa dibeli di BUKALAPAK harganya sekitar Rp. 30.000,00. Jadi nggak perlu keluarin uang banyak-banyak untuk mencoba Acnes Treatment Series ini. 

Image by ROHTO.co.id

Acnes Treatment Series merupakan brand perawatan kulit yang diformulasikan khusus untuk kulit yang sedang berjerawat atau jenis muka berminyak. Brand ini meng-klaim bisa mengatasi jerawat dnegan tiga langkah yaitu 3C, Clean, Care dan Cure.

Step 1: Acnes Creamy Wash. Berfungsi untuk membersihkan kotoran yang menempel di wajah dan melawan bakteri penyebab jerawat.
Step 2: Acnes Powder Lotion. Merupakan bedak cair yang berfungsi untuk menyerap minyak berlebih, menjaga kulit tetap sehat dan terjaga kelembabannya. 
Step 3: Acnes Sealing Jell berfungsi untuk membantu merawat kulit berjerawat, menjaga kelembutan kulit, warna yang transparan dan mudah diserap sehingga dapat digunakan pada saat beraktifitas di luar ruangan.

Cara Menghilangkan Jerawat

Selain memakai produk perawatan kulit berjerawat di atas ada baiknya juga melakukan berbagai cara menghilangkan jerawat dengan tips berikut:

1. Rajin

Image by: Okezone Lifestyle.

Ya, tanpa faktor yang satu ini rasanya susah banget kalo mau punya wajah yang bebas dari jerawat. Melawan kemalasan diri sendiri itu suatu tantangan tersendiri buat saya. Udah beli produk lawan jerawat malah malas pakainya, hasilnya sama aja jerawat tetap muncul. 

Apapun cara menghilangkan jerawat yang pertama-tama harus dilakukan adalah rajin. Karena walau kamu sudah membeli produk dari dokter kulit paling mahal, mengikuti program perawatan kulit di klinik sekalipun, kalau kamu malas maka hasilnya nggak akan optimal. Jadi kunci agar kamu nggak jerawatan adalah rajin. Rajin apa? Ya rajin melakukan perawatan diri, rajin baca artikel cara menghilangkan jerawat yang tepat dan rajin menjaga kebersihan wajah. Jangan sampai kayak tadi yang saya lakukan di atas ya dan berharap jerawat bisa hilang dalam semalam. Semua butuh proses. 

2. Jaga kebersihan wajah

Image by: Pixabay.

Nah, inilah yang harus kamu lakukan biar jerawat nggak nongol terus di wajah. Menjaga kebersihan wajah membantu mengurangi radang pada jerawat yang terlanjur nongol dan mencegah jerawat muncul di tempat lain. Pada jenis kulit berminyak, debu sangat mudah menempel dan jika pori-pori tertutupi debu maka minyak yang berlebih tidak bisa keluar dan akan timbul menjadi jerawat. Inilah prinsip yang harus dipegang oleh orang-orang yang wajahnya mudah berjerawat termasuk saya. 

Cuci muka setiap habis dari berpergian, bersihkan wajah dengan pembersih wajah dan toner juga semakin membuat pori-pori jadi bersih dan sehat. 

3. Ganti sarung bantal

Salah satu penyebab muka kita kotor adalah sarung bantal, maka sangatlah disarankan jika kamu mencuci sarung bantal minimal seminggu sekali. Pilih juga sarung bantal yang tidak mudah menyimpan debu. Selain itu rajin mencuci rambut juga akan membuat sarung bantal nggak mudah kotor. 

4. Hindari memencet jerawat

Image by: Pixabay.

Memencet jerawat itu merupakan keasyikan buat saya dulu, rasanya gemes liat ada putih-putih yang muncul di atas jerawat, eh, ternyata hal itu bisa bikin jerawat makin parah dan meradang. Terutama jika tangannya kotor, maka bakteri akan mudah sekali berpindah dari tangan ke muka dan menimbulkan jerawat baru. Pastikan tangan dicuci terlebih dahulu sampai bersih sebelum melakukan perawatan wajah.

5. Perbanyak makan sayur dan buah

Image by: Pixabay.

Apa makanan favoritmu? Apa kamu suka makan gorengan, bakso super pedas, batagor berbumbu kacang pedas? Hmm, jika itu makanan sehari-harimu maka mulai sekarang wajib dihindari karena salah satu faktor pemicu jerawat adalah makanan berminyak, pedas dan mengandung bumbu yang banyak. Lebih baik makan sayuran yang direbus atau buah segar bisa mengurangi resiko terjadinya jerawat. Ayo, mulai sekarang rajin-rajin makan sayur dan buah biar makin cantik. Jus buah setiap hari juga bisa bikin kulit kita makin kelihatan segar dan bersih dari jerawat.

6. Hindari stress dan polusi udara

Image by: Pixabay.

Tak disangka jika pikiran juga bisa memicu timbulnya jerawat. Berlatih untuk menghadapi setiap persoalan dengan pikiran yang jernih juga bisa mengurangi jerawat. Caranya dengan melakukan apa yang kamu sukai seperti mendengarkan musik, menonton film, berjalan-jalan atau hobi yang lain.Hindari juga berada di lingkungan yang panas dan banyak polusi.

7. Pakai masker alami

Image by: Pixabay.

Mama selalu mengajari bagaimana memanfaatkan alam di sekitar kami untuk merawat tubuh dan juga wajah. Bahannya simpel, bisa memakai madu, mentimun, bengkoang, lidah buaya dan jeruk nipis untuk mengatasi dan merawat kulit yang berjerawat. Bahan-bahan alami seperti jeruk nipis atau lidah buaya tidak perlu diolah lagi untuk dijadikan masker, cukup cuci bersih lalu oleskan ke seluruh wajah. Madu juga baik untuk menghilangkan jerawat, caranya hanya mengoleskan ke wajah dan biarkan 15 menit lalu bilas sampai bersih. 




Persiapan Menjadi Blogger di Masa Depan.


desain by Canva
Desain by Canva.

Blogger?

Apaan tuh? *tepukjidatsendiri.

Itu pertanyaan yang diajukan teman atau saudara ketika saya menjawab apa kegiatan saya sekarang. Aneh juga sih, kalau ada yang nggak tahu apa blogger itu. Jika orang itu mama saya atau orang-orang jaman dulu. Oke, mungkin ada yang bilang 'blogger' itu sejenis pekerjaan yang tidak terdaftar dalam daftar jenis pekerjaan di formulir-formulir. Profesi guru, polisi, pedagang, dokter, karyawan, kuli mungkin lebih familiar di telinga masyarakat kita. Namun, ternyata di dunia ini ada juga lho yang mendapatkan penghasilan hingga jutaan rupiah per bulan hanya dengan menjadi seorang blogger. Di sinilah mata saya terbuka bahwa blogger bukanlah sekedar hobi tetapi bisa menjadi sebuah bidang pekerjaan yang menghasilkan.


Pengertian Blog.
Blog berasal dari kata 'web' dan 'log' (WEBLOG) yang berarti catatan yang berada di situs internet. Atau secara lengkap pengertian Blog adalah situs web yang berisi tulisan, artikel atau informasi yang dikelola secara teratur dan bisa diakses secara online. Sedangkan orang yang mengelolanya disebut Blogger. 

Kalau menurut pengertian saya sih, blog itu catatan online yang bisa dibuat oleh siapa saja, apa pun profesinya. Sedangkan Blogger adalah penulis dengan media catatan secara online. 

Awal mula saya ngeblog.

Jujur alasan saya membuat blog bukan karena mau cari uang, hadiah atau hal yang sifatnya komersil. Saya mengenal blog baru sekitar tahun 2014. Lalu baru bikin blog ini di tahun 2016. Jadi saya termasuk newbie dalam dunia ini, belum tahu banyak tentang seluk-beluk ngeblog. Semua berawal dari keresahan saya mengenai bagaimana saya bisa menyimpan dokumentasi untuk naskah cerpen yang saya buat. Lama-lama jika saya biarkan saja dalam bentuk majalah atau buku tulis bakalan lapuk, iya nggak? Karena itu saya simpan di blog ini.

Kalau melihat awal-awal dari Catatan Yustrini, Sahabat akan menemukan berbagai tulisan yang berupa cerpen atau puisi. Lama-kelamaan saya mulai mengenal apa itu Giveaway blog, lomba blog, dari event-event itu saya mulai mengerti bahwa blog bisa menghasilkan.

Jika dihitung saya sudah menuai berbagai manfaat jadi blogger, pertama saya bisa belajar menulis dengan tekun, masa iya sudah punya blog dibiarkan saja kosong melompong. Tugas saya adalah membuat blog saya hidup. Ibarat melahirkan seorang anak yang butuh dirawat, diberi perhatian, demikian juga dengan blog yang sudah saya buat, harus diusahakan supaya tetap ada artikel yang diposting tiap bulan. Kadang saya juga nggak tahu harus menulis apa di blog ini. Akhirnya, saya ikut lomba blog supaya tetap menulis minimal sebulan ada yang saya posting. Dari lomba-lomba tersebut saya malah mengenal tentang teknik-teknik memposting blog lebih banyak dari awalnya saya cuma bisa memposting tulisan lalu memasukkan foto, video dan template.

Yang kedua, saya jadi punya bahan untuk di-posting di sosial media. Jadi nggak melulu memposting hal-hal yang biasa tapi berupa pengalaman sehari-hari yang saya tulis. Ketiga, saya jadi kenal dengan teman-teman sesama blogger. Ternyata ada orang-orang yang hidupnya justru mendapatkan penghasilan dengan menjadi blogger. Terakhir saya mendapatkan banyak bonus hadiah karena ngeblog. Saya sering ikut lomba ngeblog walau belum pernah jadi juara 1 atau 2, paling banter saya dapat juara 3, itu pun baru 2 kali. Selebihnya saya mendapat hadiah hiburan atau pemenang peserta paling cepat mendaftar lomba, he, he.

Menyiapkan Diri Menjadi Blogger di Masa Depan?

Untuk saat ini, satu-satunya hal yang bisa saya lakukan adalah ngeblog. Kenapa? Karena saya selalu diajarkan di gereja untuk memaksimalkan apa yang sudah ada pada saya untuk dikembangkan bahkan dikembalikan untuk kemuliaan Tuhan. Intinya, Tuhan tidak meminta sesuatu yang tidak ada pada umat-Nya. Berbekal kuota internet & smartphone saya mulai menulis dan membuat blog. Siapa sangka justru setelah menikah, ngeblog malah jadi kegiatan utama saya?

Saya percaya bahwa Tuhan sudah menyiapkan segalanya, selama ini apa pun yang dibutuhkan selalu Tuhan sediakan. Bahkan sampai terheran-heran kok saya bisa ada di sini, bisa punya hobi membaca, tertarik untuk menulis dan mulai jadi blogger di masa depan juga saat ini. Banyak orang di sekitar saya tidak mengenal profesi ini padahal jika ditekuni hasilnya melebihi dari gaji pegawai kantoran lho! Istilahnya blogger kerja kantoran tanpa harus ngantor dan bisa mengatur waktu kerja sesuka kita, di mana saja dan kapan saja. Asyik, kan?

Lalu dari mana penghasilan blogger? Pertanyaan ini pasti sering diajukan orang yang masih awam sama blogger. Kalau saya seringnya menjawab secara singkat, sederhana namun jelas bagi mereka. Blogger bisa dapat penghasilan dari review produk, iklan, jualan barang orang lain atau produk sendiri di blog, ikutan lomba blog dan giveaway. Sebagian mengerti ada juga yang masih belum paham juga jadi saya bilang, kalo saya nulis artikel dan ada orang yang mau beli di situ saya dapat duit, he, he. Oo gitu to, ya udah kamu bikin artikel yang banyak ntar dijual, biar kamu bisa beli rumah, (kata mama saya). Amiiinn.

Enak ya jadi blogger?

Hmm, nggak juga! Kenapa?

Jadi blogger itu enaknya bisa ikut event-event gratis, mencoba produk baru lebih dulu, bisa dapat ilmu baru, pengalaman baru, kenalan baru, paling bikin senang jika bisa menerima hadiah-hadiah semacam voucher hotel, voucher belanja, pulsa, uang, buku, handphone sampai jalan-jalan ke luar negeri. Nggak enaknya ya sering dicap sebagai tukang cari gratisan, pengangguran, kurang kerjaan nulis-nulis artikel & meliput acara. Hiks, sedih kan dicap gitu?

No matter what they say. Selama nafasku masih berhembus dan jantungku masih berdetak. Saya akan terus berjuang jadi blogger (sambil mengepalkan tangan).

Saya yakin bahwa peran blogger di masa depan pasti akan makin dibutuhkan, karena perkembangan teknologi akan membuat informasi secara digital makin dicari. Buat kamu para blogger, terus semangat ya!

Selamat Hari Blogger Nasional!



Review Makan di Joglo Dahar Gedhang Mas.

Halo, jumpa di bulan Oktober 2018. Puji Tuhan saya di bulan ini berulangtahun ke ...(skip aja, ya!). Doain supaya banyak rejeki, sehat, bahagia dan sejahtera, jadi berkat buat banyak orang, amin. Di usia saya yang sekarang saya bersyukur saja, meski sadar saya tuh jadi manusia termasuk telat dalam bertumbuh. Baik dari segi kedewasaan, kemandirian, mental, jodohnya juga telat. Tapi Tuhan sungguh sangat baik boleh mempertemukan saya dengan orang-orang yang luar biasa di dalam iman, pekerjaan dan usaha. Motto hidup "lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali" yang ditanamkan ortu ternyata baru terasa sekarang. 

Yus, ini kan judulnya review makan, kok jadi ngomongin soal motto hidup segala? Ya, maklum namanya juga nulis di blog pribadi jadi suka-suka lah, sama curhat juga boleh. He, he. 

Makan di tepi sungai seperti ini sangat mengasyikan di malam hari. 
Let's talk about Joglo Dahar Gedhang Mas. Pertama kali ke sini tuh asli langsung sukaaa banget sama tempatnya. Trus abis itu makannya dibayarin lagi alias gratis, he, he. Tambah senang,kan?  Cocok banget buat acara gathering bersama, ngerayain ultah atau sekedar ber-fellowship dengan keluarga. Makan di tempat seperti ini memang asyik banget, karena ada kolam atau sungai gitu di tengah-tengahnya. Paling enak menikmati sore dan malam hari di sini. Kalau makan bersama rombongan kita bisa memilih duduk di kursi atau lesehan, sementara gasebo kecil bisa cukup untuk 2-4 orang. 

Makan bersama-sama teman komsel juga menyenangkan.
Soal makanan, saya merasa cocok sama Gurameh Asam Manis-nya, sausnya nggak terlalu asam dan guramehnya masih terasa krispi. Tepungnya juga enak ada rasa gurih-gurihnya. Untuk masakan sayur saya suka sama Brokoli Seafood, masih kerasa segar dan rasanya enak di lidah.

Tempat live cooking.
Yang menarik di Joglo Dahar Gedhang Mas ini adalah adanya live cooking. Jadwal menunya setiap hari berbeda-beda. Waktu saya datang ke sana, pas menu Nasi Goreng Kambing. Live cooking ini diadakan setiap hari senin sampai jumat pukul 15.00-21.00. Menunya urut dari senin ke jumat ada Bakso ala GM, Mie Lethek, Sate Klathak, Nasi Goreng Kambing, Mie Oriental Java. Khusus sabtu dan minggu ada aneka bubur seperti Bubur Ayam, Bubur Candil, Bubur Sumsum, Bubur Kacang Hijau & Bubur Ketan Hitam. Waktunya mulai jam 9 pagi sampai jam 3 sore. 

Es Teller, Jeruk hangat, Jus Strawberry, Nasi Goreng Kambing, Mie Goreng, Cap Cay Kuah, sambal terasi. 
Saat saya datang di hari kamis ada live cooking Nasi Goreng Kambing. Rasanya lumayan enak, ada pelengkap seperti emping, tomat, mentimun dan acar. Sayangnya irisan daging kambingnya agak susah ditemukan, rasa rempah-rempahnya juga nggak terlalu kuat jadi nggak berasa makan jamu, wkwk. Minumannya saya memilih Jus Strawberry dan Jus Mangga, menurut saya manis asamnya pas. Untuk Es Teller, walau katanya minuman andalan di sini bagi saya biasa aja, malah terasa kurang manis dan kurang ada isinya. Isinya sama dengan Es Teller pada umumnya yaitu daging alpukat, nangka, kelapa muda dan mutiara. 

Hal-hal yang bisa kamu lakukan di JOGLO DAHAR GEDHANG MAS.


1. Menikmati suasana makan di tengah alam yang masih asri.

Meja makan di tengah kolam ikan. Cocok untuk makan bersama dengan keluarga.
Tempat makan JOGLO DAHAR GEDHANG MAS sepertinya bukan hanya dirancang untuk tempat menghilangkan rasa lapar namun juga untuk berlibur atau bersantai bersama keluarga, teman-teman atau mengadakan acara gathering, rapat bahkan acara pernikahan.

 2. Berfoto di jembatan & tempat-tempat yang indah lainnya.

Jembatan ini terlihat cantik saat malam hari.
Pemandangan indah bisa jadi tempat yang pas buat kamu pecinta foto, banyak sekali sudut yang bisa jadi background foto kamu. Salah satunya jembatan ini. 

3. Makan sambil menyaksikan live cooking.

Tempat makan sambil menyaksikan koki memasak menu spesial hari itu. 
Kamu mau tahu bagaimana koki memasak? Di sini ada sebuah tempat khusus jika kamu mau menyaksikan cara memasak. Menunya berbeda di setiap harinya. Sambil makan kamu bisa menyaksikan live cooking dan bertanya pada asisten koki tentang bumbu dan cara masak yang tepat.

 4. Makan di tengah taman.

Buat yang suka menikmati hidangan dengan melihat taman, bisa memilih di sudut ini. 
Banyak pohon-pohon yang menambah asri tempat ini. Area makan pun jadi terasa menyenangkan karena ada nuansa hijau dari alam. Kamu yang jenuh dengan tempat makan monoton di kota bisa ke sini lho!

5. Privasi dalam menikmati hidangan.

Jarak antar meja pengunjung cukup jauh.
Kenyamanan pengunjung juga begitu diperhatikan oleh pemilik tempat ini. Seakan mau menjaga privasi pengunjungnya, meja makan tidak di tata seperti rumah makan lain. Tapi dibuat seperti gasebo tersendiri, jadi yang mau rapat juga bisa memilih tempat agak tertutup, yang rombongan ada semacam aula tapi dengan meja panjang. Yang berdua atau berempat juga disediakan gasebo yang lebih kecil.

Nah, buat kamu yang ingin mencicipi asiknya makan sekaligus menikmati kebersamaan bersama keluarga sambil menikmati keindahan taman kamu bisa datang ke Joglo Dahar Gedhang Mas yang berada di Jl. Monumen Perjuangan, Kertopaten, Wirokerten, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Cara ke sana cukup mudah bisa dengan motor atau mobil sekitar 5 menit dari terminal Giwangan. Harga makanan di sini masih lumayan terjangkau, untuk paket hemat berlima sekitar 250 ribuan sedangkan paket sepuluh orang 740ribuan.


Baturraden Tempat Penuh Sejuta Kenangan.

Aku sangat menyukai kota Purwokerto, sewaktu aku masih kecil pernah bermimpi untuk bisa tinggal di kota ini. Dan ajaib Tuhan mengabulkan keinginan itu setelah belasan tahun berlalu. Kenapa saya suka dengan kota ini? Entahlah, seperti ada spirit yang tertanam dalam suasana Purwokerto yang berada di dekat tempat indah bernama Baturraden. Jika saya dan mama berjalan-jalan ke kota (demikian kami menyebut Purwokerto) selalu merasakan hawa dingin yang sejuk. Puji Tuhan setelah kami tinggal di Purwokerto, kami bisa mengunjungi Baturraden kapan saja karena letaknya lebih dekat ketimbang kami dari Kroya. Beberapa tahun setelah tinggal di Purwokerto ternyata saya harus pindah ke Yogyakarta, membuat saya jadi jarang ke Baturraden lagi.

Baturraden tempat sejuta kenangan.


Anak Tangga di Kebun Raya Baturraden.
Nggak cukup sehari jika kamu ingin mengunjungi semua tempat di Baturraden, mulai dari Wana Wisata Baturraden, Kebun Raya Baturraden, The Small World, Telaga Sunyi, Pancuran Pitu, Pancuran Telu, Curug Gede, dan yang terbaru ada Caping Park. Menikmati udara sejuk pegunungan dan pemandangan yang indah bikin betah. Beberapa kali saya pergi ke tempat ini dengan keluarga, saudara, calon suami dan calon mertua waktu itu, ha, ha. Yang paling sering ya sama suami yang kala itu masih berstatus jadi pacar.

Awalnya, saya mengajak suami ke Baturraden karena ingin mengenalkan ini lho, kota saya nggak kalah kan sama tempat lain? Tapi ternyata justru cinta kami bersemi di Baturraden. Padahal menurut mitos masyarakat sekitar, pasangan muda-mudi yang pacaran di Baturraden akan putus. Puji Tuhan mitos itu nggak berlaku buat kami. Mungkin hanya untuk pasangan yang pacarannya sudah melebihi batas ya.
Foto kami saat masih pacaran.
Masa pacaran, kami sering ke Baturraden setelah pulang dari gereja. Berjalan-jalan menyusuri anak tangga yang lumayan bikin keringat mengucur dan perut lapar. Membeli sate kelinci jadi andalan kami. Pernah kami pagi-pagi ke Baturraden hanya untuk sarapan sate kelinci lalu pulang lagi. Ha, ha, ha. Tapi yang namanya pacaran ya tetap asyik. Tak disangka semua itu sekarang jadi kenangan yang indah untuk diingat.

Kenangan Indah Bersama Keluarga Di Baturraden.


Lebaran kemarin saya dan suami pulang ke Purwokerto. Mama dengan semangatnya mengajak kami jalan-jalan ke Baturraden pagi-pagi naik motor. Jadilah hari itu kami pergi ke Baturraden dengan 2 motor. Satu saya dengan suami, yang satu lagi mama sama kakak laki-laki saya. Untuk menghemat supaya nggak jajan di sana, mama membawa bekal nasi ayam untuk kami semua. Wk, wk, wk. Maklum baru lebaran, harga tiket dan jajan naik semua.

Sebelum ke dalam selfie dulu ah.
Ada kejadian lucu. Saat sudah sampai depan loket, kami beristirahat dulu, karena waktu mau masuk kawasan wisata Baturraden macet parah padahal kondisi jalan menanjak. Saya dan mama masuk lewat gerbang masuk dengan berjalan kaki hendak ke toilet. Sementara kk dan suami masih ingin duduk di bawah pohon beristirahat.

Sesudah beberapa saat saya dan mama selesai keluar dari toilet dan menunggu mereka. Lama menunggu, akhirnya mama telepon suamiku. Ternyata kk dan suami sudah sampai di atas, katanya sedang mencari kami. Agak kesal juga saya bilang nggak mungkin kami berdua jalan kaki ke atas. FYI, jarak antara gerbang masuk ke Kebun Raya Baturraden masih 10 menitan kalo naik motor. Jalannya menanjak lagi.

"Lho, kalian kan jalan sudah lama." Sahut kk santai.

Aku cuma tepuk jidat, "kami kan cuma ke toilet yang dekat parkiran itu." Ah, cowok emang nggak peka! Mereka kurang mengerti apa yang dilakukan wanita.

Ini liburan pertama bersama keluarga kami setelah saya menikah.
Setelah menikah, suami jadi jarang ke Purwokerto. Dia lebih sibuk kerja dan mencari lemburan. Dia baru bisa berlibur agak lama pas momen lebaran ini. Puji Tuhan kami bisa berpiknik bersama mama. Meski ke Baturraden itu bikin capek kaki karena jalannya menanjak terus. Anak tangga yang bikin ngos-ngosan selalu ada di mana-mana menantang kami untuk mendaki. Meski capek, semua itu terbayar dengan pemandangan indah dan udara yang sejuk.

Pura-pura sibuk selfie, padahal baru istirahat. Wkwkwk. 
Jalan-jalan membawa mama memang harus sabar jalannya, santai nggak usah terburu-buru. Beda sama kalo berdua, kami malah lomba menaiki tangga, wkwkwk. Tapi jangan salah diantara kami berempat mamalah yang paling semangat. Setelah menyelesaikan makan siang setelah menaiki tangga tadi, mama mengajak kami ke Pancuran Pitu yang letaknya lebih ke atas lagi, sekitar 2,5 kilometer dari Kebun Raya Baturraden. Oke, perjalanan berlanjut. Menempuh jalanan berbatu dengan mengendarai motor sekitar 20 menit sampailah kami ke Pancuran Pitu. Kali ini ratusan anak tangga yang menurun sudah menanti. Mama pun menyerah ketika sudah menempuh hampir separuh dari ratusan anak tangga. Mama memilih duduk di dekat penjual badeg, minuman fermentasi alami dari air nira kelapa. Kami bertiga terus menuruni anak tangga yang makin curam turun ke bawah. 

Nggak ketinggalan selfie dulu di Tebing dekat Pancuran Pitu.
Sudah banyak sekali orang yang berada di pancuran pitu yang konon airnya berkhasiat untuk menyembuhkan aneka penyakit kulit seperti jerawat, bisul dan gatal-gatal. Bukan karena mitos, tetapi memang air di Pancuran Pitu itu mengandung belerang dan airnya masih panas karena keluar dari Gunung Slamet yang sebenarnya merupakan gunung berapi. Jadi di tengah udara dingin pegunungan ada tersimpan air yang panas di dalam tebing yang menjadi pancuran berjumlah tujuh, karena itu disebut dengan Pancuran Pitu. 

Banyak sekali pengunjung ketika musim lebaran seperti ini.


Kalo ditanya maukah kami ke Baturraden lagi, jawabnya pasti mau. Kalo perlu bawa kamera biar bisa memiliki foto kenangan yang benar-benar bagus dan detail. Tapi kamera itu kan mahal, fungsinya cuma buat memotret. Kalo baru nggak berlibur seperti sekarang sayang juga dianggurin. Nggak mungkin dong cuma makan pengen foto makanan pake kamera, begitu repotnya bawa-bawa kamera. Maunya pake smartphone idaman di 2018 ini. Yang punya keunggulan banyak seperti kamera dengan teknologi AI, desain yang premium, kapasitas 128 GB dan harus memiliki kinerja yang kuat buat aktifitas saya di internet.


HUAWEI NOVA 3i, Smartphone Idaman Tahun 2018.

1. Desain yang fashionable.

Huawei Nova 3i memiliki tampilan yang begitu memikat. Setiap orang yang melihatnya pertama kali pasti bakal mengira jika smartphone ini sangat mahal setara dengan harga motor. Namun ternyata harganya cukup terjangkau yaitu Rp. 4.199.000. Warna yang tersedia adalah hitam dan Irish Purple dengan warna gradasi biru dan ungu, akan makin terlihat keren jika terkena cahaya. Ukuran layarnya cukup lebar 6,3 inchi dengan aspek rasio layar 19,5:9. Dengan ukuran segitu saya rasa masih bisa masuk kantong celana ya.

2. Quad AI Camera.

Ternyata ada 4 camera yang dipasang di Huawei Nova 3i. Mantap ya! Dengan resolusi 24MP+2MP untuk kamera depan sehingga selfie makin keren. Juga 16MP+2MP untuk resolusi kamera belakang. Diperkuat oleh agoritme AI yang didorong pengetahuan lebih dari 100 juta gambar, Huawei Nova 3i mampu mengingat 22 kategori dari 500 lebih momen dan menyediakan hasil potret yang dioptimalkan.

3. Powerfull performance.

Procesor yang digunakan pada Huawei Nova 3i adalah Octa Core dengan chipset Hisilikon Kirin 710 dan RAM sebesar 4 GB. Yang tak kalah penting adanya GPU Turbo akan makin menambah performa smartphone ini untuk dipakai bermain game. GPU Turbo adalah tekmologi pengakselerasi pemrosesan grafis yang mengubah cara grafis diolah di level sistem. Fitur ini meningkatkan integrasi software-hardware, sehingga bisa menjalankan game yang memiliki grafis paling intensif sekalipun, dengan mendongkrak performa dan efisiensi. Fungsi ini bisa memaksimalkan grafis hingga 60% dan menghemat baterai hingga 30%.

4. Smartphone termurah di kelasnya dengan storage 128GB. 

Kapasitas penyimpanan internal yang mencapai 128GB dan RAM 4GB memungkinkan kita bisa menyimpan file foto, video dan download berbagai macam aplikasi dari yang ringan sampai berat sekalipun. Bagi yang hobi jalan-jalan pasti smarphone seperti ini berguna banget ya! Dibandingkan dengan smartphone lain, Huawei Nova 3i merupakan smartphone termurah di kelasnya dengan storage 128 GB.

Spesifikasi: 
Layar : 6,3 inch, 16,7 juta warna, TFT LCD(IPS).
Resolusi : FHD+ 2340x1080, 409 PPI CPU HUAWEI Kirin 710 4xCortex A73 2,2 GHz + 4xCortex A53 1,7GHz.
Sistem operasi: Android 8.1 
EMUI : 8.2 
Memori: 4GB RAM +128GB ROM
Jaringan: 2G, 3G & 4G, LTE 
Konektivitas: 802.11b/g/n, 2.4 GHz Bluetooth 4.2, BLE, HWA, aptX and aptX HD Micro USB, USB 2.0 3,5 mm Headset Jack.
Kamera: Belakang: 16MP+2MP, F/2.2 aperture, supports autofocus (phase focus, contrast focus)
               Depan: 24MP+2MP, F/2.0 aperture, supports fixed focal length.
Baterai: 3.340 mAh 5V/2A charger.


4 Harapan saya tahun 2018:

1. Bisa kembali berjalan-jalan bersama keluarga di Baturraden.
2. Punya smartphone baru sebelum liburan akhir tahun tiba.
3. Bisa memenangkan giveaway yang berhadiah smartphone keren Huawei Nova 3i sehingga bisa dipakai untuk mendukung kegiatan ngeblog saya.
4. Harapan terakhir tentu saja agar semua harapan saya di atas bisa tercapai semua, amin.

Sumber referensi : https://nurulnoe.com/huawei-nova-3i/
Sumber gambar   : https://consumer.huawei.com/id/phones/nova3i/

Best Momen 2018 Saya Adalah Ketika Menjalani Kehidupan Baru Bersama Suami.

Hidup cuma satu kali, jadikan setiap momen dalam hidup menjadi penuh warna dan berharga. Dan itu yang sedang saya lakukan saat ini. Sebisa mungkin saya memanfaatkan waktu untuk hal-hal yang nantinya akan berguna buat masa depan saya. Banyak hal yang terjadi dalam hidup saya di tahun 2018, jadi sulit untuk memilih momen terbaik apa yang akan saya tulis di sini. Karena buat saya pergi nonton sama suami juga bisa jadi momen terbaik. Setiap orang pasti punya best momen masing-masing. Mungkin best momen kebanyakan orang adalah saat lulus sekolah, kuliah, ketrima kerja, dapat rumah impian, menikah, melahirkan, dll.

Intinya, buat saya best momen tahun ini adalah ketika dapat menjalani kehidupan yang benar-benar baru bersama orang yang saya cintai yaitu suami saya. Ya, saya baru saja menikah tahun lalu dan langsung diboyong suami ke kota Yogyakarta. Hal ini tentu sempat bikin saya kangen sama mama dan kakak saya. Beruntung, saya punya suami yang baik banget. Dia sosok laki-laki yang nggak gengsi untuk ikut membuat makanan bareng, beres-beres rumah. Menjadi istri jelas sesuatu yang sangat baru buat saya. Kesibukan saya pun diwarnai dengan pekerjaan rumah sehari-hari seperti memasak, mencuci baju, ngepel, cuci piring, setrika, menyiapkan baju suami, membersihkan rumah yang seakan pekerjaan itu tiada habisnya ada terus setiap hari. Ya, ini belum ada apa-apanya dibanding teman-teman yang sudah punya anak dua atau tiga. Umumnya mereka sering curhat jika apa yang mereka lakukan seringnya nggak terlihat hasilnya sama suami. Kalo mendapati rumah berantakan, tinggal tanya kamu ngapain sehari di rumah, kok rumah masih kayak kapal pecah? Kalo sudah rapi, suami juga tanya kamu nggak ngapa-ngapain ya sehari? Capek deh!

Menjadi ibu rumah tangga memang sebuah tantangan tersendiri buat kaum wanita. Di satu sisi kami pengen rumah rapi teratur, di sisi lain kami juga nggak mau dibilang cuma numpang hidup sama suami karena pemasukan cuma dari gaji suami. Makanya banyak ibu rumah tangga yang menekuni profesi ganda jadi pedagang, bisnis online, penulis, penjahit atau apa saja yang bisa dikerjakan di rumah. Selain mengurus rumah, anak-anak, mereka juga dapat pemasukan tambahan. Tapi kesibukan yang demikian sering bikin para wanita rentan jadi stres, karena di mata masyarakat kita jadi ibu rumah tangga dengan kerja sampingan hanya sebuah pekerjaan yang tidak berkelas. Padahal peran para ibu-ibu sungguh besar untuk kelangsungan hidup keluarga dan akhirnya berdampak ke masyarakat. Lho, kok jadi serius gini? He, he, he.

Beruntungnya saya punya suami yang mendukung ketika sedang terpuruk karena merasa bosan di rumah. Karena kegiatan saya full di rumah bersama ibu mertua, sementara suami bekerja. Ada di rumah bersama mertua tanpa kesibukan yang tidak terlihat (karena kegiatanku sementara ini menekuni dunia menulis) agak kaku juga sih, mau duduk di luar kamar sambil nge-blog di hp nggak enak, ngetik terus di komputer nggak enak, duduk di luar sambil baca buku kok ya nggak pas. Intinya saya merasa bahwa kegiatanku pasif banget dan tidak kelihatan hasilnya. Beda sama kakak ipar suami yang kerjaannya menjahit dan wira-wiri antar jemput anak. Sedangkan saya? Nggak pernah terlihat megang sesuatu selain HP dan komputer. Kerjanya pun di kamar karena kalo mau ngungsi ke perpustakaan nggak punya laptop, nggak bisa naik motor juga, hadech.

Menginjak satu tahun pernikahan, saya masih dilanda galau untuk mengisi waktu saat ditinggal kerja suami dan keinginan untuk berkarya sambil membantu perekonomian keluarga. Penguatan dan penghiburan selalu diberikan sama suami, termasuk dukungan untuk menjadi fulltimer blogger dan mengikuti lomba blog. Hasilnya tahun ini saya berhasil menang juara ke-3 lomba Blog & Vlog Campaign yang diadakan oleh salah satu aplikasi survey online.

Selain dukungan tadi, dia sering mengajak saya ikut kegiatan di gereja dan kadang juga pergi berpiknik agar saya tidak jenuh di rumah. Puncaknya adalah pergi ke Kaliurang kemarin, selain berpiknik kami juga merayakan momen ulang tahun pernikahan kami yang pertama sekaligus bulan madu. He, he, maklum karena waktu nikah nggak ada bulan madu sama sekali. Sehabis menikah suami saya langsung kerja lagi. Bangga juga sih, punya suami yang bekerja dengan rajin, Tuhan selalu memberkati orang yang rajin, kan? Dari hasil kerja itulah, suami saya bisa mengajak saya berpergian. Walau masih dalam kapasitas untuk dua orang, itu pun perginya nggak jauh-jauh hanya sekitar Yogyakarta dan Purwokerto. Dan hasil dari jalan-jalan itu selalu saya tulis di blog saya ini.

Hidup di jaman now nggak komplit piknik tanpa berfoto ria, inilah yang kami lakukan. Hampir tiap saat kami selalu foto. Jika dikumpulkan sudah banyak sekali foto-foto kami tersimpan dalam file HP. Jadi harus dipindah dulu setiap akan pergi lagi karena penyimpanan memori HP saya yang kecil.  Belum lagi kalo mau browsing cari tempat yang akan dituju plus buka Maps. Belum sampai tujuan smartphone udah megap-megap kepanasan dan low bat. Repot deh, kalo mau pergi kemana-mana. Mungkin saya harus ganti smartphone tahun ini juga *melirikpaksuami. Intinya smartphone saya nanti harus memenuhi kriteria seperti desain keren, memiliki kamera yang kalo buat selfie jadi bikin saya makin cantik (cieee!), punya kapasitas penyimpanan yang besar dan yang terpenting dukungan GPU Turbo yang memungkinkan saya menggunakan smartphone buat browsing, ngetik atau pun nge-game sepuasnya.

Huawei Nova 3i, Smartphone Impian Saya di Tahun 2018.

Quotes Bung Karno berbunyi "Bermimpilah setinggi langit, jika engkau jatuh, engkau akan jatuh diantara bintang-bintang. Nah, jadi saya boleh dong ya bermimpi punya smartphone impian yang harganya belasan juta?

Stt, nggak usah beli yang mahal-mahal ya, yank. Bisik suami saya.

Saya bengong sambil kedip-kedip.

Ini ada smartphone keluaran baru dari Huawei yang bentuknya keren banget, fiturnya juga oke. Lanjutnya. 

Saya mulai cemberut. Huawei apa itu? Pasti murah kan, kalo beliin istri sukanya yang murah, ah nggak mau! Saya buang muka.

Lihat dulu, dong yank. Nih, kamu bisa lihat semua spesifikasi Huawei Nova 3i dulu.

1. Desain keren dengan layar yang besar.


Huawei Nova 3i menyediakan dua model warna yaitu hitam dan Irish Purple. Kalo dilihat-lihat warna ini seperti gradasi warna biru dan ungu terong ya. Bagus banget mirip warna-warna smartphone premium yang harganya belasan juta. Keren habis, deh! Layarnya cukup lebar berukuran 6,3 inch FHD+ (2340 x 1080) tapi tetap pas masuk di kantong kok.

2. Memiliki 4 kamera yang diperkuat AI (Artificial Intelligence).

Dapat dibayangkan jika ada smartphone yang memiliki 24 MP+2 MP kamera di depan dan 16 MP+2 MP lagi di belakang, pasti hasil jepretannya bakal oke punya. Wah, mending beli Huawei Nova 3i aja daripada beli kamera DLSR yang mahal. Adapun fitur yang ada dalam Huawei Nova 3i bakalan disukai oleh kita yang suka selfie-selfie karena kameranya memiliki kemampuan untuk mencapai detail yang jelas dan kedalaman yang akurat sehingga dapat mempercantik wajah kita dengan algoritme canggih agar tetap terlihat alami dan menarik.

Fitur HDR Pro-nya memberikan foto dan video presisi yang seimbang dengan pratinjau waktu nyata bahkan saat di bawah sinar matahari.

AI 3D untuk Qmoji siap mempelajari dan menganimasikan ekspresi wajah, gerakan dan suara untuk menghasilkan Qmoji dengan format GIF dan video yang lebih dipersonalisai untuk pesan yang lebih menarik.

Kamera belakang ganda 16 MP + 2 MP dengan aperture f/2.2 menciptakan efek bokeh profesional dan alami. Meski lebih rendah dari kamera depannya, kamera belakang ini dipastikan dapat menangkap gambar jernih meski dalam keadaan yang minim cahaya. Ada juga mode 16X Super Motion yang dapat merekam setiap gerakan dan mengubah momen menjadi sorotan aksi dengan 480 frame per detik.

3. Storage 128 GB paling besar di kelas smartphone mid-end saat ini.

Nah, ini yang paling saya suka dari Huawei Nova 3i yaitu kapasitas penyimpanan internal sampai 128 GB dan dapat ditingkatkan menjadi 256 GB. Saya bisa simpan file-file, foto, video, aplikasi yang gede seperti game tanpa harus takut kehabisan ruang. Nggak perlu dikit-dikit menyeleksi atau memindahkan file tidak berguna.

4. Diperkuat dengan GPU Turbo untuk kemampuan gaming.


Yang nggak kalah penting adalah teknologi GPU Turbo yang memungkinkan Huawei Nova 3i menjadi smartphone yang memanjakan para maniak game. Transisi yang lembut antara 4G dan Wi-Fi memberikan pengalaman yang mulus, bahkan ketika jaringan mengalami penundaan.

Nah, gimana yank? Oke, kan spesifikasi Huawei Nova 3i.

Wah, keren abis pokoknya. Begitu lihat gambarnya aja langsung suka, suka, suka banget, Mau dong!

Kamu kan baru ikutan Giveaway Blognya Jiwo, kan? Aku doain aja kamu menang ya, dan dikirim 1 Huawei Nova 3i-nya.

O, iya. Ya, ya. Amin, amin, Huawei Nova 3i-nya buat saya satu ya, Jiwo, Mbak Pungky dan Mas Topan. Makasih *Qmoji kedip-kedip. 


Sumber Tulisan & foto: https://consumer.huawei.com/id/phones/nova3i/




Maker Fest 2018 Yogyakarta, Bentuk Apresiasi untuk Produk Kreasi Lokal Indonesia.

Acara Maker Fest 2018 di Lap. Parkir Mandala Krida, Yogyakarta.

Hai, hai, hai. Gimana kabar kalian semua? Saya selalu berdoa agar kalian tetap dalam keadaan sehat selalu biar bisa mengunjungi catatan saya ini. Makasih sebelumnya buat kamu-kamu yang udah menyempatkan diri untuk membaca blog saya yang agak berantakan.

Kali ini saya mau mengulas saat saya pergi ke Maker Fest 2018 yang telah diadakan di Yogyakarta pada tanggal 15 & 16 September 2018 kemarin. Soal Maker Fest sebenarnya saya udah secara sekilas tahu lewat iklan di IG tapi nggak tertarik juga. Sampai waktu mau datang KKR di gereja yang ada di Jogja City Mall suami saya menangkap ada booth Maker Fest 2018 karena penasaran, kami langsung aja ke sana. Sama mas-mas yang nunggu malah ditawari untuk mendapatkan merchandise gratis dari Tokopedia. Wah, pucuk dicinta ulam pun tiba. Kalo untuk yang gratis, kami berdua sih cepet. Ha, ha, ha.

Foto dulu buat diupload di IG.

Ok, kami harus melakukan syaratnya lebih dulu. Simple kok, cuma foto di booth yang sudah disediakan, upload ke Instagram dengan men-tag 10 teman (agak berat sih, karena saya sungkan buat ngasih tag ke teman IG, takut mengganggu). Trus suruh daftar di web Maker Fest 2018 Yogya, lalu men-download barcode, foto cekrek, upload. Udah deh,langsung dapat merchandise. Pilihannya ada gantungan kunci, tote-bag, kaos. Kami pilih kaos aja. Lumayan kan?

Apa Itu Maker Fest 2018?

Pintu gerbang masuk ke Maker Fest 2018. Cukup tunjukkin aplikasi Tokopedia kamu di HP untuk bisa masuk.

Sebenarnya saya juga nggak begitu ngeh sama Maker Fest 2018, tetapi jika melihat acaranya itu merupakan sebuah wadah di mana para pengusaha produk lokal atau pemilik ide usaha baru bisa memperkenalkan produknya lewat kompetisi dan festival yang diadain sama sebuah perusahaan e-commerce yaitu Tokopedia. Mereka nantinya bersaing untuk memenangkan hadiah untuk tiga merk produk kreasi lokal terbaik yaitu berupa pembinaan bisnis, pendampingan pemasaran merk dan menjadi ikon kreator bisnis untuk makers di seluruh Indonesia.

Jadwal acara.
Maker Fest 2018 ini sudah diadakan di Medan, Padang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan akan hadir di Makasar dan yang terakhir ada di Denpasar. Akan ada 30 kreator terpilih dari setiap kota. Dan para kreator inilah yang akan berjualan dan memperkenalkan produk ke pengunjung saat Rundown MakerFest 2018 berlangsung. Di sana ada workshop, talkshow, bazaar dan musik. Kalo di Jogja udah berlangsung kemarin pas tanggal 15-16 September, di Surabaya akan berlangsung tgl 29-30 September, Makasar 13 & 14 Oktober dan Denpasar tgl 3 & 4 November. Buat kamu yang berminat mau daftar kompetisi masih di buka kesempatan untuk event di Makasar dan Denpasar. Untuk lebih jelasnya buka aja di Maker Fest 2018.

Ada point reward kalo kamu ikut workshop atau memberi rating ke booth yang bertanda "Rate Me".

Trus besoknya kami pergi ke lapangan parkir Mandala Krida untuk melihat ada apa sih di sana. Acaranya sih nggak begitu menarik buat saya. Tapi saya semangat minta scan barcode di setiap booth yang bertanda "rate me" buat ngumpulin poin yang bisa ditukar sama merchandise Maker Fest 2018. Ada juga merchandise dari Tokopedia saat kita bayar produk digital di stan Tokopedia.


Creatif Talkshow sama Achmad Cliff Yusron dan Herlina Dewi dari Stiletto Books.
Suami saya nggak mau diajak muterin stan tapi dia cuma duduk di sebuah foto booth dan kejepret-jepret sama orang-orang yang selfi. Ha, ha, ha. Saya kembali saat udah capek lihat-lihat sambil minta scan. Agak gimana gitu, karena kebanyakan booth malah gadget yang buat scan lagi dibawa-bawa buat cari rate ke booth lain. 

Panggung musik yang belum begitu ramai oleh pengunjung.
O ya, untuk dapat masuk ke Maker Fest 2018 pastikan kamu sudah mendownload aplikasi Tokopedia di smartphone kamu untuk ditunjukan ke petugas. Nggak perlu khawatir, acara ini gratis kok. Ada juga permainan seru, foto booth, stan makanan, booth NET TV, workshop dan penampilan dari Sungai, Rubah di Selatan, Bravesboy, Pusakata, Gie, Tashoora, The Rain dan Mocca juga Raisa. Kegiatan Maker fest 2018 ini akan ada juga di Makasar dan Denpasar pada bulan Oktober dan November mendatang. Ikuti IG Maker Fest untuk info selanjutnya. Dah!!

Berlibur 2 Hari 1 Malam di Kaliurang, Yogyakarta (Part 2).

Halo, ini adalah cerita saya tentang liburan di Kaliurang beberapa waktu yang lalu. Sebelumnya saya sudah menulis yang bagian 1, kalian bisa baca di sini.
Part 2 (desain by Canva).

Setelah melalui malam yang amat dingin, berisik dan susah tidur sampailah kami pada hari yang kedua. Pukul 7 kami baru benar-benar terbangun dan menyadari kalo hari sudah pagi. Rasanya masih belum cukup tidur karena baru sekitar jam 4 atau jam 5 kami benar-benar bisa tertidur lelap. Makasih buat pihak vila yang memperkerjakan pegawainya sampai malam sehingga tamu keberisikan. Tapi sudahlah lupakan semuanya, kini kami harus menyiapkan fisik untuk jalan-jalan lagi. Dan yang harus kami lakukan pertama kali adalah mandi dengan air yang dingin seperti es.

Sarapan kami dari Fuji Vila Kaliurang

Suami saya yang lebih dulu mandi. Sementara saya sarapan crackers agar tidak terlalu lapar karena udara dingin membuat saya lebih cepat lapar, ha, ha, ha. Sekitar jam setengah delapan saya memberanikan untuk mandi bebek. Pokoknya asal badan terkena sabun dan dibilas air shower yang aliran airnya seakan tak berperasaan membuat badan saya gemetaran. Akhirnya saya berhasil juga melewati mandi pagi yang amat menyiksa itu (agak lebay, ya?).

*Museum Ullen Sentalu.

Pintu masuk ke Museum Ullen Sentalu.




Museum ini diresmikan tahun 1997 oleh Menparpostel, Joop Ave. 
Harga tiket masuk ke Ullen Sentalu. 

Selesai mandi akhirnya sarapan datang juga. Nasi goreng pedas, telur goreng, nugget ayam dan salak cukup membuat saya kenyang. Selesai sarapan kami jalan-jalan sebentar di sekitar Taman Kaliurang. Karena masih sepi kami memilih tidak masuk ke taman tetapi justru berjalan ke kiri bila dari arah vila.

Nggak jauh dari Wisma Kinasih (tempat retreat) terdapat sebuah Museum Ullen Sentalu. Kami berjalan terus ke sana namun seperti kisah pertama, nggak jadi masuk lagi karena waktunya mepet sementara kalau mau masuk ke museum harus pakai guide dan ikut rombongan. Padahal jam 12 siang kami harus check out dari vila, sementara itu kami harus menunggu ada pengunjung lainnya datang. Harga tiket untuk wisatawan dalam negeri 40 ribu untuk dewasa, 20 ribu untuk anak-anak. Untuk wisatawan asing 60 ribu dewasa, 40 ribu anak-anak.
Jalan-jalan pagi ke Taman Kaliurang & Museum Ullen Sentalu.
Kembali ke Fuji Villa lewat jalan kampung, ternyata di sini banyak sekali tempat penginapan ada yang sederhana, mewah, kamar sedikit sampai kamar yang banyak ada semua. Kalo yang di dalam kebanyakan rumah penduduk yang berubah fungsi 

*Menara Pandang. 

Di Menara Pandang Gunung Merapi sekitar 6 Km dari puncaknya. 

Sekitar pukul 11 kami check out dari hotel dan pergi ke Menara Pandang yang jaraknya 6 km jika ditarik garis lurus dari puncak Merapi. Hampir bisa dikatakan tidak ada pengunjung ketika kami ke sana. Tempatnya agak seperti taman bermain, ada beberapa kios dekat lokasi parkir. Tiket masuk 2000/orang dan 2000 untuk sepeda motor. Murah, kan? Saya pilih wisatanya yang murah terus ya? Pletak *tepukjidatsendiri. 


*Taman Nasional Gunung Merapi.



Taman Nasional Gunung Merapi.

Lanjut dari Menara Pandang kami ke Taman Nasional Gunung Merapi, kalo umumnya sih tempat ini disebut Kaliurang. Ciri khas tempat ini adalah Tugu Elang Jawa yang merupakan hewan paling dilindungi dan kawasan ini adalah tempat habitat bagi mereka yang kian hari makin sedikit. Mungkin sekarang jumlahnya tidak lebih dari 10 ekor.

Selain Elang Jawa, hewan yang hidup dilindungi di sini adalah kera ekor panjang atau kalo orang sana bilang monyet atau munyuk. Mereka suka beraktivitas di dekat manusia. Jangan heran jika ada kera yang tiba-tiba merebut makanan kita, mereka juga suka iseng sama pengunjung, suka bertatap mata sama orang (kemarin saya juga sempat ditatap sama monyet, naksir kali ya, wkwkwk), suka ngagetin orang dengan tiba-tiba menjatuhkan ranting atau menarik barang yang kita bawa. Biasanya mereka suka turun gunung di sore hari. Kalo siang mungkin mereka lebih suka bermain di pohon, berkutu-kutuan atau tidur siang.

Oo siapa dia? Baru makan buah lalu melemparkan kulitnya ke orang yang lagi duduk di bawahnya, ha, ha, ha.
Di dekat pintu masuk terdapat banyak kios-kios yang jualan makanan khas Kaliurang seperti Jadah Tempe, Sate Kelinci, Nasi Klenyer dan Tongseng Kelinci. Makanan umum seperti soto, mie ayam, mie instan, nasi goreng juga ada, pedagang buah juga ada. Saya tertarik untuk menengok air terjun Tlogo Muncar, sayangnya status Merapi sedang dinyatakan waspada level 2 jadi kami tidak boleh mendaki ke puncak.

Makan siang kami, Nasi Goreng Klenyer dan Sate Kelinci. 
Begitu sampai di air terjun, saya kaget karena bayangan saya air terjun itu selalu banyak air dan bawahnya ada kolam besar dengan aliran air yang deras turun dari tebing. Ternyata air terjun Muncar hampir tidak ada airnya, cuma seperti aliran air yang merembes di dinding. Kata suami saya kadang kalo lagi musim kemarau seperti sekarang, airnya nggak ada, jadi ini termasuk banyak.

Puas menikmati suasana alam hutan alami dan sedikit was-was karena kera-kera sudah mulai turun, kami pun keluar. Suami bermaksud beli oleh-oleh buat maminya, maka berjalanlah kami menuju pedagang buah yang berada tidak jauh dari pintu masuk. Mereka berteriak-teriak terus saat kami mendatangi salah satu penjual. Agak menyesal sih, beli di tempat ini. Karena talas dan salak yang kami beli ternyata banyak yang busuk, harganya juga mahal. Hal ini kami ketahui ketika sudah sampai di rumah. Lain kali kami harus lebih hati-hati beli oleh-oleh di tempat wisata.

Kami pun ke kios makanan memesan Sate Kelinci dan Nasi Klenyer. Untuk seporsi Nasi Sate Kelinci harganya 20.000 isi 5 tusuk dan Nasi Klenyer 25.000. Rasa makanan yang kami pesan ternyata tidak mengecewakan, semua enak terutama Nasi Klenyernya, ini adalah nasi goreng namun rasanya ada bumbu tongsengnya, dagingnya pakai daging kambing yang empuk. Hmm, enak banget! Penasaran? Ke Kaliurang aja!

Sebelum pulang kami menyempatkan membeli jadah tempe, satu paket berisi 10 jadah, 10 tempe seharga Rp. 22.000,- sukses kami bawa pulang buat oleh-oleh mamah mertua.


*Museum Gunung Merapi.
Museum Gunung Merapi.

Hari masih sore, kami mampir ke Museum Gunung Merapi. Harga tiket masuknya hanya 5 ribu rupiah per orang plus parkir 3 ribu. Tempatnya bagus banget. Saat memasuki museum yang pertama kali yang dilihat adalah replika Gunung Merapi yang mensimulasikan sebaran awan panas 3 letusan di tahun 1969, 1994 dan 2006. Gunung Merapi merupakan salah satu gunung paling aktif di dunia.

Replika Gunung Merapi.

Berjalan di sebelah kiri ada ruangan yang menyimpan koleksi benda-benda sisa akibat letusan merapi tahun 2010. Ada juga tulisan-tulisan yang mengharukan dari para korban bencana, ada yang kehilangan ternaknya, rumah, suami, istri dan anak tapi mereka berusaha untuk tegar dan tetap menjalani hidup. Ada juga kisah-kisah dari para relawan yang turut membantu mengevakuasi warga.

Isi MGM yang sangat informatif tentang kegunungapian.
Di bagian lain ada peta di mana gunung berapi berada tersebar di seluruh dunia, koleksi foto-foto gunung Merapi dari tahun ke tahun, informasi kegunungapian, ada batu-batu dari gunung berapi di Indonesia yang ternyata bentuk dan jenisnya bermacam-macam.

Sebenarnya berada di Museum Gunung Merapi sangat mengasyikkan karena bisa menambah pengetahuan tentang gunung Merapi, namun saya merasa lelah untuk membaca satu persatu keterangan dari alat edukasi di sana. Kebanyakan pengunjungnya adalah anak-anak, remaja dan orang tua yang membawa anak-anaknya.

Museum Gunung Merapi ini jadi tempat terakhir dari perjalanan wisata kali ini. Lain waktu mungkin kami akan ke Merapi Park, Museum Sisa Hartaku, Kali Kuning, Ullen Sentalu dan naik jeep, ha, ha, ha. Tentu untuk semua itu saya dan suami harus siapkan fisik dan juga kantong yang lebih tebal. Sekian dan trimakasih sudah membaca :).