Menikmati Pesona Alam Indonesia dari Sudut Pandang Berbeda.

Aku bahagia, hidup sejahtera di khatulistiwa.
Alam berseri-seri, bunga beraneka
Mahligai rama-rama, bertajuk cahya jingga
Surya di cakrawala...

Slalu berseri alam indah permai di khatulistiwa,

Persada senyum tawa, hawa sejuk nyaman
Wajah pagi rupawan burung berkicau ria
Bermandi embun surga

Syukur ke hadirat Yang Maha Pencipta

Atas anugerahNya di tanah nirmala
Bersukacita insan di persada yang aman sentosa
Damai makmur merdeka di setiap masa
Bersyukurlah kita semua...

(Zamrud Khatulistiwa-Chrisye)



Lagu di atas tadi merupakan lagu favorit saya yang liriknya menggambarkan keindahan bumi pertiwi Indonesia. Ya nggak perlu jauh-jauh berwisata ke negeri orang, cukup di Indonesia saja kita bisa menikmati pemandangan yang indah. Asalkan mau beranjak dari rumah, kita bisa menemukan karya Tuhan yang begitu mengagumkan tanpa harus menempuh jarak ratusan kilometer. 

Sebagai orang Indonesia layaklah saya bangga karena tinggal di negeri yang indah, aman dan damai. Bukan saja karena warisan budaya yang begitu beragam tetapi Tuhan menempatkan saya di sebuah tempat yang kata orang adalah zamrud khatulistiwa. Mengenai kata "zamrud", jujur saya belum tahu seperti apakah zamrud itu? Lalu saya mencari artinya di google. Ternyata "zamrud" adalah permata berharga yang berwarna kehijauan. Sementara arti dari "khatulistiwa" adalah garis khayal keliling bumi, terletak melintang pada nol derajat (yang membagi bumi menjadi dua belahan yang sama, yaitu belahan bumi utara dan belahan bumi selatan). Jadi, saya menyimpulkan bahwa Indonesia ini adalah sebuah pemata yang berharga yang berada pada garis khatulistiwa. 

Diibaratkan permata kehijauan karena sebagian besar wilayah Indonesia memiliki daerah yang masih memiliki hutan, sehingga akan terlihat hijau bila dilihat dari atas. Itulah sebabnya mengapa Indonesia memiliki julukan "Zamrud Khatulistiwa".

Di kesempatan kali ini saya akan menceritakan sedikit pengalaman jalan-jalan saya ke beberapa tempat wisata yang ada di Purwokerto, Purbalingga, Kebumen dan Yogyakarta. Mau tahu apa saja? Yuk! Simak cerita saya berikut ini.



Kawasan obyek wisata Baturraden, Purwokerto.



Tempat ini merupakan lokasi favorit saya bersama keluarga karena lokasinya cukup dekat dengan rumah. Harga tiketnya juga cukup terjangkau yaitu sekitar 14-20 ribu rupiah saja kita bisa masuk ke kawasan wisata Baturraden yang luas dan fasilitas yang terawat. Waktu tempuh ke Baturraden hanya sekitar 15 sampai 20 menit dari kota Purwokerto.

Baturraden terletak di sebelah utara kota Purwokerto dan di sebelah selatan lereng Gunung Slamet di kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Selain memiliki pesona alam yang indah, Baturraden ini juga menyimpan banyak cerita legenda seperti Lutung Kasarung dan Legenda Baturraden.

Baca juga: Legenda Tempat Wisata Baturraden




Baturraden yang mempesona.



Sumber foto: doc. Pribadi


Di sini kita bisa menikmati keindahan Pancuran Telu dan Pancuran Pitu, Bumi Perkemahan, Kaloka Widya Mandala, Telaga Sunyi, Wana Wisata Baturraden yang berjarak tempuh 2 km dari kawasan wisata Baturraden. Tak kalah menarik ada juga Small World layak dikunjungi pada malam maupun siang hari karena keindahan dari miniatur bangunan seperti Menara Pizza, Taj Mahal, Tugu Monas, Menara Eiffel dan berbagai miniatur bangunan unik lainnya bisa dinikmati di sini. 




Dengan membayar 20 ribu, kita bisa berkeliling dunia. 
Sumber foto: doc. Pribadi


Kebun Stroberi Serang, Karangreja, Purbalingga.

Tempat ini belum jadi sepenuhnya saat saya ke sana bersama-sama dengan keluarga. Namun tak mengurangi semangat kami untuk jalan-jalan ke kebun stroberi. Hawa dingin mulai dirasakan sejak kami memasuki kawasan desa Serang, Karangreja Kabupaten Purbalingga. Untuk menuju ke sana diperlukan kendaraan yang prima agar bisa melalui jalan yang menanjak dan berkelok-kelok dan menikung. Kita juga harus hati-hati karena jalannya sempit meski kondisi jalan sudah diaspal tetapi tidak semua mulus, ada beberapa jalan yang masih berlubang.


Sumber foto: doc. pribadi


Di sana kita bisa memetik stroberi dan makan sepuasnya dengan membayar 20 ribu per orang. Dan membawa pulang stroberi dengan membayar 6 ribu/ons.


Sumber foto: doc. pribadi



Teluk Penyu dan Benteng Pendem, di Kab. Cilacap.

Teluk penyu merupakan sebuah pantai di kabupaten Cilacap yang memberikan kesan tersendiri karena dari pantai, kita bisa melihat langsung Pulau Nusakambangan di mana banyak narapidana ditahan di sana. Di sekitar pantai banyak terdapat kios-kios yang menyediakan ikan asin dan ikan segar yang dapat dimasak langsung di situ dan dinikmati.

Sumber foto: doc.pribadi

Di kawasan ini juga ada Benteng Pendem yang tak kalah menarik dengan obyek wisata lainnya. Benteng ini merupakan benteng peninggalan Belanda yang dibangun pada tahun 1861 seluas 6,5 hektare secara bertahap selama 18 tahun. Dulu benteng ini sempat tertutup tanah pesisir pantai dan tidak terurus. Benteng ini kemudian ditemukan dan digali pada tahun 1986 dan dijadikan tempat wisata oleh pemerintah kabupaten Cilacap sampai sekarang.

Sumber foto: doc. pribadi

Sumber foto: doc. pribadi

Sumber foto: doc. pribadi



Gua Jatijajar, Kebumen.

Gua ini berada di desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Di dalam Gua Jatijajar ini terdapat banyak Stalagmit dan Stalagtit yaitu batuan kapur yang terbentuk dari endapan tetesan air hujan yang sudah bereaksi dengan batu-batu kapur yang ditembusnya. Menurut penelitian, dalam setahun, Stalagtit ini hanya terbentuk setebal 1 cm saja.
Keindahan Gua Jatijajar tak hanya pada stalagmit dan stalagtit saja, hal yang menarik lainnya adalah adanya diorama-diorama atau patung legenda dari Lutung Kasarung. Saya heran kenapa ada diorama legenda Lutung Kasarung di sini, padahal menurut cerita kejadiannya ada di lokasi Baturraden.


Sumber foto: doc. pribadi


Sumber foto: doc. pribadi



Kebun Teh Nglinggo, Samigaluh, Kab. Kulon Progo, DI Yogyakarta.


Beberapa waktu yang lalu saya pergi ke kawasan kebun teh Nglinggo, desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta. Jarak tempuh ke lokasi ini adalah sekitar 1-1,5 jam tergantung kendaraan dan kecepatan. Bagi saya, jalan menuju ke perkebunan teh ini cukup ekstrim, lebih menikung naik turun serta berkelok-kelok dibandingkan jalan menuju ke kebun stroberi di Purbalingga. Tetapi rasa lelah dalam perjalanan tergantikan oleh rasa senang melihat pemandangan yang hijau terbentang di mana-mana.



Sumber foto: doc. pribadi

Sumber foto: doc. pribadi

Sumber foto: doc. pribadi

Saya berhenti sebentar di jembatan Kali Progo yang menghubungkan kota Yogyakarta dengan Kulon Progo menikmati keindahan alam. Sungai ini menjadi batas alami antara Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Sleman dan Bantul.

Sumber foto: doc. pribadi

Sumber foto: doc. pribadi

Bagaimana cukup indah bukan? Ada baiknya kita keliling Indonesia dulu sebelum keliling dunia. Yuk, berbagi informasi membangun negeri lewat sumber.com. 








Liburan Istimewa di Kota yang Istimewa


Jogja! Jogja! Tetap istimewa.
Istimewa negerinya, istimewa orangnya.

Jogja! Jogja! Tetap istimewa.
Jogja istimewa untuk Indonesia.
-Jogja Hip Hop Foundation-

Halooo, kali ini saya mau mengulas tentang Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) atau yang sering disebut Yogya atau Jogja. Penggalan lagu di atas tadi merupakan soundtrack buat rakyat Jogja yang sangat mencintai warisan budaya dan tradisi lama.
Menjadi sebuah daerah istimewa merupakan keunikan tersendiri untuk kota Yogyakarta. Berbeda dengan provinsi lain di Indonesia, Yogyakarta tidak dipimpin oleh Gubernur melainkan Sultan.


Tugu Jogja yang selalu menarik wisatawan berfoto di sini. 
(Foto: doc. pribadi)


Saya menyebut Jogja sebagai kota asal nenek moyang saya, karena walau pun saya bukan kelahiran Jogja tetapi nenek dan mama saya lahir di kota ini. Dulu Jogja belum seramai sekarang, belum banyak Mall dan hotel besar. Namun Jogja tak pernah kehilangan cita rasanya sebagai kota budaya yang ramah penduduknya, senang membantu sesama, cinta damai dan ber-Bhineka Tunggal Ika.


Menjadi Jogja Menjadi Indonesia.


Sudah semestinya keistimewaan Jogja adalah untuk Indonesia. Bahwa menjadi Jogja adalah menjadi Indonesia. -Sri Sultan HB X-


Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sri Sultan dalam pembukaan Festival Kesenian Yogya ke-29 di Gerbang Kantor Gubernur DIY Kepatihan Yogyakarta.




Menjadi Jogja menjadi Indonesia, selalu memberikan kesan mendalam bagi para pengunjung dari seluruh nusantara. Karena keramahan orang-orangnya, membuat semua orang nyaman tinggal di kota ini.

Sebagai kota yang dipimpin oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X, Jogja menjadi spesial di mata rakyat Indonesia. Kota ini sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin menimba ilmu, mencari nafkah atau sekedar berwisata tanpa kehilangan ke-khasannya sebagai kota yang penuh dengan warisan leluhur. Semua itu dikarenakan karena warga Jogja sangat bangga dalam mencintai dan melestarikan warisan leluhurnya.

Bukan rahasia lagi jika kota Jogja mendapat berbagai banyak julukan yaitu sebagai Kota Budaya, Kota Seniman, Kota Pelajar, Kota Gudeg, Kota Museum dan Kota Pariwisata. Tidak heran jika kota Yogyakarta bisa menarik banyak wisatawan baik dari dalam maupun dari luar negeri.


Yang Menarik dari Kota Yogyakarta


1. Kuliner yang lezat.


Gudeg Jogja.
Wisatania.com

Belum sah jika pergi ke kota ini tanpa menyantap nasi Gudeg yang menjadi makanan khas kota ini. Ada juga bakpia, kacang hijau yang berlapis kulit pia yang lembut dan berlapis-lapis tak kalah lezat dengan kue-kue modern sekarang. Ingin coba makanan khas yang lain? Ada Soto Sulung, Sate Klathak, Oseng Mercon, Sop Kaki Kambing, Yangko, Geplak dan masih banyak lagi.
Kota ini pun berlimpah dengan tempat makan yang menyediakan berbagai macam menu makanan populer lainnya. Tidak sulit jika ingin mencari makanan khas dari daerah lain, karena Jogja memang sudah jadi surga bagi para perantau.


Pedagang angkringan.
Sumber: yogyakarta.panduanwisata.id

Tak lupa juga harus mencoba warung angkringan yang menyediakan menu-menu seperti Sego Kucing, Sate Usus, Sate telur, Wedang Uwuh, Wedang Jahe, Wedang Tape Panas dan aneka gorengan.


2. Tempat wisata.


Kawasan Malioboro sudah barang tentu jadi tujuan wisata favorit para wisatawan, mulai dari Tugu Putih, Jl. Malioboro, Kraton Yogyakarta, Monumen Jogja Kembali, Benteng Vredeburg, Taman pintar, kebun binatang Gembira Loka, Pantai Parangtritis, Monumen Affandi, Tlogo Putri Kaliurang, Taman Sari dan masih banyak tempat wisata lainnya.


Tempat wisata kebun teh Nglinggo.
(Foto : doc pribadi)

3. Tempat kesenian dan budaya.


Banyak seniman lahir di kota ini seperti Bagong Kussudiardja (koreografer & pelukis), Hendra Cipta (aktor kawakan), Linus Suryadi AS (pemain teater & pelawak), Djaduk Ferianto (aktor), Garin Nugroho (sutradara & produser film), Pongki Barata (musisi), Neo Letto (musisi). 
Bila kita berkunjung ke kawasan Malioboro bisa dipastikan banyak sekali musisi jalanan yang menunjukkan kepiawaiannya dalam bermusik dan bernyanyi.

Aksi seniman jalanan di kawasan Malioboro.
(Sumber foto: blog.zenrooms.com)


4. Banyak tempat belajar.


Selain memiliki kuliner yang enak, Jogja juga jadi tempat tujuan untuk belajar dari banyak penjuru daerah di Indonesia karena banyak sekolah maupun universitas yang ada di sini. Tak heran banyak sekali mahasiswa yang tinggal di kota ini. Biaya hidup di kota ini juga tergolong lebih murah dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia.


Trivia.id

5. Banyak bangunan dan museum yang menyajikan banyak pagelaran seni budaya setempat.

Bukanlah sesuatu yang sulit jika ingin melihat peninggalan bersejarah yang ada di Yogyakarta, karena hampir di setiap sudut kota ada bangunan-bangunan peninggalan Belanda. Kita pun bisa berwisata sejarah ke Keraton Yogyakarta, Benteng Vredeburg, Taman Sari, Desa Wisata Kinahrejo, Kota Gede, Pabrik Gula Madukismo, Monumen Yogya Kembali.


Pertunjukan kesenian di dalam Benteng Vredeburg.
(Foto : doc pribadi)

Sepertinya tidak akan ada habisnya bila bicara tentang Jogja, karena tempatnya yang nyaman, penduduknya yang ramah dan suka menolong, harga makanan di sini pun relatif terjangkau. Menjadikan Jogja jadi salah satu tempat untuk dikunjungi atau menjadi tempat yang selalu dirindukan bagi para perantau.



Rencana Red Summer Holiday Bersama Keluarga.

    Sedang mengalami cuaca panas terik di bulan Juli sampai September? Ini kesempatan buat jalan-jalan sebebas-bebasnya tanpa terganggu hujan datang. Bisa travelling ke pantai, ke gunung bisa banget atau ke tempat bersejarah seperti candi, nggak takut lagi sama hujan dan basah. Semua aman mau backpacker-an juga bisa.

    Sebut saja "Red Summer Holiday" alias liburan musim panas. Kalau buat saya, liburan bisa kapan saja di setiap akhir pekan nggak harus menunggu datangnya long weekend yang sepertinya enggan muncul di bulan-bulan ini. Destinasinya cukup yang dekat-dekat saja seperti Yogyakarta, Solo, Magelang dan Semarang.

     Dari sekian banyak pilihan di atas saya lebih memilih liburan di Semarang dan Yogyakarta. Sebut saja liburan impian yang segera diwujudkan. Tapi mau ke mana? Bingung juga ya? Apalagi jika belum tahu apa saja tempat wisata di sana. Untung saya menemukan sebuah blog yang bagus banget buat dijadikan referensi sebelum melakukan travelling. Namanya blog.reddoorz.com. Isinya tentang berbagai info menarik mengenai travelling. Antara lain: feature, tips&trik, rekomendasi tempat makan, rekomendasi tempat menginap, rekomendasi tempat wisata dan info hotel.



Tempat wisata Semarang yang sayang untuk dilewatkan

Semarang adalah ibu kota provinsi Jawa Tengah. Destinasi wisatanya cukup banyak dan menarik. Kulinernya juga wajib dicoba. Jujur saya penasaran sama kota ini karena belum pernah sekalipun ke sana. Ahh, mending lihat dulu blognya Reddoorz deh!

Buka dulu blog.reddoorz.com lalu ke menu, pilih "rekomendasi tempat wisata" di sana muncul berbagai pilihan judul menarik diantaranya tempat wisata Semarang yang sayang untuk dilewatkan. Ini dia tampilannya:











Lalu saya kembali ke menu utama lagi, pilih rekomendasi tempat makan. Nah, kira-kira begini penampilannya. 












Kalau sudah menemukan rekomendasi yang lengkap seperti ini tinggal membuat rencana kapan bisa pergi liburan bersama keluarga. Dan juga info hotel yang murah namun fasilitasnya tetap oke, oya tinggal lihat reddoorz lagi. Yuk!

Sekali lagi kita kembali ke menu utama, pilih rekomendasi tempat menginap. 


Menikmati keindahan kota Semarang tidak cukup hanya satu hari karena itu kita harus menginap. Tapi nggak boleh salah pilih hotel, bisa-bisa kantong jadi jebol setelah pulang dari liburan. Hmm, untuk itu kita baca aja review hotel dari Reddoorz yang sudah memilihkan hotel yang nyaman namun tetap murah. Bahkan kita bisa dapat kemudahan dalam memesan dan mendapat poin jika memesan melalui web Reddoorz. 





Gado-gado Femina "Pembeli Bukanlah Raja"

Tulisan ini pernah dimuat di Gado-gado Femina no.41 15-21 Oktober 2016.


Pembeli Bukanlah Raja

Oleh : Yustrini

  Pepatah Cina mengatakan, seseorang tanpa wajah tersenyum janganlah membuka toko. Ada juga slogan, bahwa pembeli adalah raja. Artinya, si penjual harus rela melayani si pembeli dengan ramah dan sabar. Tapi itu nggak berlaku di sebuah toko alat-alat perlengkapan rumah tangga di kotaku. Menurutku, penjualnyalah yang jadi raja. Aih!

  Saya harus rela bersabar dan mengelus dada saat harus membeli 4 lusin mangkok tanpa melihat atau mengecek barangnya satu persatu yang saya beli. Karena tidak ada acara meneliti barang yang mau dibeli di toko itu. Rupanya si pemilik toko mau semua serba cepat. Cari barangnya, ambil, bawa ke kasir, bayar. Pengemasan pun hanya dilakukan di luar toko setelah barang dibayar oleh pegawai toko lainnya.

  “Harganya sudah harga kocokan mbak. Mbak nggak perlu cek barang lagi. Kalau dikocok nggak ada yang bunyi ya berarti aman, nggak ada yang pecah,” ujar si pegawai toko ketika saya ingin membongkar kemasan mangkok yang saya beli.

  Jantung saya lebih deg-degan lagi melihat si mas-nya dengan santai mengocok-kocok bungkusan mangkok yang sudah saya bayar tadi. Berbagai pertanyaan atau lebih tepatnya kekhawatiran muncul dalam benak saya, gimana kalau mangkok itu pecah, retak apa masih bisa dikembalikan?

  “Trus kalo setelah dibuka di rumah mangkoknya ada yang retak?” tanyaku.

  “Maaf, tergantung keberuntungan anda. Barang yang sudah keluar dari toko ini nggak bisa dibalikin lagi meski retak,” sahut si pemilik toko ketus. Rupanya dia nggak mau ribet ada pembeli bongkar-bongkar barang dagangannya.

  Ya, sudahlah. Akhirnya saya pasrah sambil terus berdoa sepanjang perjalanan semoga mangkok saya tidak ada yang pecah atau retak. Dan doa saya terkabul. Setelah sampai rumah saya periksa satupersatu mangkoknya tidak ada yang pecah atau retak. Saya pun bernapas lega. Bersyukur tidak jadi rugi.

  Itu baru sekelumit pengalaman saya jadi pembeli. Lain lagi di sebuah warung makan dekat rumah saya dulu sebelum pindah ke rumah yang sekarang. Saking galaknya bapak si pemilik warung dan mahalnya makanan yang dijual, saya dan kakak perempuan saya sepakat menyebut warung makan itu dengan julukan ‘Kantin Mahal dan Jahat’ atau disingkat KMJ. Ikut-ikutan novel Lupus.

  Bila masuk warung itu jangan harap bisa lama-lama mikir mau makan apa, kalau nggak pengen diberi tatapan sinis dari pemiliknya. Harus cepat dan to the point nggak ada acara ramah tamah dulu, walau kami masih tetangga dekat. Dan yang terpenting jangan salah ngomong. Misalnya mau beli nasi lauk opor ayam, jangan bilang nasi lontong opor. Kalau sampai salah siap-siap aja dapat bonus omelan. Hi, hi, hi.

  Suatu hari saya ingin membeli opor ayam kesukaan saya. Karena warung sepi dan tidak ada orang, saya berjingkat masuk ke dalam sambil mengucapkan salam. Bukannya mendapat balasan salam yang baik, saya malah diomeli.

 “Heh! Ngapain masuk-masuk?! Nggak sopan!” bapak pemilik warung membentak saya dari belakang. Matanya melotot, kedua tangannya ditaruh dipinggang. Dengan suara bergetar saya berkata mau membeli nasi opor. Setelah semuanya selesai saya langsung berlari pulang. Saking takutnya saya sempat kencing di celana saat itu, ha,ha,ha.

  Biar begitu, warung itu merupakan warung favorit saya. Karena masakannya enak dan menunya khas banget. Setiap harinya dipastikan ada menu opor, sambal goreng kentang, oseng mie, oseng tempe cabe ijo yang rasanya beda dengan masakan di tempat lain. Karena bumbunya mantap jadi kalo lagi pengen makan enak saya ke situ bersama kakak saya membeli satu porsi nasi bungkus untuk berdua. Maklum harganya mahal.

  Sejak kejadian yang nggak mengenakkan tadi saya jadi sering minta tolong kakak perempuan saya untuk membelikan nasi opor favorit saya. Hasilnya sama saja, malah kakak saya lebih trauma untuk kembali beli di sana. Kalau sudah begitu biasanya sekitar sebulan lagi saya baru mau beli kesana. Alamak!

  Sekarang warung itu dikelola oleh anak menantunya, karena pemilik yang pertama sudah meninggal. Menu dan jenis masakan masih sama namun cita rasanya sudah jauh berubah. Pelayanannya juga lebih ramah namun sayang seribu sayang bumbunya kurang berani jadi pembelinya pun tak seramai dulu. Ah, saya jadi kangen sama omelan dan kejudesan pemilik yang dulu. Atau jangan-jangan karena wajah sangar dan galak itu yang bikin masakan jadi enak ya?

  Yang jelas dari serangkaian peristiwa di atas membuatku memilih lebih baik menjadi seorang penjual yang ramah dan sabar terhadap pembeli. Bukankah orang sabar disayang Tuhan dan sesama? Intinya bagi saya yang juga seorang penjual sekaligus pembeli lebih memilih pelayanan yang baik dengan harga sedikit lebih mahal ketimbang murah tapi pelayanannya suka bikin hati panas. Namun nggak bisa dipungkiri sih kalau kadang-kadang saya juga suka jutek sama pelanggan yang bawel, tapi masih dalam batas kewajaran kok.
* * * *