Langsung ke konten utama

(Hobi Baru Mami) Percikan dimuat di majalah Gadis no.15 29 Mei-08 Juni 2015

Hobi Baru Mami
Oleh Yustrini



Makin hari hobi baru mami makin parah! Itulah yang kurasakan sejak papi memberikan smartphone baru kado ulangtahun mami minggu lalu. Memang kuakui masakan di rumah jadi lebih enak dan bervariasi daripada menu-menu sebelumnya. Tapi apa perlu setiap kami makan harus foto dulu? Bahkan di setiap tempat yang kami kunjungi tak pernah ketinggalan mami upload di akun sosmed.
"Mau mami pamerin ke teman-teman mami," ujarnya sambil tersenyum.
Aku mengalihkan pandangan ke papi yang hanya senyum-senyum saja tanpa mengajukan protes malah dengan cueknya bergaya narsis bareng kak Winda. Sedangkan mami terus sibuk dengan jarinya menari-nari di atas layar.
"Wajar saja kan Fe, mama kamu kecanduan smartphone barunya, paling sebentar lagi juga sudah bosan," ujar Rina sahabatku saat aku cerita soal mami.
Mudah-mudahan perkataan Rina benar aku mulai merasa kehilangan kasih sayang dan perhatian mami. Biasanya kan pulang sekolah aku curhat dan mami mendengarkan aku dengan sabar. Tapi sejak adanya kado dari papi itu, mami cuma mendengarkanku sekilas saja. Malah sibuk membicarakan tetangga bersama grup chattingnya.
* * *
Ting tong!
"Permisi, Dik! Ini ada paket buat ibu Lidya. Tolong tanda tangan di sini. Makasih, Dik!"
Aku menerima kotak paket besar itu dengan rasa penasaran. Aduh! Jangan-jangan mami belanja online lagi. Kemarin saja papi udah syok menerima laporan saldo dari bank. Mungkin limit kartu kreditnya habis.
"Kak, mami mana?" tanyaku pada Kak Winda yang sedang duduk santai di teras belakang.
"Lagi kumpul kali sama teman SMA-nya dulu," jawabnya cuek. Kepalanya terus menunduk menekuri buku kecil yang dipegangnya. Eh, ralat! Bukan buku tapi...
"Kak, sejak kapan kak Winda punya hp canggih seperti itu?" seruku kaget menyadari ternyata ia sedang asyik bermain gadget. Nggak mungkin papi mau keluar uang dua kali setelah membeli smartphone mahal untuk mami minggu lalu dan sekarang kak Winda?
"Eh, paketnya sudah sampai ya? Nggak nyangka bakal secepat ini hadiahnya dikirim," tiba-tiba mami datang.
Hadiah?
"Fero sayang kamu saja yang buka paketnya ya? eits tunggu kita selfie dulu bertiga. Kak Winda dan mami segera ambil pose terbaik mereka. Bahkan mami pakai tongsis segala.
Penasaran dengan isi paketnya, buru-buru aku membukanya. Isinya sekotak penuh wafer cokelat kesukaanku. Wow!
"Tiga hari yang lalu mami menang kuis di media sosial, HP kak Winda juga hasil dari mami suka foto- foto. Nggak nyangka dapat rejeki dari kuis yang ada di smartphone yang papi belikan ya?" mami menjelaskan. Aku mengangguk mengerti, pantas saja papi nggak pernah protes sama hobi mami.
Mulai sore itu rumah kami nggak pernah sepi dengan kehadiran tukang paket yang mengantarkan hadiah karena hampir tiap hari mami memenangkan kuis di medsos. Rupanya mami terlalu fotogenik hampir semua kontes foto ia menangkan.
Akhir bulan nanti kami sekeluarga bisa jalan-jalan ke Bali gratis gara-gara hobi baru mami. Aku jadi suka mengikuti kuis dan kontes foto seperti mami tapi sayang sampai sekarang nggak pernah menang. Huh! Sebal!
* * * *



Versi majalahnya bisa dilihat di sini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mau Pesan Paket Wisata Murah, di JadiPergi.com Aja Lebih Mudah dan Lengkap.

Siapa yang saat ini nggak suka berlibur dari penatnya aktivitas harian yang membosankan? Ya, bukan jamannya lagi jika mau berpiknik atau berlibur mesti cari tiket, cari pesawat atau kereta kesana-kemari karena sekarang ada paket wisata murah online terlengkap. Kali ini saya mau review bagaimana memilih paket wisata di JadiPergi.com.
Pertama, kita ketikkan JadiPergi.com, maka akan muncul layar seperti di bawah ini. 
screenshot layar doc.pribadi.
Bila belum mempunyai akun, kita harus membuat terlebih dahulu. Namun, jika kamu punya akun BebasBayar langsung bisa login dengan akun BebasBayar.   
screenshot layar doc.pribadi.
Berbagai menu pilihan di sana yaitu wisata, pesawat, kereta, kapal, hotel, railink, travel dan bus. Di sana ada berbagai promo paket wisata menarik ke beberapa wilayah Indonesia mulai harga 100 ribuan perorang. Layanan dalam JadiPergi.com berbasis website, aplikasi Android dan iOS sehingga mudah dioperasikan kapan pun dan di mana pun. Dengan motto "kemanapun jadi hep…

[Resensi Novel] Love in Italy-Kisah Cinta 4 Sahabat di Kota Venice dan Verona

Menyusuri Kota Venice dan Verona Melalui Novel RomantisJudul buku  : Love in Italy-Kisah Cinta 4 Sahabat di Kota Venice dan Verona
Penulis     : Rofie Khaliffa
Penerbit    : Sheila
Tahun terbit : 2015
ISBN      : 978-979-29-5102-8“Dalam bentuk kata aku bicara, namun dalam bicara tidak bisa berkata. Sementara dalam cinta, aku tidak bisa keduanya. Itulah cinta di balik mentari yang tak terlihat oleh mata...”
-Juliet Capulet- (Hal 180)Kisah dimulai dari perkenalan tokoh bernama Juliet Capulet. Seorang gadis yang sangat menyukai kisah Romeo dan Juliet, sampai bermimpi untuk tinggal di Verona tepatnya di tempat rumah Juliet berada. Ia kuliah sekaligus bekerja di sana. Suatu hari ia bertemu dengan Pethra, mahasiswa dari Indonesia. Seorang pemuda tampan yang diam-diam menaruh hati kepada sahabat sejak kecil bernama Pelangi. Namun sayang, ia tak berani mengungkapkan perasaannya. Di sisi lain, Bizar teman Pelangi sejak SMA juga menaruh hati pada Pelangi. Bedanya Bizar terang-terangan menunjukka…

Jangan Jadi Cewek Cengeng

Tulisan ini pernah aku kirim ke  lomba yang diadakan Penerbit Indiva tapi nggak lolos daripada terbuang mendingan kutampilkan di sini.Girls Talk Series : Jangan Jadi Cewek CengengJadi Cewek Cengeng atau Tegar, Semua Tergantung Kita.Hidup adalah pilihan. Beberapa di antaranya adalah hasil dari apa yang kau kerjakan, sedangkan yang lainnya mungkin terjadi tanpa alasan. Untuk menerimanya atau tidak, semua pilihan ada padamu. The Lavender House-Joseline F. JanaPilih nangis atau hadapi.Misal nih, tadi pagi kita telat bangun, baju belum disetrika, beruntung hujan tiba-tiba turun dengan derasnya sehingga sekolah memberi kelonggaran waktu masuk jadi sepuluh menit. Namun masalah belum berhenti di situ. Karena kamu lupa tidak membawa tugas yang harus dikumpulkan hari itu. Di bayanganmu ada sosok guru yang sudah siap memberi hukuman kepadamu.
Apakah pilihanmu? Nangis atau hadapi apa pun yang terjadi? Kalau pilihanmu nangis di depan guru dan teman-teman berarti kamu termasuk cewek cengeng. Atau …