Langsung ke konten utama

Nostalgia Sejenak Film Animasi Pokemon



 

Masih ingat dengan film animasi Pokemon ini? 
Saya sih, lupa-lupa ingat. Kalo nggak salah serialnya diputar di SCTV sekitar tahun 2001. Lalu sempat juga ditayangkan di Indosiar. Nggak terlalu favorit banget sih nonton film ini, masih kalah jika dibandingkan sama film Doraemon( film favorit sepanjang masa he, he, he.)

Sumber: google searching

Ceritanya nggak lebih seputar pelatih Pokemon dan berbagai jenis pokemon. Ah, nggak terlalu jelas juga sih apa ceritanya waktu itu. Yang jelas tokoh utamanya berusaha untuk menakhlukan Pokemon yang ditemui sebanyak-banyaknya. Film ini juga menampilkan berbagai kelucuan interaksi antara pelatih Pokemon dengan Pokemon miliknya. 

Tokoh utamanya adalah remaja laki-laki ini(Ash) dengan makhluk kuning bernama Pikachu. Pika-Pika-Chu! 

Saya masih punya gantungan kuncinya lho! Dulu, gantungan kunci ini kalo ditekan bisa keluar bunyi cuit-cuit yang agak nyaring persis mainan bayi. Sekarang udah enggak bisa lagi. Biar begitu saya masih setia memakainya untuk gantungan kunci lemari baju saya. He, he, saya merupakan penyimpan barang lama yang baik kan?
Selain bentuknya yang lucu, nilai historis gantungan kunci ini juga ada lho! Saya beli waktu saya masih duduk di kelas 1 SMP. Belinya sama teman kecil saya. Nggak sengaja hanya karena ingin kenalan sama cowok yang menurut saya  (kala itu) ganteng banget! Kalo jaman sekarang yah, mirip-mirip Al Ghazali kalo jaman dulu semacam Jimmy Lin. Ha, ha.
Ceritanya gini, karena kami berdua nggak pernah tahu cowok ini tuh asalnya dari mana. FYI, cowok ini bukan satu sekolah dengan kami. Cuma nggak sengaja sering ketemu di suatu tempat misal taman bacaan, toko buku dan rumah tetangga. Yeah, dia tinggal sementara di tetangga seberang jalan. Tapi buat nanya-nanya sama dia tuh malu banget! Maklum kami masih abg kuno yang suka malu-malu kucing. Jadi,begini kami beraksi. Cie! 
Pulang sekolah kami memutuskan pergi membuntutinya ke sebuah toko. (Ternyata dia pulang sekolah langsung kerja di toko mainan). 
Karena nggak tahu mau beli apa dan nanya soal apa jadi kami memutuskan beli gantungan kunci berbentuk Pikachu yang terpajang manis di etalase toko. Wuah! Harganya sih nggak terlalu mahal tapi cukup menguras isi dompet saya waktu itu. Karena nggak ada persiapan buat beli sesuatu jadi nggak bawa uang banyak. Segala macam receh pun dikeluarin demi menebus gantungan kunci itu dan rasa malu kami berdua. 
He, he. 

Gara-gara gantungan kunci inilah saya jadi bisa kenalan sama cowok yang cakepnya kayak Al Ghazali. 

Kembali ke film Pokemon yang sempat booming di tahun 2001. Sekarang ada permainan Pokemon Go yang sedang digemari juga. Bikin penggunanya lebih aktif meski kontroversinya game ini bisa bikin penggunanya celaka. Kalo saya mending main yang aman-aman aja. Atau nonton video di Youtube aja sambil dengerin lagu Don't Say You Love Me yang pernah jadi sountrack Pokemon dulu.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Resensi Novel] Love in Italy-Kisah Cinta 4 Sahabat di Kota Venice dan Verona

Menyusuri Kota Venice dan Verona Melalui Novel RomantisJudul buku  : Love in Italy-Kisah Cinta 4 Sahabat di Kota Venice dan Verona
Penulis     : Rofie Khaliffa
Penerbit    : Sheila
Tahun terbit : 2015
ISBN      : 978-979-29-5102-8“Dalam bentuk kata aku bicara, namun dalam bicara tidak bisa berkata. Sementara dalam cinta, aku tidak bisa keduanya. Itulah cinta di balik mentari yang tak terlihat oleh mata...”
-Juliet Capulet- (Hal 180)Kisah dimulai dari perkenalan tokoh bernama Juliet Capulet. Seorang gadis yang sangat menyukai kisah Romeo dan Juliet, sampai bermimpi untuk tinggal di Verona tepatnya di tempat rumah Juliet berada. Ia kuliah sekaligus bekerja di sana. Suatu hari ia bertemu dengan Pethra, mahasiswa dari Indonesia. Seorang pemuda tampan yang diam-diam menaruh hati kepada sahabat sejak kecil bernama Pelangi. Namun sayang, ia tak berani mengungkapkan perasaannya. Di sisi lain, Bizar teman Pelangi sejak SMA juga menaruh hati pada Pelangi. Bedanya Bizar terang-terangan menunjukka…

[Resensi Novel] Ailurofil

Ailurofil, novel pecinta kucing...Judul buku: Ailurofil
Penulis: Triani Retno A
Editor: Irna Permanasari
Desain sampul: Marcel A.W.
Layout: Ayu Lestari
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: pertama, 2016
Jumlah hal: 184 hl, 20cm
ISBN: 978-602-03-2547-7“Kalo perasaan sayang yang berlebihan pada kucing, disebutnya ailurofilia, pake ‘a’ di belakangnya. Kalo fobia alias takut banget-banget sama kucing, disebutnya ailurofobia atau felinofobia (hal 100).Nasya Aurelia sangat suka kucing. Ia bahkan rela direpotkan ketika kucingnya akan melahirkan. Menyediakan kardus bekas air minum. Membuat tempat senyaman mungkin untuk kucing kesayangannya itu melahirkan. Tapi siapa sangka, kucing itu memilih tempat yang lebih nyaman yaitu kasur empuk milik Nasya. Kehebohan di pagi buta pun tak terelakkan, ia berkutat dengan kegiatan membersihkan tempat tidurnya dan akibatnya terlambat ke sekolah.
Masalah timbul ketika Rio, cowok yang dipacarinya justru sama sekali tidak suka kucing. Apakah Nasya rela …

Menabung untuk Membeli Barang Impian dan Berhemat dengan ShopBack.

Menabung untuk Membeli Barang Impian dan Berhemat dengan ShopBack.
Sumber: google search menabung.(www.dwihadiatmaka.com/2016/02/menabung-untuk-masa-depan-itu-gampang.html?m=1)

Aku ingin begini... Aku ingin begitu...  Ingin ini, ingin itu, barang impianku..banyaaak sekaalii... Ahh, jadi bingung mau beli yang mana dulu. Hmm, perlu pilah-pilih dulu mana yang harus dibeli mana yang tidak ya? Apalagi mendekati waktu pernikahan, mendadak ingin beli peralatan rumah tangga yang bagus-bagus. Waa, jadi harus pintar-pintar atur uang buat kebutuhan rumah tangga. Dan menabung buat beli itu semua. Untung ada ShopBack, yang sedang mengadakan Kontes Blog dengan tema "Kamu Meminta, ShopBack Kabulkan." Nggak pake lama, aku langsung ikutannn. Yes! Thankyou ShopBack. 
Demam belanja online. Yang ini bagus, yang itu bagus, waa ini juga. Sering gitu nggak teman-teman kalo sedang browsing? Toko online kini sudah banyak sekali bertebaran di mana-mana kelihatannya ada di setiap media sosial yang ki…