Langsung ke konten utama

Sebuah Renungan Jangan Biarkan Pertanyaan 'Kapan...?' Mendera Hidupmu

Jangan Biarkan Pertanyaan “Kapan..?” Mendera Hidupmu

Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya (Pengkhotbah 3: 1).
Kapan kamu ulang tahun? Kapan kamu mulai sekolah? Kapan kamu les? Kapan kamu lulus? Berbagai pertanyaan itu bisa dengan mudah dijawab. Tetapi akan menjadi sulit ketika pertanyaan kapan itu diakhiri dengan kata 'nikah', 'punya anak', 'punya rumah', 'punya mobil', sampai 'kapan bayar utang?' Karena siapa manusia yang di dunia ini bisa dengan pasti mengetahui kapan tepatnya mereka nikah, punya anak, punya rejeki buat beli mobil, rumah sampai bayar utang.
Haruskah pertanyaan kapan terus mendera kehidupanmu? Sebagian orang mungkin dikaruniai untuk menjawab semua pertanyaan itu dengan mudah. Tapi bagi orang yang sudah lama nggak nikah-nikah seperti yang dialami oleh teman saya, bertanya padanya ‘kapan nikah’ bisa menjadi suatu tekanan di hidupnya.
“Aku percaya Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktu-Nya,” itu yang selalu ia katakan tiap kali ditanya ‘kapan nikah’. Hmm, jawaban yang bijak bukan?
Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya. (Amsal 18:21).
Teman saya itu memilih percaya daripada bersedih karena pertanyaan kapan nikah? Sebagai gantinya ia menjalani hari-harinya dengan bekerja, mempersiapkan diri untuk masa depan dan juga menyiapkan diri untuk menjadi seorang istri dan ibu yang baik. Sehingga pada waktu ia bertemu dengan pasangan hidupnya ia sudah siap lahir dan batin.
Satu lagi teman saya yang sukses dalam dunia usaha. Di awal usahanya berbagai pertanyaan kapan kamu sukses, kapan kamu bisa beli rumah, dan kapan kamu bisa bayar utang, selalu membuatnya cemas. Bukannya terus larut dalam kecemasan, teman saya itu memilih untuk melangkah, tekun meski di tahun-tahun pertama usahanya tak terlihat mendatangkan hasil. Namun, masuk tahun ke lima sudah terbukti ternyata usahanya makin berkembang dan ia bisa bayar utang dan mulai mencicil rumah.
Dari cerita di atas kita bisa menarik kesimpulan bahwa tak perlu kuatir, takut bila kita selalu ditanya ‘kapan’. Sebaliknya dengan terus melangkah maju kita bisa meraih semua yang kita impikan. Dan pada akhirnya kita bisa menjawab pertanyaan itu dengan anggun, semua kan indah pada waktunya.
Sementara itu, saya juga harus segera menjawab pertanyaan orang-orang, 'kapan ke Jogja lagi?'

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Resensi Novel] Love in Italy-Kisah Cinta 4 Sahabat di Kota Venice dan Verona

Menyusuri Kota Venice dan Verona Melalui Novel RomantisJudul buku  : Love in Italy-Kisah Cinta 4 Sahabat di Kota Venice dan Verona
Penulis     : Rofie Khaliffa
Penerbit    : Sheila
Tahun terbit : 2015
ISBN      : 978-979-29-5102-8“Dalam bentuk kata aku bicara, namun dalam bicara tidak bisa berkata. Sementara dalam cinta, aku tidak bisa keduanya. Itulah cinta di balik mentari yang tak terlihat oleh mata...”
-Juliet Capulet- (Hal 180)Kisah dimulai dari perkenalan tokoh bernama Juliet Capulet. Seorang gadis yang sangat menyukai kisah Romeo dan Juliet, sampai bermimpi untuk tinggal di Verona tepatnya di tempat rumah Juliet berada. Ia kuliah sekaligus bekerja di sana. Suatu hari ia bertemu dengan Pethra, mahasiswa dari Indonesia. Seorang pemuda tampan yang diam-diam menaruh hati kepada sahabat sejak kecil bernama Pelangi. Namun sayang, ia tak berani mengungkapkan perasaannya. Di sisi lain, Bizar teman Pelangi sejak SMA juga menaruh hati pada Pelangi. Bedanya Bizar terang-terangan menunjukka…

[Resensi Novel] Ailurofil

Ailurofil, novel pecinta kucing...Judul buku: Ailurofil
Penulis: Triani Retno A
Editor: Irna Permanasari
Desain sampul: Marcel A.W.
Layout: Ayu Lestari
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: pertama, 2016
Jumlah hal: 184 hl, 20cm
ISBN: 978-602-03-2547-7“Kalo perasaan sayang yang berlebihan pada kucing, disebutnya ailurofilia, pake ‘a’ di belakangnya. Kalo fobia alias takut banget-banget sama kucing, disebutnya ailurofobia atau felinofobia (hal 100).Nasya Aurelia sangat suka kucing. Ia bahkan rela direpotkan ketika kucingnya akan melahirkan. Menyediakan kardus bekas air minum. Membuat tempat senyaman mungkin untuk kucing kesayangannya itu melahirkan. Tapi siapa sangka, kucing itu memilih tempat yang lebih nyaman yaitu kasur empuk milik Nasya. Kehebohan di pagi buta pun tak terelakkan, ia berkutat dengan kegiatan membersihkan tempat tidurnya dan akibatnya terlambat ke sekolah.
Masalah timbul ketika Rio, cowok yang dipacarinya justru sama sekali tidak suka kucing. Apakah Nasya rela …

Menabung untuk Membeli Barang Impian dan Berhemat dengan ShopBack.

Menabung untuk Membeli Barang Impian dan Berhemat dengan ShopBack.
Sumber: google search menabung.(www.dwihadiatmaka.com/2016/02/menabung-untuk-masa-depan-itu-gampang.html?m=1)

Aku ingin begini... Aku ingin begitu...  Ingin ini, ingin itu, barang impianku..banyaaak sekaalii... Ahh, jadi bingung mau beli yang mana dulu. Hmm, perlu pilah-pilih dulu mana yang harus dibeli mana yang tidak ya? Apalagi mendekati waktu pernikahan, mendadak ingin beli peralatan rumah tangga yang bagus-bagus. Waa, jadi harus pintar-pintar atur uang buat kebutuhan rumah tangga. Dan menabung buat beli itu semua. Untung ada ShopBack, yang sedang mengadakan Kontes Blog dengan tema "Kamu Meminta, ShopBack Kabulkan." Nggak pake lama, aku langsung ikutannn. Yes! Thankyou ShopBack. 
Demam belanja online. Yang ini bagus, yang itu bagus, waa ini juga. Sering gitu nggak teman-teman kalo sedang browsing? Toko online kini sudah banyak sekali bertebaran di mana-mana kelihatannya ada di setiap media sosial yang ki…